alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Harap-Harap Cemas Pedagang Sapi

Ada yang Terjual, tapi Bukan Limosin

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bursa hewan kurban di beberapa jalan telah disiagakan. Kandang-kandang hewan semi permanen pun telah dibuat. Sebagai daerah penghasil hewan ternak besar, yaitu sapi potong, Jember punya peran penting dalam menyuplai sapi potong ke beberapa daerah. Sebab, Jember masuk urutan empat besar populasi sapi potong se-Jawa Timur.

Wajah Rianto, pedagang sapi potong yang membuka lapak di Jalan Mastrip, tampak semringah. “Ya alhamdulillah, sudah ada yang laku. Tiga ekor sapi laku,” tuturnya. Sapi yang telah laku itu ditempatkan di kandang bagian belakang, sementara yang belum terlego diletakkan di depan.

Walau sudah laku, Rianto masih cukup waswas apakah penjualan sapi potong untuk Idul Adha bisa secantik tahun kemarin. Sebab, tiga ekor sapi yang berhasil terjual bukan sapi ukuran jumbo. Hanya sapi dengan harga murah berkisar Rp 15 jutaan. “Kalau yang limosin Rp 32 juta, sedangkan yang lokal Rp 22 juta,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di tengah pandemi korona seperti ini, Rianto juga sedikit heran harga sapi potong justru naik dengan rata-rata kenaikan Rp 1 juta per ekor. “Padahal rumah pemotongan sapi tidak begitu ramai. Para pembeli daging menurun saat korona,” terang Rianto yang juga merupakan jagal sapi itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bursa hewan kurban di beberapa jalan telah disiagakan. Kandang-kandang hewan semi permanen pun telah dibuat. Sebagai daerah penghasil hewan ternak besar, yaitu sapi potong, Jember punya peran penting dalam menyuplai sapi potong ke beberapa daerah. Sebab, Jember masuk urutan empat besar populasi sapi potong se-Jawa Timur.

Wajah Rianto, pedagang sapi potong yang membuka lapak di Jalan Mastrip, tampak semringah. “Ya alhamdulillah, sudah ada yang laku. Tiga ekor sapi laku,” tuturnya. Sapi yang telah laku itu ditempatkan di kandang bagian belakang, sementara yang belum terlego diletakkan di depan.

Walau sudah laku, Rianto masih cukup waswas apakah penjualan sapi potong untuk Idul Adha bisa secantik tahun kemarin. Sebab, tiga ekor sapi yang berhasil terjual bukan sapi ukuran jumbo. Hanya sapi dengan harga murah berkisar Rp 15 jutaan. “Kalau yang limosin Rp 32 juta, sedangkan yang lokal Rp 22 juta,” terangnya.

Di tengah pandemi korona seperti ini, Rianto juga sedikit heran harga sapi potong justru naik dengan rata-rata kenaikan Rp 1 juta per ekor. “Padahal rumah pemotongan sapi tidak begitu ramai. Para pembeli daging menurun saat korona,” terang Rianto yang juga merupakan jagal sapi itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bursa hewan kurban di beberapa jalan telah disiagakan. Kandang-kandang hewan semi permanen pun telah dibuat. Sebagai daerah penghasil hewan ternak besar, yaitu sapi potong, Jember punya peran penting dalam menyuplai sapi potong ke beberapa daerah. Sebab, Jember masuk urutan empat besar populasi sapi potong se-Jawa Timur.

Wajah Rianto, pedagang sapi potong yang membuka lapak di Jalan Mastrip, tampak semringah. “Ya alhamdulillah, sudah ada yang laku. Tiga ekor sapi laku,” tuturnya. Sapi yang telah laku itu ditempatkan di kandang bagian belakang, sementara yang belum terlego diletakkan di depan.

Walau sudah laku, Rianto masih cukup waswas apakah penjualan sapi potong untuk Idul Adha bisa secantik tahun kemarin. Sebab, tiga ekor sapi yang berhasil terjual bukan sapi ukuran jumbo. Hanya sapi dengan harga murah berkisar Rp 15 jutaan. “Kalau yang limosin Rp 32 juta, sedangkan yang lokal Rp 22 juta,” terangnya.

Di tengah pandemi korona seperti ini, Rianto juga sedikit heran harga sapi potong justru naik dengan rata-rata kenaikan Rp 1 juta per ekor. “Padahal rumah pemotongan sapi tidak begitu ramai. Para pembeli daging menurun saat korona,” terang Rianto yang juga merupakan jagal sapi itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/