alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Mahasiswa Penjual Telur Gulung Ingin Jadi Dosen

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID -Terlahir sebagai anak seorang waker atau penjaga malam sebuah toko busana di Jalan Gajahmada Jember, tidak membuat Zuhud Fatchur Rochman, Alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jember, merasa minder. Bahkan anak pertama pasangan Khairul Anam dan Siti Masrifah itu tertantang untuk meringankan beban ekonomi orangtuanya.

Zuhud, mahasiswa semester 3, Prodi Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam (IAIN) Jember itu, kini berjualan telur gulung berpindah-pindah tempat, di kawasan kota Jember.

“Jualan telur gulung ini baru saya jalani satu bulan ini. Kebetulan saat ini perkuliahan lagi libur. Ketimbang diam di rumah tanpa aktivitas saya berjualan telur gulung, lewat Instagram (IG) saya menemukan tawaran pekerjaan sebagai penjual macam ini,”Jelas Zuhud.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lelaki bertinggi badan 178 cm itu, setiap hari membawa 150 tusuk telur gulung. Ia pun mendapat upah setiap hari 20 persen dari pendapatan yang diperolehnya. Maklum, telur gulung itu bukan miliknya sendiri.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID -Terlahir sebagai anak seorang waker atau penjaga malam sebuah toko busana di Jalan Gajahmada Jember, tidak membuat Zuhud Fatchur Rochman, Alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jember, merasa minder. Bahkan anak pertama pasangan Khairul Anam dan Siti Masrifah itu tertantang untuk meringankan beban ekonomi orangtuanya.

Zuhud, mahasiswa semester 3, Prodi Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam (IAIN) Jember itu, kini berjualan telur gulung berpindah-pindah tempat, di kawasan kota Jember.

“Jualan telur gulung ini baru saya jalani satu bulan ini. Kebetulan saat ini perkuliahan lagi libur. Ketimbang diam di rumah tanpa aktivitas saya berjualan telur gulung, lewat Instagram (IG) saya menemukan tawaran pekerjaan sebagai penjual macam ini,”Jelas Zuhud.

Lelaki bertinggi badan 178 cm itu, setiap hari membawa 150 tusuk telur gulung. Ia pun mendapat upah setiap hari 20 persen dari pendapatan yang diperolehnya. Maklum, telur gulung itu bukan miliknya sendiri.

RADARJEMBER.ID -Terlahir sebagai anak seorang waker atau penjaga malam sebuah toko busana di Jalan Gajahmada Jember, tidak membuat Zuhud Fatchur Rochman, Alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jember, merasa minder. Bahkan anak pertama pasangan Khairul Anam dan Siti Masrifah itu tertantang untuk meringankan beban ekonomi orangtuanya.

Zuhud, mahasiswa semester 3, Prodi Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam (IAIN) Jember itu, kini berjualan telur gulung berpindah-pindah tempat, di kawasan kota Jember.

“Jualan telur gulung ini baru saya jalani satu bulan ini. Kebetulan saat ini perkuliahan lagi libur. Ketimbang diam di rumah tanpa aktivitas saya berjualan telur gulung, lewat Instagram (IG) saya menemukan tawaran pekerjaan sebagai penjual macam ini,”Jelas Zuhud.

Lelaki bertinggi badan 178 cm itu, setiap hari membawa 150 tusuk telur gulung. Ia pun mendapat upah setiap hari 20 persen dari pendapatan yang diperolehnya. Maklum, telur gulung itu bukan miliknya sendiri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/