alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Buah-buahan Jadi Alternatif Vitamin

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beragam jenis vitamin di apotek jadi serbuan masyarakat di kala pandemi Covid-19 saat ini. Tak sedikit mereka latah dengan memborongnya. Padahal, untuk konsumsi jangka panjang, vitamin kemasan tidak direkomendasikan. Vitamin alami dari buah-buah dinilai lebih baik.

Apoteker Apotek Keluarga, Uswatun Hasanah Apt mengaku, saat ini apotek dijatah oleh produsen farmasi. “Untuk vitamin kemasan botol setiap merek dijatah tiga botol saja,” jelasnya. Penyebabnya, di beberapa apotek, vitamin mulai banyak diborong masyarakat, sehingga sejumlah apotek kehabisan vitamin.

Jenis vitamin yang paling dicari adalah vitamin C dan kedua adalah vitamin E. “Sekarang vitamin E mulai turun permintaannya. Kalau Maret kemarin tinggi, sama dengan vitamin C,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Uswatun, memborong vitamin E juga termasuk latah lantaran terpengaruh informasi yang beredar di medsos bahwa vitamin E juga bisa meningkatkan imun. Padahal fungsi utamanya bukan itu. “Vitamin E ini untuk kulit dan antioksidan. Berbeda dengan vitamin C, bisa memelihara ketahanan tubuh,” tambahnya.

Dalam meminum suplemen vitamin, lanjut alumnus Farmasi Unej ini, tidak disarankan dalam jangka waktu panjang. Terlebih lagi, bagi orang yang sehat-sehat saja. Dalam kemasan produk suplemen, sebetulnya ada keterangan maksimal konsumsi terus berapa hari. Secara sederhana, batas maksimal konsumsi suplemen vitamin adalah dua bulan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beragam jenis vitamin di apotek jadi serbuan masyarakat di kala pandemi Covid-19 saat ini. Tak sedikit mereka latah dengan memborongnya. Padahal, untuk konsumsi jangka panjang, vitamin kemasan tidak direkomendasikan. Vitamin alami dari buah-buah dinilai lebih baik.

Apoteker Apotek Keluarga, Uswatun Hasanah Apt mengaku, saat ini apotek dijatah oleh produsen farmasi. “Untuk vitamin kemasan botol setiap merek dijatah tiga botol saja,” jelasnya. Penyebabnya, di beberapa apotek, vitamin mulai banyak diborong masyarakat, sehingga sejumlah apotek kehabisan vitamin.

Jenis vitamin yang paling dicari adalah vitamin C dan kedua adalah vitamin E. “Sekarang vitamin E mulai turun permintaannya. Kalau Maret kemarin tinggi, sama dengan vitamin C,” jelasnya.

Menurut Uswatun, memborong vitamin E juga termasuk latah lantaran terpengaruh informasi yang beredar di medsos bahwa vitamin E juga bisa meningkatkan imun. Padahal fungsi utamanya bukan itu. “Vitamin E ini untuk kulit dan antioksidan. Berbeda dengan vitamin C, bisa memelihara ketahanan tubuh,” tambahnya.

Dalam meminum suplemen vitamin, lanjut alumnus Farmasi Unej ini, tidak disarankan dalam jangka waktu panjang. Terlebih lagi, bagi orang yang sehat-sehat saja. Dalam kemasan produk suplemen, sebetulnya ada keterangan maksimal konsumsi terus berapa hari. Secara sederhana, batas maksimal konsumsi suplemen vitamin adalah dua bulan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beragam jenis vitamin di apotek jadi serbuan masyarakat di kala pandemi Covid-19 saat ini. Tak sedikit mereka latah dengan memborongnya. Padahal, untuk konsumsi jangka panjang, vitamin kemasan tidak direkomendasikan. Vitamin alami dari buah-buah dinilai lebih baik.

Apoteker Apotek Keluarga, Uswatun Hasanah Apt mengaku, saat ini apotek dijatah oleh produsen farmasi. “Untuk vitamin kemasan botol setiap merek dijatah tiga botol saja,” jelasnya. Penyebabnya, di beberapa apotek, vitamin mulai banyak diborong masyarakat, sehingga sejumlah apotek kehabisan vitamin.

Jenis vitamin yang paling dicari adalah vitamin C dan kedua adalah vitamin E. “Sekarang vitamin E mulai turun permintaannya. Kalau Maret kemarin tinggi, sama dengan vitamin C,” jelasnya.

Menurut Uswatun, memborong vitamin E juga termasuk latah lantaran terpengaruh informasi yang beredar di medsos bahwa vitamin E juga bisa meningkatkan imun. Padahal fungsi utamanya bukan itu. “Vitamin E ini untuk kulit dan antioksidan. Berbeda dengan vitamin C, bisa memelihara ketahanan tubuh,” tambahnya.

Dalam meminum suplemen vitamin, lanjut alumnus Farmasi Unej ini, tidak disarankan dalam jangka waktu panjang. Terlebih lagi, bagi orang yang sehat-sehat saja. Dalam kemasan produk suplemen, sebetulnya ada keterangan maksimal konsumsi terus berapa hari. Secara sederhana, batas maksimal konsumsi suplemen vitamin adalah dua bulan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/