alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Dana Cekak, Persiapan Mendadak

Tahun 2022, Jember punya gawe besar karena menjadi salah satu tuan rumah Porprov Jatim. Namun, beberapa venue yang bakal ditempati pertandingan dinilai kurang layak dan tidak standar. Alokasi anggarannya pun terbatas. Hanya Rp 5 miliar. Mampukah Jember menjadi tuan rumah yang baik?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Walau sebagai tuan rumah bersama dengan Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo, namun Jember menjadi lokasi paling banyak cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Bahkan rencananya, Stadion JSG juga didaulat sebagai lokasi opening ceremony ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.

Jika dihitung mundur, gelaran Porprov kurang setahun saja. Namun, semarak menyambut perhelatan akbar itu seperti tak tampak di Kota Suwar-Suwir ini. Kondisi ini berbeda dengan kabupaten tetangga yang juga menjadi tuan rumah. Di Lumajang, misalnya, sirkuit BMX di kabupaten ini telah dipugar bahkan sejak 2020 lalu.

Sementara itu, Bondowoso sudah punya maskot untuk Porprov, yaitu bernama Si Ulung. “Maskot dari Bondowoso itu bernama Si Ulung, yang mencerminkan budaya khas Bondowoso, Singo Ulung,” papar Ririn Mardikaningrum, Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sedangkan untuk Jember sendiri, perbaikan sarana olahraga sekelas stadion, GOR, lapangan tenis, hingga pembuatan maskot belum ada. Bahkan, kala Jawa Pos Radar Jember berkunjung ke Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember, 4 Mei lalu, pihak dinas baru terpikirkan adanya maskot di Porprov. Kondisi ini menunjukkan, selain dana yang disiapkan untuk perbaikan venue oleh pemerintah cekak, persiapan lain menyongsong hajatan tersebut juga mendadak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Jember M Yusuf mengatakan, sebenarnya telah ada anggaran untuk persiapan seleksi dan training center (TC) atau pemusatan latihan bagi atlet. Besarannya sekitar Rp 2,5 miliar. Namun, untuk perbaikan venue anggarannya dua kali lipat, Rp 5 miliar. Kendati demikian, ia tidak bisa menjelaskan lebih jauh apakah anggaran perbaikan venue itu mencukupi atau tidak untuk menjadikan venue sesuai standar. “Karena anggarannya melekat pada di Dinas PU Cipta Karya. Bukan Dispora,” jelasnya.

Dari total Rp 5 miliar tersebut, rencananya bakal dipergunakan memperbaiki tujuh sarana. Di antaranya Stadion JSG, Stadion Notohadinegoro, Kolam Renang Kebon Agung, GOR PKPSO Kaliwates, Lapangan Tenis Kaliwates, GOR Bulutangkis Argopuro, dan mes Persid yang berada di Kreongan.

Walau anggaran melekat pada Dinas Cipta Karya, Yusuf menjelaskan, tapi untuk apa saja yang diperbaiki tetap koordinasi dengan Dispora. Tetap melibatkan Dispora agar perbaikan itu sesuai yang diharapkan cabor. “Bagaimana atlet bisa main enak di sana? Makanya perlu koordinasi dengan Dispora,” jelasnya. Sepengetahuan Yusuf, dalam minggu-minggu ini konsultan mulai menyusun perbaikan di tujuh venue tersebut.

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Walau sebagai tuan rumah bersama dengan Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo, namun Jember menjadi lokasi paling banyak cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Bahkan rencananya, Stadion JSG juga didaulat sebagai lokasi opening ceremony ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.

Jika dihitung mundur, gelaran Porprov kurang setahun saja. Namun, semarak menyambut perhelatan akbar itu seperti tak tampak di Kota Suwar-Suwir ini. Kondisi ini berbeda dengan kabupaten tetangga yang juga menjadi tuan rumah. Di Lumajang, misalnya, sirkuit BMX di kabupaten ini telah dipugar bahkan sejak 2020 lalu.

Sementara itu, Bondowoso sudah punya maskot untuk Porprov, yaitu bernama Si Ulung. “Maskot dari Bondowoso itu bernama Si Ulung, yang mencerminkan budaya khas Bondowoso, Singo Ulung,” papar Ririn Mardikaningrum, Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso.

Sedangkan untuk Jember sendiri, perbaikan sarana olahraga sekelas stadion, GOR, lapangan tenis, hingga pembuatan maskot belum ada. Bahkan, kala Jawa Pos Radar Jember berkunjung ke Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember, 4 Mei lalu, pihak dinas baru terpikirkan adanya maskot di Porprov. Kondisi ini menunjukkan, selain dana yang disiapkan untuk perbaikan venue oleh pemerintah cekak, persiapan lain menyongsong hajatan tersebut juga mendadak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Jember M Yusuf mengatakan, sebenarnya telah ada anggaran untuk persiapan seleksi dan training center (TC) atau pemusatan latihan bagi atlet. Besarannya sekitar Rp 2,5 miliar. Namun, untuk perbaikan venue anggarannya dua kali lipat, Rp 5 miliar. Kendati demikian, ia tidak bisa menjelaskan lebih jauh apakah anggaran perbaikan venue itu mencukupi atau tidak untuk menjadikan venue sesuai standar. “Karena anggarannya melekat pada di Dinas PU Cipta Karya. Bukan Dispora,” jelasnya.

Dari total Rp 5 miliar tersebut, rencananya bakal dipergunakan memperbaiki tujuh sarana. Di antaranya Stadion JSG, Stadion Notohadinegoro, Kolam Renang Kebon Agung, GOR PKPSO Kaliwates, Lapangan Tenis Kaliwates, GOR Bulutangkis Argopuro, dan mes Persid yang berada di Kreongan.

Walau anggaran melekat pada Dinas Cipta Karya, Yusuf menjelaskan, tapi untuk apa saja yang diperbaiki tetap koordinasi dengan Dispora. Tetap melibatkan Dispora agar perbaikan itu sesuai yang diharapkan cabor. “Bagaimana atlet bisa main enak di sana? Makanya perlu koordinasi dengan Dispora,” jelasnya. Sepengetahuan Yusuf, dalam minggu-minggu ini konsultan mulai menyusun perbaikan di tujuh venue tersebut.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Walau sebagai tuan rumah bersama dengan Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo, namun Jember menjadi lokasi paling banyak cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Bahkan rencananya, Stadion JSG juga didaulat sebagai lokasi opening ceremony ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.

Jika dihitung mundur, gelaran Porprov kurang setahun saja. Namun, semarak menyambut perhelatan akbar itu seperti tak tampak di Kota Suwar-Suwir ini. Kondisi ini berbeda dengan kabupaten tetangga yang juga menjadi tuan rumah. Di Lumajang, misalnya, sirkuit BMX di kabupaten ini telah dipugar bahkan sejak 2020 lalu.

Sementara itu, Bondowoso sudah punya maskot untuk Porprov, yaitu bernama Si Ulung. “Maskot dari Bondowoso itu bernama Si Ulung, yang mencerminkan budaya khas Bondowoso, Singo Ulung,” papar Ririn Mardikaningrum, Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso.

Sedangkan untuk Jember sendiri, perbaikan sarana olahraga sekelas stadion, GOR, lapangan tenis, hingga pembuatan maskot belum ada. Bahkan, kala Jawa Pos Radar Jember berkunjung ke Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember, 4 Mei lalu, pihak dinas baru terpikirkan adanya maskot di Porprov. Kondisi ini menunjukkan, selain dana yang disiapkan untuk perbaikan venue oleh pemerintah cekak, persiapan lain menyongsong hajatan tersebut juga mendadak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Jember M Yusuf mengatakan, sebenarnya telah ada anggaran untuk persiapan seleksi dan training center (TC) atau pemusatan latihan bagi atlet. Besarannya sekitar Rp 2,5 miliar. Namun, untuk perbaikan venue anggarannya dua kali lipat, Rp 5 miliar. Kendati demikian, ia tidak bisa menjelaskan lebih jauh apakah anggaran perbaikan venue itu mencukupi atau tidak untuk menjadikan venue sesuai standar. “Karena anggarannya melekat pada di Dinas PU Cipta Karya. Bukan Dispora,” jelasnya.

Dari total Rp 5 miliar tersebut, rencananya bakal dipergunakan memperbaiki tujuh sarana. Di antaranya Stadion JSG, Stadion Notohadinegoro, Kolam Renang Kebon Agung, GOR PKPSO Kaliwates, Lapangan Tenis Kaliwates, GOR Bulutangkis Argopuro, dan mes Persid yang berada di Kreongan.

Walau anggaran melekat pada Dinas Cipta Karya, Yusuf menjelaskan, tapi untuk apa saja yang diperbaiki tetap koordinasi dengan Dispora. Tetap melibatkan Dispora agar perbaikan itu sesuai yang diharapkan cabor. “Bagaimana atlet bisa main enak di sana? Makanya perlu koordinasi dengan Dispora,” jelasnya. Sepengetahuan Yusuf, dalam minggu-minggu ini konsultan mulai menyusun perbaikan di tujuh venue tersebut.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/