alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Salat Isya Berjarak, Tarawih Tidak

Perketat Penerapan Protokol Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebenarnya, Pengurus Masjid Jamik Al Baitul Amien Jember telah menerapkan standar protokol penanganan Covid-19 saat menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini. Seperti penerapan physical distancing atau menjaga jarak antarjamaah, sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan, mengecek suhu badan, juga mengimbau agar jamaah mengenakan masker kala beribadah di masjid. Hanya saja, masih ada jamaah yang melanggar protokol tersebut.

Jawa Pos Radar Jember mengamati secara langsung pelaksanaan salat Tarawih di hari pertama, kemarin (23/4). Di pintu masuk masjid, ada dua satpam yang berdiri. Memakai masker, tangan kanannya selalu menembakkan thermo gun serupa pistol kecil. Siapa saja yang mau salat atau masuk ke masjid utama Jember tersebut tak luput dari pemeriksaan mereka.

“Suhunya 36 derajat. Normal. Silakan masuk,” ucap salah seorang satpam yang memeriksa wartawan Jawa Pos Radar Jember. Tak hanya memeriksa suhu tubuh, dua bilik disinfektan juga disiapkan di pintu masuk, termasuk menyiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun di halaman masjid.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejurus kemudian, suara iqamah memanggil jamaah untuk menunaikan salat Isya. Para jamaah yang sebelumnya ada di halaman segera menuju ke dalam untuk menunaikan ibadah. Dari belakang, tampak saf jamaah tidak rapat. Ada jarak sekitar 0,5-1 meter antarjamaah. Lantai masjid yang dulu ada karpet merah tebal, sekarang sudah tidak ada lagi. Di beberapa bagian lantai marmer itu ditandai X dengan lakban hitam.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebenarnya, Pengurus Masjid Jamik Al Baitul Amien Jember telah menerapkan standar protokol penanganan Covid-19 saat menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini. Seperti penerapan physical distancing atau menjaga jarak antarjamaah, sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan, mengecek suhu badan, juga mengimbau agar jamaah mengenakan masker kala beribadah di masjid. Hanya saja, masih ada jamaah yang melanggar protokol tersebut.

Jawa Pos Radar Jember mengamati secara langsung pelaksanaan salat Tarawih di hari pertama, kemarin (23/4). Di pintu masuk masjid, ada dua satpam yang berdiri. Memakai masker, tangan kanannya selalu menembakkan thermo gun serupa pistol kecil. Siapa saja yang mau salat atau masuk ke masjid utama Jember tersebut tak luput dari pemeriksaan mereka.

“Suhunya 36 derajat. Normal. Silakan masuk,” ucap salah seorang satpam yang memeriksa wartawan Jawa Pos Radar Jember. Tak hanya memeriksa suhu tubuh, dua bilik disinfektan juga disiapkan di pintu masuk, termasuk menyiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun di halaman masjid.

Sejurus kemudian, suara iqamah memanggil jamaah untuk menunaikan salat Isya. Para jamaah yang sebelumnya ada di halaman segera menuju ke dalam untuk menunaikan ibadah. Dari belakang, tampak saf jamaah tidak rapat. Ada jarak sekitar 0,5-1 meter antarjamaah. Lantai masjid yang dulu ada karpet merah tebal, sekarang sudah tidak ada lagi. Di beberapa bagian lantai marmer itu ditandai X dengan lakban hitam.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebenarnya, Pengurus Masjid Jamik Al Baitul Amien Jember telah menerapkan standar protokol penanganan Covid-19 saat menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini. Seperti penerapan physical distancing atau menjaga jarak antarjamaah, sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan, mengecek suhu badan, juga mengimbau agar jamaah mengenakan masker kala beribadah di masjid. Hanya saja, masih ada jamaah yang melanggar protokol tersebut.

Jawa Pos Radar Jember mengamati secara langsung pelaksanaan salat Tarawih di hari pertama, kemarin (23/4). Di pintu masuk masjid, ada dua satpam yang berdiri. Memakai masker, tangan kanannya selalu menembakkan thermo gun serupa pistol kecil. Siapa saja yang mau salat atau masuk ke masjid utama Jember tersebut tak luput dari pemeriksaan mereka.

“Suhunya 36 derajat. Normal. Silakan masuk,” ucap salah seorang satpam yang memeriksa wartawan Jawa Pos Radar Jember. Tak hanya memeriksa suhu tubuh, dua bilik disinfektan juga disiapkan di pintu masuk, termasuk menyiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun di halaman masjid.

Sejurus kemudian, suara iqamah memanggil jamaah untuk menunaikan salat Isya. Para jamaah yang sebelumnya ada di halaman segera menuju ke dalam untuk menunaikan ibadah. Dari belakang, tampak saf jamaah tidak rapat. Ada jarak sekitar 0,5-1 meter antarjamaah. Lantai masjid yang dulu ada karpet merah tebal, sekarang sudah tidak ada lagi. Di beberapa bagian lantai marmer itu ditandai X dengan lakban hitam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/