alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Relaksasi Kredit Capai Rp 69 M

Didominasi Sektor Perdagangan 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perdagangan menjadi sektor yang dirasakan terpukul sejak pandemi Covid-19. Tak heran jika berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, sektor perdagangan menjadi yang tertinggi mendapatkan relaksasi kredit hingga Rp 39,38 miliar.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember Azilsyah Noerdin mengungkapkan, restrukturisasi kredit atau relaksasi kredit bukan menjadi wewenang OJK untuk memberikan atau menolak nasabah perbankan. “Jadi, nasabah itu mengajukan relaksasi ke bank yang memberikan kredit,” tuturnya. Walau begitu, OJK tetap mencatat jumlah relaksasi kredit yang telah dikeluarkan oleh bank.

Relaksasi kredit ini bertujuan untuk meringankan debitur yang terdampak korona. Lembaga keuangan itulah yang nanti memverifikasi apakah nasabah itu berhak mendapatkan relaksasi kredit. Bentuk relaksasi kredit juga beragam. Di antaranya perpanjangan jangka pinjaman, penurunan suku bunga, pengurangan tunggakan pokok, ataupun menambah jumlah kredit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara ini, data relaksasi kredit yang tercatat per 12 Juni berasal dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah kerja Jember, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, dan Bondowoso. Dari lima kota tersebut, daerah yang tertinggi mendapat relaksasi kredit adalah nasabah BPR di Jember. Total rekening yang diberikan relaksasi mencapai 553 rekening dengan total Rp 69,96 miliar. “Angka rekening yang dipakai bukan jumlah nasabah. Sebab, ada kalanya satu nasabah itu memiliki beberapa rekening,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perdagangan menjadi sektor yang dirasakan terpukul sejak pandemi Covid-19. Tak heran jika berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, sektor perdagangan menjadi yang tertinggi mendapatkan relaksasi kredit hingga Rp 39,38 miliar.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember Azilsyah Noerdin mengungkapkan, restrukturisasi kredit atau relaksasi kredit bukan menjadi wewenang OJK untuk memberikan atau menolak nasabah perbankan. “Jadi, nasabah itu mengajukan relaksasi ke bank yang memberikan kredit,” tuturnya. Walau begitu, OJK tetap mencatat jumlah relaksasi kredit yang telah dikeluarkan oleh bank.

Relaksasi kredit ini bertujuan untuk meringankan debitur yang terdampak korona. Lembaga keuangan itulah yang nanti memverifikasi apakah nasabah itu berhak mendapatkan relaksasi kredit. Bentuk relaksasi kredit juga beragam. Di antaranya perpanjangan jangka pinjaman, penurunan suku bunga, pengurangan tunggakan pokok, ataupun menambah jumlah kredit.

Sementara ini, data relaksasi kredit yang tercatat per 12 Juni berasal dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah kerja Jember, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, dan Bondowoso. Dari lima kota tersebut, daerah yang tertinggi mendapat relaksasi kredit adalah nasabah BPR di Jember. Total rekening yang diberikan relaksasi mencapai 553 rekening dengan total Rp 69,96 miliar. “Angka rekening yang dipakai bukan jumlah nasabah. Sebab, ada kalanya satu nasabah itu memiliki beberapa rekening,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perdagangan menjadi sektor yang dirasakan terpukul sejak pandemi Covid-19. Tak heran jika berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, sektor perdagangan menjadi yang tertinggi mendapatkan relaksasi kredit hingga Rp 39,38 miliar.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember Azilsyah Noerdin mengungkapkan, restrukturisasi kredit atau relaksasi kredit bukan menjadi wewenang OJK untuk memberikan atau menolak nasabah perbankan. “Jadi, nasabah itu mengajukan relaksasi ke bank yang memberikan kredit,” tuturnya. Walau begitu, OJK tetap mencatat jumlah relaksasi kredit yang telah dikeluarkan oleh bank.

Relaksasi kredit ini bertujuan untuk meringankan debitur yang terdampak korona. Lembaga keuangan itulah yang nanti memverifikasi apakah nasabah itu berhak mendapatkan relaksasi kredit. Bentuk relaksasi kredit juga beragam. Di antaranya perpanjangan jangka pinjaman, penurunan suku bunga, pengurangan tunggakan pokok, ataupun menambah jumlah kredit.

Sementara ini, data relaksasi kredit yang tercatat per 12 Juni berasal dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah kerja Jember, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, dan Bondowoso. Dari lima kota tersebut, daerah yang tertinggi mendapat relaksasi kredit adalah nasabah BPR di Jember. Total rekening yang diberikan relaksasi mencapai 553 rekening dengan total Rp 69,96 miliar. “Angka rekening yang dipakai bukan jumlah nasabah. Sebab, ada kalanya satu nasabah itu memiliki beberapa rekening,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/