alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Merasa Dikibuli Poktan Soal Pupuk Subsidi, Petani Geruduk Kantor Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Puluhan warga dan petani di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Jember, beramai-ramai mendatangi kantor desa setempat, Kamis (24/3). Aksi mereka itu dipicu lantaran distribusi pupuk subsidi selama ini dinilai janggal. Dari soal sulitnya mendapatkan alokasi pupuk subsidi, hingga sejumlah kios penyalur yang ditengarai curang dengan menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Koordinator Aksi Ahmad Suriyanto mengatakan, unjukrasa ini merupakan puncak kekesalan petani terhadap amburadulnya distribusi dan tataniaga pupuk subsidi. Sebab, seringkali petani justru kesulitan mendapatkan rabuk ketika membutuhkan. Kalaupun toh ada, biasanya harganya melonjak tajam.

BACA JUGA: Pupuk, Problem Lama yang Tak (Bisa) Selesai

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan menenteng sejumlah poster tuntutan dan pelantang suara, aksi petani ini juga menyoal terkait keberadaan kelompok tani (poktan) di desa setempat. Mereka menilai selama ini keberadaan poktan justru dinikmati segelintir orang, serta diduga ikut memainkan alur distribusi dan harga pupuk subsidi. “Tapi mau ngomong itu takut, karena tidak ada bukti,” ujarnya.

Massa menuntut agar Pemerintah Desa Harjomulyo dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) segera merombak kepengurusan poktan karena dianggap seperti mafia pupuk. Mereka ditengarai bermain untuk keuntungan pribadi dan kalangan tertentu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Puluhan warga dan petani di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Jember, beramai-ramai mendatangi kantor desa setempat, Kamis (24/3). Aksi mereka itu dipicu lantaran distribusi pupuk subsidi selama ini dinilai janggal. Dari soal sulitnya mendapatkan alokasi pupuk subsidi, hingga sejumlah kios penyalur yang ditengarai curang dengan menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Koordinator Aksi Ahmad Suriyanto mengatakan, unjukrasa ini merupakan puncak kekesalan petani terhadap amburadulnya distribusi dan tataniaga pupuk subsidi. Sebab, seringkali petani justru kesulitan mendapatkan rabuk ketika membutuhkan. Kalaupun toh ada, biasanya harganya melonjak tajam.

BACA JUGA: Pupuk, Problem Lama yang Tak (Bisa) Selesai

Dengan menenteng sejumlah poster tuntutan dan pelantang suara, aksi petani ini juga menyoal terkait keberadaan kelompok tani (poktan) di desa setempat. Mereka menilai selama ini keberadaan poktan justru dinikmati segelintir orang, serta diduga ikut memainkan alur distribusi dan harga pupuk subsidi. “Tapi mau ngomong itu takut, karena tidak ada bukti,” ujarnya.

Massa menuntut agar Pemerintah Desa Harjomulyo dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) segera merombak kepengurusan poktan karena dianggap seperti mafia pupuk. Mereka ditengarai bermain untuk keuntungan pribadi dan kalangan tertentu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Puluhan warga dan petani di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Jember, beramai-ramai mendatangi kantor desa setempat, Kamis (24/3). Aksi mereka itu dipicu lantaran distribusi pupuk subsidi selama ini dinilai janggal. Dari soal sulitnya mendapatkan alokasi pupuk subsidi, hingga sejumlah kios penyalur yang ditengarai curang dengan menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Koordinator Aksi Ahmad Suriyanto mengatakan, unjukrasa ini merupakan puncak kekesalan petani terhadap amburadulnya distribusi dan tataniaga pupuk subsidi. Sebab, seringkali petani justru kesulitan mendapatkan rabuk ketika membutuhkan. Kalaupun toh ada, biasanya harganya melonjak tajam.

BACA JUGA: Pupuk, Problem Lama yang Tak (Bisa) Selesai

Dengan menenteng sejumlah poster tuntutan dan pelantang suara, aksi petani ini juga menyoal terkait keberadaan kelompok tani (poktan) di desa setempat. Mereka menilai selama ini keberadaan poktan justru dinikmati segelintir orang, serta diduga ikut memainkan alur distribusi dan harga pupuk subsidi. “Tapi mau ngomong itu takut, karena tidak ada bukti,” ujarnya.

Massa menuntut agar Pemerintah Desa Harjomulyo dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) segera merombak kepengurusan poktan karena dianggap seperti mafia pupuk. Mereka ditengarai bermain untuk keuntungan pribadi dan kalangan tertentu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/