alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Gedung DPRD Tutup Sementara Setelah Ketua Pansus Dinyatakan Positif Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agenda sidang paripurna laporan pelaksanaan pertanggungjawaban (LPP) APBD 2020 resmi ditunda. Bahkan, gedung DPRD juga bakal ditutup hingga sepekan ke depan. Penutupan gedung wakil rakyat ini karena ada salah seorang anggota DPRD Jember yang dinyatakan positif Covid-19, meski kondisinya baik-baik saja.

Ketua Satgas Covid-19 yang sekaligus Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan, anggota DPRD Jember yang terpapar korona itu kondisinya sehat-sehat saja alias tanpa gejala. Bahkan, anggota parlemen itu sempat ikut rapat paripurna perdana dengan agenda pembacaan penyampaian LPP APBD 2020.

“Ternyata ada kawan kami (anggota dewan) yang positif. Baru diketahui tadi pagi (kemarin, Red),” kata bupati, seusai mengikuti agenda paripurna LPP APBD 2020, kemarin. Sidang dengan agenda pandangan fraksi-fraksi itu akhirnya juga batal digelar. “Kegiatan paripurna ditunda,” tegas Hendy, yang menyebut penundaan ini berdasar keputusan bersama antara dewan dan Pemkab Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendy tak menutupi identitas anggota dewan yang positif tersebut ketika ditanya oleh wartawan siapa sosok yang terpapar itu. “Ada teman kita, namanya Pak David (David Handoko Seto, Red), Ketua Komisi C,” ungkap Hendy. Kini, David telah mendapatkan penanganan medis dan sedang melakukan isolasi mandiri.

Hendy yang kala itu bersama Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengimbau agar seluruh masyarakat Jember tetap patuh terhadap protokol kesehatan (prokes). Hal ini untuk mencegah terjadinya penyebaran wabah korona. “Kami akan meningkatkan lebih masif lagi PPKM mikro. Di samping level RT/RW, juga untuk isolasi wilayah setempat,” ucapnya.

Positifnya Ketua Komisi C yang sekaligus Ketua Pansus Covid-19 DPRD Jember itu membuat Satgas Covid-19 langsung melakukan tracing. Seluruh anggota dewan dan pegawai yang bekerja di gedung parlemen harus melakukan swab. Termasuk bupati dan wakil yang juga hadir dalam rapat paripurna itu. Bahkan, jurnalis yang meliput paripurna juga diharuskan mengikuti swab test.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agenda sidang paripurna laporan pelaksanaan pertanggungjawaban (LPP) APBD 2020 resmi ditunda. Bahkan, gedung DPRD juga bakal ditutup hingga sepekan ke depan. Penutupan gedung wakil rakyat ini karena ada salah seorang anggota DPRD Jember yang dinyatakan positif Covid-19, meski kondisinya baik-baik saja.

Ketua Satgas Covid-19 yang sekaligus Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan, anggota DPRD Jember yang terpapar korona itu kondisinya sehat-sehat saja alias tanpa gejala. Bahkan, anggota parlemen itu sempat ikut rapat paripurna perdana dengan agenda pembacaan penyampaian LPP APBD 2020.

“Ternyata ada kawan kami (anggota dewan) yang positif. Baru diketahui tadi pagi (kemarin, Red),” kata bupati, seusai mengikuti agenda paripurna LPP APBD 2020, kemarin. Sidang dengan agenda pandangan fraksi-fraksi itu akhirnya juga batal digelar. “Kegiatan paripurna ditunda,” tegas Hendy, yang menyebut penundaan ini berdasar keputusan bersama antara dewan dan Pemkab Jember.

Hendy tak menutupi identitas anggota dewan yang positif tersebut ketika ditanya oleh wartawan siapa sosok yang terpapar itu. “Ada teman kita, namanya Pak David (David Handoko Seto, Red), Ketua Komisi C,” ungkap Hendy. Kini, David telah mendapatkan penanganan medis dan sedang melakukan isolasi mandiri.

Hendy yang kala itu bersama Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengimbau agar seluruh masyarakat Jember tetap patuh terhadap protokol kesehatan (prokes). Hal ini untuk mencegah terjadinya penyebaran wabah korona. “Kami akan meningkatkan lebih masif lagi PPKM mikro. Di samping level RT/RW, juga untuk isolasi wilayah setempat,” ucapnya.

Positifnya Ketua Komisi C yang sekaligus Ketua Pansus Covid-19 DPRD Jember itu membuat Satgas Covid-19 langsung melakukan tracing. Seluruh anggota dewan dan pegawai yang bekerja di gedung parlemen harus melakukan swab. Termasuk bupati dan wakil yang juga hadir dalam rapat paripurna itu. Bahkan, jurnalis yang meliput paripurna juga diharuskan mengikuti swab test.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agenda sidang paripurna laporan pelaksanaan pertanggungjawaban (LPP) APBD 2020 resmi ditunda. Bahkan, gedung DPRD juga bakal ditutup hingga sepekan ke depan. Penutupan gedung wakil rakyat ini karena ada salah seorang anggota DPRD Jember yang dinyatakan positif Covid-19, meski kondisinya baik-baik saja.

Ketua Satgas Covid-19 yang sekaligus Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan, anggota DPRD Jember yang terpapar korona itu kondisinya sehat-sehat saja alias tanpa gejala. Bahkan, anggota parlemen itu sempat ikut rapat paripurna perdana dengan agenda pembacaan penyampaian LPP APBD 2020.

“Ternyata ada kawan kami (anggota dewan) yang positif. Baru diketahui tadi pagi (kemarin, Red),” kata bupati, seusai mengikuti agenda paripurna LPP APBD 2020, kemarin. Sidang dengan agenda pandangan fraksi-fraksi itu akhirnya juga batal digelar. “Kegiatan paripurna ditunda,” tegas Hendy, yang menyebut penundaan ini berdasar keputusan bersama antara dewan dan Pemkab Jember.

Hendy tak menutupi identitas anggota dewan yang positif tersebut ketika ditanya oleh wartawan siapa sosok yang terpapar itu. “Ada teman kita, namanya Pak David (David Handoko Seto, Red), Ketua Komisi C,” ungkap Hendy. Kini, David telah mendapatkan penanganan medis dan sedang melakukan isolasi mandiri.

Hendy yang kala itu bersama Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengimbau agar seluruh masyarakat Jember tetap patuh terhadap protokol kesehatan (prokes). Hal ini untuk mencegah terjadinya penyebaran wabah korona. “Kami akan meningkatkan lebih masif lagi PPKM mikro. Di samping level RT/RW, juga untuk isolasi wilayah setempat,” ucapnya.

Positifnya Ketua Komisi C yang sekaligus Ketua Pansus Covid-19 DPRD Jember itu membuat Satgas Covid-19 langsung melakukan tracing. Seluruh anggota dewan dan pegawai yang bekerja di gedung parlemen harus melakukan swab. Termasuk bupati dan wakil yang juga hadir dalam rapat paripurna itu. Bahkan, jurnalis yang meliput paripurna juga diharuskan mengikuti swab test.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/