alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Banyak Sampah hingga Jadi Tempat Mesum

Jembatan Penyeberangan Orang Bobrok

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lalang kendaraan di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jemberkidul, Kecamatan Kaliwates, tampak padat, Senin (22/3) lalu. Tepatnya di barat Pasar Jompo. Untuk mencari celah menyeberang saja sangat sulit. Meski begitu, ada saja orang yang nekat menyeberang kala itu. Padahal, beberapa meter dari sana terdapat jembatan penyeberangan orang (JPO).

Siang itu, suara peluit nyaring terdengar dari salah seorang juru parkir saat memarkirkan kendaraan roda empat di sekitar JPO. Di sela-sela tugasnya, dia kerap menegur salah seorang pejalan kaki yang nekat menyeberang jalan, namun tidak melalui JPO. Dengan memperhatikan sela-sela kendaraan, si pejalan kaki memberanikan diri untuk menyeberang dengan berlari.

Keberadaan jembatan penyeberangan itu pun menjadi sorotan. Tepatnya, JPO di depan Bank BCA KCU Jember. Berdasar pengakuan warga sekitar, tempat tersebut mulai ditinggalkan dari fungsi aslinya sebagai jembatan penyeberangan. “Soalnya terlalu tinggi dan licin,” papar Nur Efendi, juru parkir di sekitar JPO.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jukir yang berusia 54 tahun itu menerangkan bahwa banyak orang yang mengaku enggan melewati JPO karena beberapa faktor. Berdasar paparan warga sekitar, dia menerangkan bahwa anak tangga pada jembatan itu terlalu terjal. Karena itu, beberapa orang, terutama lansia, lebih memilih menyeberang tanpa menggunakan JPO.

Selain itu, warga Jalan Kenanga VIII, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, tersebut mengungkapkan bahwa struktur bangunan pada atap JPO kurang berfungsi dengan baik. Sebab, banyak air yang masuk ke dalam saat hujan. Akibatnya, jalan JPO menjadi licin, tak jarang mengakibatkan pejalan kaki terpeleset. “Apalagi, tidak ada pembuangan air,” lanjutnya. Jadi, air hujan kerap menggenang di sana.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lalang kendaraan di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jemberkidul, Kecamatan Kaliwates, tampak padat, Senin (22/3) lalu. Tepatnya di barat Pasar Jompo. Untuk mencari celah menyeberang saja sangat sulit. Meski begitu, ada saja orang yang nekat menyeberang kala itu. Padahal, beberapa meter dari sana terdapat jembatan penyeberangan orang (JPO).

Siang itu, suara peluit nyaring terdengar dari salah seorang juru parkir saat memarkirkan kendaraan roda empat di sekitar JPO. Di sela-sela tugasnya, dia kerap menegur salah seorang pejalan kaki yang nekat menyeberang jalan, namun tidak melalui JPO. Dengan memperhatikan sela-sela kendaraan, si pejalan kaki memberanikan diri untuk menyeberang dengan berlari.

Keberadaan jembatan penyeberangan itu pun menjadi sorotan. Tepatnya, JPO di depan Bank BCA KCU Jember. Berdasar pengakuan warga sekitar, tempat tersebut mulai ditinggalkan dari fungsi aslinya sebagai jembatan penyeberangan. “Soalnya terlalu tinggi dan licin,” papar Nur Efendi, juru parkir di sekitar JPO.

Jukir yang berusia 54 tahun itu menerangkan bahwa banyak orang yang mengaku enggan melewati JPO karena beberapa faktor. Berdasar paparan warga sekitar, dia menerangkan bahwa anak tangga pada jembatan itu terlalu terjal. Karena itu, beberapa orang, terutama lansia, lebih memilih menyeberang tanpa menggunakan JPO.

Selain itu, warga Jalan Kenanga VIII, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, tersebut mengungkapkan bahwa struktur bangunan pada atap JPO kurang berfungsi dengan baik. Sebab, banyak air yang masuk ke dalam saat hujan. Akibatnya, jalan JPO menjadi licin, tak jarang mengakibatkan pejalan kaki terpeleset. “Apalagi, tidak ada pembuangan air,” lanjutnya. Jadi, air hujan kerap menggenang di sana.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lalang kendaraan di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jemberkidul, Kecamatan Kaliwates, tampak padat, Senin (22/3) lalu. Tepatnya di barat Pasar Jompo. Untuk mencari celah menyeberang saja sangat sulit. Meski begitu, ada saja orang yang nekat menyeberang kala itu. Padahal, beberapa meter dari sana terdapat jembatan penyeberangan orang (JPO).

Siang itu, suara peluit nyaring terdengar dari salah seorang juru parkir saat memarkirkan kendaraan roda empat di sekitar JPO. Di sela-sela tugasnya, dia kerap menegur salah seorang pejalan kaki yang nekat menyeberang jalan, namun tidak melalui JPO. Dengan memperhatikan sela-sela kendaraan, si pejalan kaki memberanikan diri untuk menyeberang dengan berlari.

Keberadaan jembatan penyeberangan itu pun menjadi sorotan. Tepatnya, JPO di depan Bank BCA KCU Jember. Berdasar pengakuan warga sekitar, tempat tersebut mulai ditinggalkan dari fungsi aslinya sebagai jembatan penyeberangan. “Soalnya terlalu tinggi dan licin,” papar Nur Efendi, juru parkir di sekitar JPO.

Jukir yang berusia 54 tahun itu menerangkan bahwa banyak orang yang mengaku enggan melewati JPO karena beberapa faktor. Berdasar paparan warga sekitar, dia menerangkan bahwa anak tangga pada jembatan itu terlalu terjal. Karena itu, beberapa orang, terutama lansia, lebih memilih menyeberang tanpa menggunakan JPO.

Selain itu, warga Jalan Kenanga VIII, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, tersebut mengungkapkan bahwa struktur bangunan pada atap JPO kurang berfungsi dengan baik. Sebab, banyak air yang masuk ke dalam saat hujan. Akibatnya, jalan JPO menjadi licin, tak jarang mengakibatkan pejalan kaki terpeleset. “Apalagi, tidak ada pembuangan air,” lanjutnya. Jadi, air hujan kerap menggenang di sana.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/