alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Bulan Puasa Tiba, Jadwal Kerja Tetap Siang Malam

Setiap hari, sekitar sepuluh pegawai menghabiskan waktu di dapur umum Penanganan Covid-19. Mereka bertanggung jawab untuk memenuhi konsumsi warga yang menjalani isolasi. Bagaimana mereka menjalani puasa nanti?

Mobile_AP_Rectangle 1

Secara teknis, Koordinator Liposos Dinas Sosial Rony Efendi mengungkap, jumlah makanan yang dimasak disesuaikan dengan kebutuhan. Selama beberapa hari terakhir, dalam sehari semalam mereka harus menyiapkan sekitar 525 bungkus nasi. “Satu kali pengiriman saat ini 175 nasi bungkus. Jumlah itu kami lebihkan untuk menjaga kemungkinan adanya kekurangan,” ungkapnya.

Rony, yang berada di Liposos, melanjutkan, kerja sepuluh orang dilakukan secara total siang dan malam. Jika harus beristirahat, maka mereka harus bergantian. Penyiapan untuk masak dilakukan sejak malam sebelumnya. Seperti membeli kekurangan bahan pokok. Kemudian, sebelum subuh sudah mulai dimasak untuk sarapan pagi. “Selanjutnya, pagi masak untuk siang, dan siang masak untuk sore atau malam. Jadi, makannya tiga kali,” ulasnya.

Nah, apa yang telah terjadi itu adalah hari-hari sebelum Ramadan. Rony menjelaskan, jadwal masak selama bulan puasa juga disesuaikan. “Begitu memasuki puasa, jadwal masak dan jadwal makan berubah. Masak malam hari untuk persiapan sahur. Masak siang hari untuk persiapan berbuka puasa,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bukan hanya itu, dapur umum juga akan memasak makanan di waktu sore atau setelah magrib. Hal itu dilakukan untuk menyiapkan santapan di malam hari. Dengan demikian, jatah makan untuk mereka yang ada di JSG tetap tiga kali. “Terkecuali, ada warga yang tidak puasa, maka akan disesuaikan. Yang jelas, akan tetap diransum. Pada hari pertama, informasinya lima warga tidak bisa berpuasa,” ulas Rony.

Dengan kerja siang dan malam, Rony menyebut, pekerjaan dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh para pegawai. Mereka yang bekerja memasak pun dikontrol agar tidak lupa makan dan tidak lupa beristirahat. “Jangan sampai pegawai yang di sini juga sakit. Sehingga penyiapan konsumsi tetap bisa maksimal,” pungkasnya.

- Advertisement -

Secara teknis, Koordinator Liposos Dinas Sosial Rony Efendi mengungkap, jumlah makanan yang dimasak disesuaikan dengan kebutuhan. Selama beberapa hari terakhir, dalam sehari semalam mereka harus menyiapkan sekitar 525 bungkus nasi. “Satu kali pengiriman saat ini 175 nasi bungkus. Jumlah itu kami lebihkan untuk menjaga kemungkinan adanya kekurangan,” ungkapnya.

Rony, yang berada di Liposos, melanjutkan, kerja sepuluh orang dilakukan secara total siang dan malam. Jika harus beristirahat, maka mereka harus bergantian. Penyiapan untuk masak dilakukan sejak malam sebelumnya. Seperti membeli kekurangan bahan pokok. Kemudian, sebelum subuh sudah mulai dimasak untuk sarapan pagi. “Selanjutnya, pagi masak untuk siang, dan siang masak untuk sore atau malam. Jadi, makannya tiga kali,” ulasnya.

Nah, apa yang telah terjadi itu adalah hari-hari sebelum Ramadan. Rony menjelaskan, jadwal masak selama bulan puasa juga disesuaikan. “Begitu memasuki puasa, jadwal masak dan jadwal makan berubah. Masak malam hari untuk persiapan sahur. Masak siang hari untuk persiapan berbuka puasa,” tuturnya.

Bukan hanya itu, dapur umum juga akan memasak makanan di waktu sore atau setelah magrib. Hal itu dilakukan untuk menyiapkan santapan di malam hari. Dengan demikian, jatah makan untuk mereka yang ada di JSG tetap tiga kali. “Terkecuali, ada warga yang tidak puasa, maka akan disesuaikan. Yang jelas, akan tetap diransum. Pada hari pertama, informasinya lima warga tidak bisa berpuasa,” ulas Rony.

Dengan kerja siang dan malam, Rony menyebut, pekerjaan dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh para pegawai. Mereka yang bekerja memasak pun dikontrol agar tidak lupa makan dan tidak lupa beristirahat. “Jangan sampai pegawai yang di sini juga sakit. Sehingga penyiapan konsumsi tetap bisa maksimal,” pungkasnya.

Secara teknis, Koordinator Liposos Dinas Sosial Rony Efendi mengungkap, jumlah makanan yang dimasak disesuaikan dengan kebutuhan. Selama beberapa hari terakhir, dalam sehari semalam mereka harus menyiapkan sekitar 525 bungkus nasi. “Satu kali pengiriman saat ini 175 nasi bungkus. Jumlah itu kami lebihkan untuk menjaga kemungkinan adanya kekurangan,” ungkapnya.

Rony, yang berada di Liposos, melanjutkan, kerja sepuluh orang dilakukan secara total siang dan malam. Jika harus beristirahat, maka mereka harus bergantian. Penyiapan untuk masak dilakukan sejak malam sebelumnya. Seperti membeli kekurangan bahan pokok. Kemudian, sebelum subuh sudah mulai dimasak untuk sarapan pagi. “Selanjutnya, pagi masak untuk siang, dan siang masak untuk sore atau malam. Jadi, makannya tiga kali,” ulasnya.

Nah, apa yang telah terjadi itu adalah hari-hari sebelum Ramadan. Rony menjelaskan, jadwal masak selama bulan puasa juga disesuaikan. “Begitu memasuki puasa, jadwal masak dan jadwal makan berubah. Masak malam hari untuk persiapan sahur. Masak siang hari untuk persiapan berbuka puasa,” tuturnya.

Bukan hanya itu, dapur umum juga akan memasak makanan di waktu sore atau setelah magrib. Hal itu dilakukan untuk menyiapkan santapan di malam hari. Dengan demikian, jatah makan untuk mereka yang ada di JSG tetap tiga kali. “Terkecuali, ada warga yang tidak puasa, maka akan disesuaikan. Yang jelas, akan tetap diransum. Pada hari pertama, informasinya lima warga tidak bisa berpuasa,” ulas Rony.

Dengan kerja siang dan malam, Rony menyebut, pekerjaan dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh para pegawai. Mereka yang bekerja memasak pun dikontrol agar tidak lupa makan dan tidak lupa beristirahat. “Jangan sampai pegawai yang di sini juga sakit. Sehingga penyiapan konsumsi tetap bisa maksimal,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/