alexametrics
23.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Sodorkan Kriteria Ketua Tanfidz PCNU

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Ahmad Winarno, salah satu pemantik dalam diskusi itu, menambahkan, politik warga nahdliyin itu adalah politik kebangsaan.  Momen Konfercab PCNU nanti, para pemuda nahdliyin juga perlu turut bisa berkontribusi. “Jangan  terbawa arus, atau sekalipun melawan arus, tapi kita harus memberikan warna,” jelasnya.

Dia mengakui potensi kader muda saat ini dianggapnya begitu besar. Namun, banyak yang tersisihkan dalam medan kompetisi. “Momen konfercab sebentar lagi ini, siapa pun ketua terpilih, terpenting adalah bisa membawahi kader-kader NU. Khususnya yang muda,” imbuh pria yang juga dosen IAIN Jember itu.

Harapan yang sama juga diungkapkan oleh Fathur Rahman, dosen UIJ yang turut menjadi salah satu anggota Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jember. Menurutnya, minimnya kiprah pemuda nahdliyin saat ini turut menjadi salah satu perhatiannya. Hal itu dibuktikannya dari jumlah setiap tahun, kader yang mengisi banom-banomnya (badan otonom) selalu meningkat.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Proses regenerasi itu sebagai keniscayaan dalam tubuh NU. Karena itu, mereka yang terpilih perlu melakukan pemberdayaan kalangan pemuda di kesempatan yang sama,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -

Sementara itu, Ahmad Winarno, salah satu pemantik dalam diskusi itu, menambahkan, politik warga nahdliyin itu adalah politik kebangsaan.  Momen Konfercab PCNU nanti, para pemuda nahdliyin juga perlu turut bisa berkontribusi. “Jangan  terbawa arus, atau sekalipun melawan arus, tapi kita harus memberikan warna,” jelasnya.

Dia mengakui potensi kader muda saat ini dianggapnya begitu besar. Namun, banyak yang tersisihkan dalam medan kompetisi. “Momen konfercab sebentar lagi ini, siapa pun ketua terpilih, terpenting adalah bisa membawahi kader-kader NU. Khususnya yang muda,” imbuh pria yang juga dosen IAIN Jember itu.

Harapan yang sama juga diungkapkan oleh Fathur Rahman, dosen UIJ yang turut menjadi salah satu anggota Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jember. Menurutnya, minimnya kiprah pemuda nahdliyin saat ini turut menjadi salah satu perhatiannya. Hal itu dibuktikannya dari jumlah setiap tahun, kader yang mengisi banom-banomnya (badan otonom) selalu meningkat.

“Proses regenerasi itu sebagai keniscayaan dalam tubuh NU. Karena itu, mereka yang terpilih perlu melakukan pemberdayaan kalangan pemuda di kesempatan yang sama,” pungkasnya. (*)

Sementara itu, Ahmad Winarno, salah satu pemantik dalam diskusi itu, menambahkan, politik warga nahdliyin itu adalah politik kebangsaan.  Momen Konfercab PCNU nanti, para pemuda nahdliyin juga perlu turut bisa berkontribusi. “Jangan  terbawa arus, atau sekalipun melawan arus, tapi kita harus memberikan warna,” jelasnya.

Dia mengakui potensi kader muda saat ini dianggapnya begitu besar. Namun, banyak yang tersisihkan dalam medan kompetisi. “Momen konfercab sebentar lagi ini, siapa pun ketua terpilih, terpenting adalah bisa membawahi kader-kader NU. Khususnya yang muda,” imbuh pria yang juga dosen IAIN Jember itu.

Harapan yang sama juga diungkapkan oleh Fathur Rahman, dosen UIJ yang turut menjadi salah satu anggota Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jember. Menurutnya, minimnya kiprah pemuda nahdliyin saat ini turut menjadi salah satu perhatiannya. Hal itu dibuktikannya dari jumlah setiap tahun, kader yang mengisi banom-banomnya (badan otonom) selalu meningkat.

“Proses regenerasi itu sebagai keniscayaan dalam tubuh NU. Karena itu, mereka yang terpilih perlu melakukan pemberdayaan kalangan pemuda di kesempatan yang sama,” pungkasnya. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/