alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Retribusi Pasar Bocor?

Setahun Tak Lebih Rp 5 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pernah digelontorkan Pemkab Jember untuk revitalisasi pasar. Pada saat itu, di tahun 2018 dan 2019, ada ratusan miliar yang dipakai perbaikan-perbaikan puluhan pasar di Jember. Kini, apakah ada sumbangsih dari pasar untuk pendapatan asli daerah (PAD), dan bagaimana pengelolaannya?

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, PAD dari seluruh pasar yang dikelola pemkab, hanya berkisar antara Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar per tahun. Jika PAD dari retribusi atau parkir pasar hanya sebesar itu untuk tahun ini dan tahun berikutnya, maka demi mendapat PAD Rp 100 miliar, senilai anggaran revitalisasi, membutuhkan waktu setidaknya 20-an tahun.

Jika hal itu benar terjadi, maka tak sebanding dengan apa yang telah dikeluarkan pemerintah. Pada 2018 hingga 2019, setidaknya Rp 100 miliar lebih habis untuk revitalisasi pasar. Salah satunya, revitalisasi Pasar Manggisan yang sampai sekarang nasibnya masih terlunta-lunta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sumbangsih pasar terhadap PAD ini pun belakangan menjadi sorotan dan diperbincangkan banyak pihak. Muncul pertanyaan, benarkah PAD dari seluruh pasar di Jember hanya sekitar Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar saja per tahun? Atau sebenarnya lebih, tapi ada kebocoran? Pertanyaan itu pun muncul di tengah masyarakat. Mengingat, pada bulan puasa jumlah pedagang meningkat dari hari-hari biasa.

Mungkinkah ada sumber PAD pasar yang bocor, sehingga tidak sampai masuk ke kas daerah? “Dugaan kebocoran itu yang harus diselesaikan. Kami pun akan mendorong agar bupati membuat sistem yang lebih baik,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pernah digelontorkan Pemkab Jember untuk revitalisasi pasar. Pada saat itu, di tahun 2018 dan 2019, ada ratusan miliar yang dipakai perbaikan-perbaikan puluhan pasar di Jember. Kini, apakah ada sumbangsih dari pasar untuk pendapatan asli daerah (PAD), dan bagaimana pengelolaannya?

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, PAD dari seluruh pasar yang dikelola pemkab, hanya berkisar antara Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar per tahun. Jika PAD dari retribusi atau parkir pasar hanya sebesar itu untuk tahun ini dan tahun berikutnya, maka demi mendapat PAD Rp 100 miliar, senilai anggaran revitalisasi, membutuhkan waktu setidaknya 20-an tahun.

Jika hal itu benar terjadi, maka tak sebanding dengan apa yang telah dikeluarkan pemerintah. Pada 2018 hingga 2019, setidaknya Rp 100 miliar lebih habis untuk revitalisasi pasar. Salah satunya, revitalisasi Pasar Manggisan yang sampai sekarang nasibnya masih terlunta-lunta.

Sumbangsih pasar terhadap PAD ini pun belakangan menjadi sorotan dan diperbincangkan banyak pihak. Muncul pertanyaan, benarkah PAD dari seluruh pasar di Jember hanya sekitar Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar saja per tahun? Atau sebenarnya lebih, tapi ada kebocoran? Pertanyaan itu pun muncul di tengah masyarakat. Mengingat, pada bulan puasa jumlah pedagang meningkat dari hari-hari biasa.

Mungkinkah ada sumber PAD pasar yang bocor, sehingga tidak sampai masuk ke kas daerah? “Dugaan kebocoran itu yang harus diselesaikan. Kami pun akan mendorong agar bupati membuat sistem yang lebih baik,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pernah digelontorkan Pemkab Jember untuk revitalisasi pasar. Pada saat itu, di tahun 2018 dan 2019, ada ratusan miliar yang dipakai perbaikan-perbaikan puluhan pasar di Jember. Kini, apakah ada sumbangsih dari pasar untuk pendapatan asli daerah (PAD), dan bagaimana pengelolaannya?

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, PAD dari seluruh pasar yang dikelola pemkab, hanya berkisar antara Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar per tahun. Jika PAD dari retribusi atau parkir pasar hanya sebesar itu untuk tahun ini dan tahun berikutnya, maka demi mendapat PAD Rp 100 miliar, senilai anggaran revitalisasi, membutuhkan waktu setidaknya 20-an tahun.

Jika hal itu benar terjadi, maka tak sebanding dengan apa yang telah dikeluarkan pemerintah. Pada 2018 hingga 2019, setidaknya Rp 100 miliar lebih habis untuk revitalisasi pasar. Salah satunya, revitalisasi Pasar Manggisan yang sampai sekarang nasibnya masih terlunta-lunta.

Sumbangsih pasar terhadap PAD ini pun belakangan menjadi sorotan dan diperbincangkan banyak pihak. Muncul pertanyaan, benarkah PAD dari seluruh pasar di Jember hanya sekitar Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar saja per tahun? Atau sebenarnya lebih, tapi ada kebocoran? Pertanyaan itu pun muncul di tengah masyarakat. Mengingat, pada bulan puasa jumlah pedagang meningkat dari hari-hari biasa.

Mungkinkah ada sumber PAD pasar yang bocor, sehingga tidak sampai masuk ke kas daerah? “Dugaan kebocoran itu yang harus diselesaikan. Kami pun akan mendorong agar bupati membuat sistem yang lebih baik,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/