alexametrics
28.6 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Uruk Jalan karena Rusak Parah

Problem Jalan Belum Terselesaikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lagi-lagi jalan berlubang, seakan tak ada habisnya di Jember ini. Seperti di Jalan Ki Hajar Dewantara, Lingkungan Prasian, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari. Bahkan, lubang itu tepat berada di tengah jalan dan hampir memakan seluruh badan jalan.

Akibatnya, salah satu akses menuju agrowisata di wilayah setempat tak bisa digunakan. Para pengunjung harus memutar lewat jalan lain, yakni menuju Jalan Pangandaran, Lingkungan Plinggan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.

Agar tidak memakan korban, warga sekitar memberikan penanda berupa bambu yang melintang. Sebab, jika sampai terjatuh, para pengendara, khususnya pengendara roda dua, bisa nyemplung di sungai kecil yang berada tepat di lubang jalan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Rehab Jalan Rusak Belum Permanen

Sementara itu, di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, kondisi jalan yang berlubang juga menjadi kendala kendaraan yang lewat. Khususnya bagi kendaraan besar. Karena itu, seorang sopir dump truck mengurangi laju truk yang disopirinya dan berhenti di tengah jalan. Kendaraan yang ada di belakangnya pun ikut berhenti.

Selanjutnya, sang sopir turun dari kabin truk dan langsung ke belakang bak dan membuka terpal yang digunakan untuk menutupi bak truknya. Lalu, mengambil sekop untuk menurunkan batu-batu dengan berbagai ukuran dari atas truknya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lagi-lagi jalan berlubang, seakan tak ada habisnya di Jember ini. Seperti di Jalan Ki Hajar Dewantara, Lingkungan Prasian, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari. Bahkan, lubang itu tepat berada di tengah jalan dan hampir memakan seluruh badan jalan.

Akibatnya, salah satu akses menuju agrowisata di wilayah setempat tak bisa digunakan. Para pengunjung harus memutar lewat jalan lain, yakni menuju Jalan Pangandaran, Lingkungan Plinggan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.

Agar tidak memakan korban, warga sekitar memberikan penanda berupa bambu yang melintang. Sebab, jika sampai terjatuh, para pengendara, khususnya pengendara roda dua, bisa nyemplung di sungai kecil yang berada tepat di lubang jalan tersebut.

BACA JUGA : Rehab Jalan Rusak Belum Permanen

Sementara itu, di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, kondisi jalan yang berlubang juga menjadi kendala kendaraan yang lewat. Khususnya bagi kendaraan besar. Karena itu, seorang sopir dump truck mengurangi laju truk yang disopirinya dan berhenti di tengah jalan. Kendaraan yang ada di belakangnya pun ikut berhenti.

Selanjutnya, sang sopir turun dari kabin truk dan langsung ke belakang bak dan membuka terpal yang digunakan untuk menutupi bak truknya. Lalu, mengambil sekop untuk menurunkan batu-batu dengan berbagai ukuran dari atas truknya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lagi-lagi jalan berlubang, seakan tak ada habisnya di Jember ini. Seperti di Jalan Ki Hajar Dewantara, Lingkungan Prasian, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari. Bahkan, lubang itu tepat berada di tengah jalan dan hampir memakan seluruh badan jalan.

Akibatnya, salah satu akses menuju agrowisata di wilayah setempat tak bisa digunakan. Para pengunjung harus memutar lewat jalan lain, yakni menuju Jalan Pangandaran, Lingkungan Plinggan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.

Agar tidak memakan korban, warga sekitar memberikan penanda berupa bambu yang melintang. Sebab, jika sampai terjatuh, para pengendara, khususnya pengendara roda dua, bisa nyemplung di sungai kecil yang berada tepat di lubang jalan tersebut.

BACA JUGA : Rehab Jalan Rusak Belum Permanen

Sementara itu, di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, kondisi jalan yang berlubang juga menjadi kendala kendaraan yang lewat. Khususnya bagi kendaraan besar. Karena itu, seorang sopir dump truck mengurangi laju truk yang disopirinya dan berhenti di tengah jalan. Kendaraan yang ada di belakangnya pun ikut berhenti.

Selanjutnya, sang sopir turun dari kabin truk dan langsung ke belakang bak dan membuka terpal yang digunakan untuk menutupi bak truknya. Lalu, mengambil sekop untuk menurunkan batu-batu dengan berbagai ukuran dari atas truknya.

BERITA TERKINI

Patenkan Target Masuk Final

Hanya Punya Satu Dokter Hewan

Pabrik Pupuk Gagal Dibangun!

Bahagia, Ibadah Bersama Keluarga

Wajib Dibaca

/