alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Bulan Puasa Tiba, Jadwal Kerja Tetap Siang Malam

Setiap hari, sekitar sepuluh pegawai menghabiskan waktu di dapur umum Penanganan Covid-19. Mereka bertanggung jawab untuk memenuhi konsumsi warga yang menjalani isolasi. Bagaimana mereka menjalani puasa nanti?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gelak tawa terdengar dari dalam tenda berbentuk persegi panjang. Beberapa orang bahkan terkekeh begitu melihat salah satu temannya tampak kaku saat memasak. Maklum, tidak semua dari pegawai tersebut bertugas di dapur. Sebagian dari mereka ada yang dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan ada yang dari Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Dinas Sosial Jember.

Meski sambil bergurau, sepuluh orang yang bertugas memasak makanan untuk penanganan Covid-19 terlihat tetap fokus. Candaan mereka seakan hanya sebagai pemanis agar tak jenuh berada di dalam tenda yang cukup gerah itu. Nantinya, masakan yang telah matang akan dibungkus, dan harus selesai tepat pada waktunya. Jika tidak, maka akan membuat lapar sekian orang yang berada di Jember Spot Garden (JSG) Desa/Kecamatan Ajung. Baik tim Satgas Penanganan Covid-19 ataupun warga yang menjalani isolasi.

“Setiap hari, kami harus memasak tiga kali. Jadi, ini sudah masakan yang kedua untuk makan siang,” kata Edi Suyanto, yang saat itu bersama Dzulmi Aziz dan Kholeq KS. Ketiganya sedang mengolah sayur kacang panjang. Sesekali mereka juga diminta tenaganya untuk membantu pegawai yang lain. Seperti harus mengangkat nasi yang sudah masak, atau bersama-sama membungkus nasi tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rasa panas yang cukup menyengat siang itu seakan tak dirasakan. Beberapa orang tetap fokus menyelesaikan tugasnya masing-masing. Ada yang menggoreng ikan, menanak nasi, juga menyiapkan sayuran. Begitu semuanya matang, tinggal dibungkus dan diantarkan ke JSG.

Koordinator Dapur Umum, Kasi Rehabilitasi Sosial Korban Bencana Dinas Sosial Jember Teguh Sulistya menyebut, sebanyak sepuluh orang yang bertugas ada yang khusus memasak. Masing-masing memiliki bagian dan saling membantu. “Ada juga yang bertugas membungkus dan mengantar makanannya ke JSG,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gelak tawa terdengar dari dalam tenda berbentuk persegi panjang. Beberapa orang bahkan terkekeh begitu melihat salah satu temannya tampak kaku saat memasak. Maklum, tidak semua dari pegawai tersebut bertugas di dapur. Sebagian dari mereka ada yang dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan ada yang dari Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Dinas Sosial Jember.

Meski sambil bergurau, sepuluh orang yang bertugas memasak makanan untuk penanganan Covid-19 terlihat tetap fokus. Candaan mereka seakan hanya sebagai pemanis agar tak jenuh berada di dalam tenda yang cukup gerah itu. Nantinya, masakan yang telah matang akan dibungkus, dan harus selesai tepat pada waktunya. Jika tidak, maka akan membuat lapar sekian orang yang berada di Jember Spot Garden (JSG) Desa/Kecamatan Ajung. Baik tim Satgas Penanganan Covid-19 ataupun warga yang menjalani isolasi.

“Setiap hari, kami harus memasak tiga kali. Jadi, ini sudah masakan yang kedua untuk makan siang,” kata Edi Suyanto, yang saat itu bersama Dzulmi Aziz dan Kholeq KS. Ketiganya sedang mengolah sayur kacang panjang. Sesekali mereka juga diminta tenaganya untuk membantu pegawai yang lain. Seperti harus mengangkat nasi yang sudah masak, atau bersama-sama membungkus nasi tersebut.

Rasa panas yang cukup menyengat siang itu seakan tak dirasakan. Beberapa orang tetap fokus menyelesaikan tugasnya masing-masing. Ada yang menggoreng ikan, menanak nasi, juga menyiapkan sayuran. Begitu semuanya matang, tinggal dibungkus dan diantarkan ke JSG.

Koordinator Dapur Umum, Kasi Rehabilitasi Sosial Korban Bencana Dinas Sosial Jember Teguh Sulistya menyebut, sebanyak sepuluh orang yang bertugas ada yang khusus memasak. Masing-masing memiliki bagian dan saling membantu. “Ada juga yang bertugas membungkus dan mengantar makanannya ke JSG,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gelak tawa terdengar dari dalam tenda berbentuk persegi panjang. Beberapa orang bahkan terkekeh begitu melihat salah satu temannya tampak kaku saat memasak. Maklum, tidak semua dari pegawai tersebut bertugas di dapur. Sebagian dari mereka ada yang dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan ada yang dari Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Dinas Sosial Jember.

Meski sambil bergurau, sepuluh orang yang bertugas memasak makanan untuk penanganan Covid-19 terlihat tetap fokus. Candaan mereka seakan hanya sebagai pemanis agar tak jenuh berada di dalam tenda yang cukup gerah itu. Nantinya, masakan yang telah matang akan dibungkus, dan harus selesai tepat pada waktunya. Jika tidak, maka akan membuat lapar sekian orang yang berada di Jember Spot Garden (JSG) Desa/Kecamatan Ajung. Baik tim Satgas Penanganan Covid-19 ataupun warga yang menjalani isolasi.

“Setiap hari, kami harus memasak tiga kali. Jadi, ini sudah masakan yang kedua untuk makan siang,” kata Edi Suyanto, yang saat itu bersama Dzulmi Aziz dan Kholeq KS. Ketiganya sedang mengolah sayur kacang panjang. Sesekali mereka juga diminta tenaganya untuk membantu pegawai yang lain. Seperti harus mengangkat nasi yang sudah masak, atau bersama-sama membungkus nasi tersebut.

Rasa panas yang cukup menyengat siang itu seakan tak dirasakan. Beberapa orang tetap fokus menyelesaikan tugasnya masing-masing. Ada yang menggoreng ikan, menanak nasi, juga menyiapkan sayuran. Begitu semuanya matang, tinggal dibungkus dan diantarkan ke JSG.

Koordinator Dapur Umum, Kasi Rehabilitasi Sosial Korban Bencana Dinas Sosial Jember Teguh Sulistya menyebut, sebanyak sepuluh orang yang bertugas ada yang khusus memasak. Masing-masing memiliki bagian dan saling membantu. “Ada juga yang bertugas membungkus dan mengantar makanannya ke JSG,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/