alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Lalin Bundaran Mastrip Kembali ke Asal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sistem lalu lintas mengalami perubahan di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Meski perubahan tersebut kurang lebih sebulan terakhir, banyak kontroversi dari kalangan masyarakat setempat. Mereka menilai perubahan tersebut belum maksimal.

Baca Juga : Janggal, Polres Jember Usut Kasus Bayi Meninggal di Dalam Sumur

Salah satunya datang dari pemilik toko sandal yang berada di sekitar bundaran. Menurutnya, para pengendara secara umum tidak sepenuhnya mengetahui perubahan sistem lalu lintas di kawasan bundaran tersebut. Dirinya mengakui perubahan sistem lalu lintas masih berjalan sekitar sebulan. “Pengendara banyak belum tahu,” kata pemilik toko sandal tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak adanya lampu lalu lintas, menurutnya, memunculkan potensi adanya kecelakaan. Sebab, warga harus memilih jalan pada jalur yang berseberangan.

Selain itu, masyarakat juga belum terbiasa melalui jalur bundaran yang sebelumnya ada lampu lalu lintas. “Ini belum lama,” terangnya.

Lampu lalu lintas yang berdiri di tengah dan sudut jalan menjadi tidak berfungsi. Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember Nova Ritonga menjelaskan, Jalan Mastrip dari awal sudah menjadi jalur bundaran. Kemudian, diubah sebagai perempatan yang menggunakan lampu lalu lintas. Pada akhir-akhir ini mengalami perubahan lagi dengan mengembalikan seperti semula. “Bundaran, traffic light, bundaran lagi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Nova Ritonga melanjutkan, perubahan Bundaran Mastrip karena faktor kemacetan panjang yang sering terjadi. Atas dasar tersebut, Bundaran Mastrip tidak lagi memakai traffic light.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sistem lalu lintas mengalami perubahan di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Meski perubahan tersebut kurang lebih sebulan terakhir, banyak kontroversi dari kalangan masyarakat setempat. Mereka menilai perubahan tersebut belum maksimal.

Baca Juga : Janggal, Polres Jember Usut Kasus Bayi Meninggal di Dalam Sumur

Salah satunya datang dari pemilik toko sandal yang berada di sekitar bundaran. Menurutnya, para pengendara secara umum tidak sepenuhnya mengetahui perubahan sistem lalu lintas di kawasan bundaran tersebut. Dirinya mengakui perubahan sistem lalu lintas masih berjalan sekitar sebulan. “Pengendara banyak belum tahu,” kata pemilik toko sandal tersebut.

Tidak adanya lampu lalu lintas, menurutnya, memunculkan potensi adanya kecelakaan. Sebab, warga harus memilih jalan pada jalur yang berseberangan.

Selain itu, masyarakat juga belum terbiasa melalui jalur bundaran yang sebelumnya ada lampu lalu lintas. “Ini belum lama,” terangnya.

Lampu lalu lintas yang berdiri di tengah dan sudut jalan menjadi tidak berfungsi. Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember Nova Ritonga menjelaskan, Jalan Mastrip dari awal sudah menjadi jalur bundaran. Kemudian, diubah sebagai perempatan yang menggunakan lampu lalu lintas. Pada akhir-akhir ini mengalami perubahan lagi dengan mengembalikan seperti semula. “Bundaran, traffic light, bundaran lagi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Nova Ritonga melanjutkan, perubahan Bundaran Mastrip karena faktor kemacetan panjang yang sering terjadi. Atas dasar tersebut, Bundaran Mastrip tidak lagi memakai traffic light.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sistem lalu lintas mengalami perubahan di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Meski perubahan tersebut kurang lebih sebulan terakhir, banyak kontroversi dari kalangan masyarakat setempat. Mereka menilai perubahan tersebut belum maksimal.

Baca Juga : Janggal, Polres Jember Usut Kasus Bayi Meninggal di Dalam Sumur

Salah satunya datang dari pemilik toko sandal yang berada di sekitar bundaran. Menurutnya, para pengendara secara umum tidak sepenuhnya mengetahui perubahan sistem lalu lintas di kawasan bundaran tersebut. Dirinya mengakui perubahan sistem lalu lintas masih berjalan sekitar sebulan. “Pengendara banyak belum tahu,” kata pemilik toko sandal tersebut.

Tidak adanya lampu lalu lintas, menurutnya, memunculkan potensi adanya kecelakaan. Sebab, warga harus memilih jalan pada jalur yang berseberangan.

Selain itu, masyarakat juga belum terbiasa melalui jalur bundaran yang sebelumnya ada lampu lalu lintas. “Ini belum lama,” terangnya.

Lampu lalu lintas yang berdiri di tengah dan sudut jalan menjadi tidak berfungsi. Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember Nova Ritonga menjelaskan, Jalan Mastrip dari awal sudah menjadi jalur bundaran. Kemudian, diubah sebagai perempatan yang menggunakan lampu lalu lintas. Pada akhir-akhir ini mengalami perubahan lagi dengan mengembalikan seperti semula. “Bundaran, traffic light, bundaran lagi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Nova Ritonga melanjutkan, perubahan Bundaran Mastrip karena faktor kemacetan panjang yang sering terjadi. Atas dasar tersebut, Bundaran Mastrip tidak lagi memakai traffic light.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/