alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI) Jember

Usia sudah tua, tapi semangat olahraganya masih  seperti para remaja. Padahal, umurnya sudah di atas 50 tahun. Mereka adalah para mantan atlet yang tergabung dalam Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI) Jember.

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Jangan memandang usianya. Jangan meremehkan keterampilannya. Jangan salah, belasan lansia yang sering latihan rutin di Lapangan Brigif Raider 9 Kostrad itu sering menyumbang medali.

Mereka berkumpul menjadi satu dalam Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI).  Namanya saja sudah atletik. Mereka memfokuskan diri di cabang olahraga atletik. Atletik dengan ragam cabangnya. Seperti jalan cepat, lempar lembing, lempar cakram, lari, sampai lompat jauh.

Meskipun sarana prasarana minim, para lansia yang masih punya semangat tinggi itu tetap konsisten latihan setiap Minggu pagi. Mulai dari pukul 07.00 sampai 10.00. Kekompakan dan kerukunan pun dijalin antaranggota layaknya keluarga. Saling membantu dan gotong royong  dengan yang lain.

Mobile_AP_Rectangle 2

Peralatan olahraga atletik seperti tombak, lembing, cakram, dan tolak peluru harus pinjam dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember. Namun, tak semua pinjaman. Ada juga yang berasal dari dana hibah.

PAMI Jember sudah berdiri sekitar tahun 1985. Salah satu anggotanya sudah berlaga dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1969 silam di Surabaya.

PAMI Jember sudah berdiri hampir 34 tahun. Kini dikoordinasi oleh Muhyidin. “Yang penting, tujuan kami olahraga sehat. Menambah saudara dan menjaga silaturahmi. Serta menyalurkan hobi kawan-kawan di atletik ini,” kata Muhyidin.

Pria yang bekerja sebagai pelaksana PDAM Tanggul ini mengatakan, organisasi ini dulunya bukan bernama PAMI. Melainkan Persatuan Atletik Veteran Indonesia (PAVI). Namun, akhirnya diganti. Sebab, veteran identik dengan tentara, sementara anggotanya berasal dari berbagai latar belakang.

“Memang kebanyakan anggota kami adalah mantan atlet cabang atletik dulunya. Tapi ada juga yang bukan dari atlet. Moro-moro ikut saja sampai gabung,” jelasnya.

Selain agenda rutin latihan tiap Minggu pagi,  mMereka juga turut serta dalam berbagai kejuaraan level nasional sampai internasional. Apalagi, para lansia ini termasuk yang ditakuti di Jawa Timur. Bukan tampangnya yang sangar, tapi keterampilannya masih seperti anak muda, meski usianya sudah sepuh.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Jangan memandang usianya. Jangan meremehkan keterampilannya. Jangan salah, belasan lansia yang sering latihan rutin di Lapangan Brigif Raider 9 Kostrad itu sering menyumbang medali.

Mereka berkumpul menjadi satu dalam Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI).  Namanya saja sudah atletik. Mereka memfokuskan diri di cabang olahraga atletik. Atletik dengan ragam cabangnya. Seperti jalan cepat, lempar lembing, lempar cakram, lari, sampai lompat jauh.

Meskipun sarana prasarana minim, para lansia yang masih punya semangat tinggi itu tetap konsisten latihan setiap Minggu pagi. Mulai dari pukul 07.00 sampai 10.00. Kekompakan dan kerukunan pun dijalin antaranggota layaknya keluarga. Saling membantu dan gotong royong  dengan yang lain.

Peralatan olahraga atletik seperti tombak, lembing, cakram, dan tolak peluru harus pinjam dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember. Namun, tak semua pinjaman. Ada juga yang berasal dari dana hibah.

PAMI Jember sudah berdiri sekitar tahun 1985. Salah satu anggotanya sudah berlaga dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1969 silam di Surabaya.

PAMI Jember sudah berdiri hampir 34 tahun. Kini dikoordinasi oleh Muhyidin. “Yang penting, tujuan kami olahraga sehat. Menambah saudara dan menjaga silaturahmi. Serta menyalurkan hobi kawan-kawan di atletik ini,” kata Muhyidin.

Pria yang bekerja sebagai pelaksana PDAM Tanggul ini mengatakan, organisasi ini dulunya bukan bernama PAMI. Melainkan Persatuan Atletik Veteran Indonesia (PAVI). Namun, akhirnya diganti. Sebab, veteran identik dengan tentara, sementara anggotanya berasal dari berbagai latar belakang.

“Memang kebanyakan anggota kami adalah mantan atlet cabang atletik dulunya. Tapi ada juga yang bukan dari atlet. Moro-moro ikut saja sampai gabung,” jelasnya.

Selain agenda rutin latihan tiap Minggu pagi,  mMereka juga turut serta dalam berbagai kejuaraan level nasional sampai internasional. Apalagi, para lansia ini termasuk yang ditakuti di Jawa Timur. Bukan tampangnya yang sangar, tapi keterampilannya masih seperti anak muda, meski usianya sudah sepuh.

RADAR JEMBER.ID – Jangan memandang usianya. Jangan meremehkan keterampilannya. Jangan salah, belasan lansia yang sering latihan rutin di Lapangan Brigif Raider 9 Kostrad itu sering menyumbang medali.

Mereka berkumpul menjadi satu dalam Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI).  Namanya saja sudah atletik. Mereka memfokuskan diri di cabang olahraga atletik. Atletik dengan ragam cabangnya. Seperti jalan cepat, lempar lembing, lempar cakram, lari, sampai lompat jauh.

Meskipun sarana prasarana minim, para lansia yang masih punya semangat tinggi itu tetap konsisten latihan setiap Minggu pagi. Mulai dari pukul 07.00 sampai 10.00. Kekompakan dan kerukunan pun dijalin antaranggota layaknya keluarga. Saling membantu dan gotong royong  dengan yang lain.

Peralatan olahraga atletik seperti tombak, lembing, cakram, dan tolak peluru harus pinjam dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember. Namun, tak semua pinjaman. Ada juga yang berasal dari dana hibah.

PAMI Jember sudah berdiri sekitar tahun 1985. Salah satu anggotanya sudah berlaga dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1969 silam di Surabaya.

PAMI Jember sudah berdiri hampir 34 tahun. Kini dikoordinasi oleh Muhyidin. “Yang penting, tujuan kami olahraga sehat. Menambah saudara dan menjaga silaturahmi. Serta menyalurkan hobi kawan-kawan di atletik ini,” kata Muhyidin.

Pria yang bekerja sebagai pelaksana PDAM Tanggul ini mengatakan, organisasi ini dulunya bukan bernama PAMI. Melainkan Persatuan Atletik Veteran Indonesia (PAVI). Namun, akhirnya diganti. Sebab, veteran identik dengan tentara, sementara anggotanya berasal dari berbagai latar belakang.

“Memang kebanyakan anggota kami adalah mantan atlet cabang atletik dulunya. Tapi ada juga yang bukan dari atlet. Moro-moro ikut saja sampai gabung,” jelasnya.

Selain agenda rutin latihan tiap Minggu pagi,  mMereka juga turut serta dalam berbagai kejuaraan level nasional sampai internasional. Apalagi, para lansia ini termasuk yang ditakuti di Jawa Timur. Bukan tampangnya yang sangar, tapi keterampilannya masih seperti anak muda, meski usianya sudah sepuh.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/