alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Selokan Dangkal, Banyak Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang menyapa jantung Kota Jember pada Jumat (18/03) sore membuat banyak orang terkejut. Apalagi, kawasan kota masih sangat dekat dengan Sungai Ciliwung dan Bedadung, yang artinya pembuangan saluran air semestinya lancar. Nah, penyebab gorong-gorong tersumbat bisa jadi karena dangkal dan banyak sampah.

Baca Juga : Janggal, Polres Jember Usut Kasus Bayi Meninggal di Dalam Sumur

Hal tersebut terbukti setelah pihak Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga melakukan pembersihan sampah di selokan sekitar Alun-Alun Jember, kemarin (23/3). Selokan dengan panjang sekira 30 meter tersebut banyak sampahnya. Mulai dari tumpukan plastik, botol, hingga kabel juga ada di dalam selokan. Sebagian sampah tersangkut di pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Proses pembersihan yang dilakukan petugas berlokasi di Jalan PB Sudirman Nomor 13, Lingkungan Pagah, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Tepatnya di depan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas II A Jember.

Menurut Pujo Wahyudi, pegawai yang membersihkan selokan, pembersihan selokan dilakukan untuk mencegah banjir terjadi di sekitar alun-alun. Apalagi, setahun terakhir tidak pernah dibersihkan. “Ini pertama di masa kepemimpinan Bupati Hendy, dan beliau meminta harus dibersihkan sampai ke akar-akarnya, agar tidak terjadi banjir lagi,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang menyapa jantung Kota Jember pada Jumat (18/03) sore membuat banyak orang terkejut. Apalagi, kawasan kota masih sangat dekat dengan Sungai Ciliwung dan Bedadung, yang artinya pembuangan saluran air semestinya lancar. Nah, penyebab gorong-gorong tersumbat bisa jadi karena dangkal dan banyak sampah.

Baca Juga : Janggal, Polres Jember Usut Kasus Bayi Meninggal di Dalam Sumur

Hal tersebut terbukti setelah pihak Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga melakukan pembersihan sampah di selokan sekitar Alun-Alun Jember, kemarin (23/3). Selokan dengan panjang sekira 30 meter tersebut banyak sampahnya. Mulai dari tumpukan plastik, botol, hingga kabel juga ada di dalam selokan. Sebagian sampah tersangkut di pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember.

Proses pembersihan yang dilakukan petugas berlokasi di Jalan PB Sudirman Nomor 13, Lingkungan Pagah, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Tepatnya di depan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas II A Jember.

Menurut Pujo Wahyudi, pegawai yang membersihkan selokan, pembersihan selokan dilakukan untuk mencegah banjir terjadi di sekitar alun-alun. Apalagi, setahun terakhir tidak pernah dibersihkan. “Ini pertama di masa kepemimpinan Bupati Hendy, dan beliau meminta harus dibersihkan sampai ke akar-akarnya, agar tidak terjadi banjir lagi,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang menyapa jantung Kota Jember pada Jumat (18/03) sore membuat banyak orang terkejut. Apalagi, kawasan kota masih sangat dekat dengan Sungai Ciliwung dan Bedadung, yang artinya pembuangan saluran air semestinya lancar. Nah, penyebab gorong-gorong tersumbat bisa jadi karena dangkal dan banyak sampah.

Baca Juga : Janggal, Polres Jember Usut Kasus Bayi Meninggal di Dalam Sumur

Hal tersebut terbukti setelah pihak Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga melakukan pembersihan sampah di selokan sekitar Alun-Alun Jember, kemarin (23/3). Selokan dengan panjang sekira 30 meter tersebut banyak sampahnya. Mulai dari tumpukan plastik, botol, hingga kabel juga ada di dalam selokan. Sebagian sampah tersangkut di pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember.

Proses pembersihan yang dilakukan petugas berlokasi di Jalan PB Sudirman Nomor 13, Lingkungan Pagah, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Tepatnya di depan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas II A Jember.

Menurut Pujo Wahyudi, pegawai yang membersihkan selokan, pembersihan selokan dilakukan untuk mencegah banjir terjadi di sekitar alun-alun. Apalagi, setahun terakhir tidak pernah dibersihkan. “Ini pertama di masa kepemimpinan Bupati Hendy, dan beliau meminta harus dibersihkan sampai ke akar-akarnya, agar tidak terjadi banjir lagi,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/