alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

14 Hektare Jadi Pelabuhan, Warung Pinggiran Bakal Hilang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sekitar 14 hektare lahan di sekitar Pantai Payangan dan Watu Ulo, Dusun Sidomulyo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, bakal digarap sebagai pelabuhan perikanan. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Perikanan Jember Tigo Dewanto setelah menjalani rapat tertutup bersama Bupati Jember Hendy Siswanto bersama jajarannya di Pemkab Jember, kemarin (23/3).

Dia mengungkapkan bahwa gagasan tersebut akan dilakukan kajian-kajian lebih dulu. Menurut Tigo, yang paling mendesak dan harus diurus lebih dulu adalah sertifikasi lahan. Mengingat banyak lahan negara di sekitar bibir pantai yang masih dihuni oleh masyarakat. Nantinya pemkab bakal melakukan pendekatan-pendekatan supaya tak ada gejolak di kemudian hari.

Meski begitu, perlu ada kajian karena banyak tanah negara yang dipakai masyarakat. Dengan begitu, bisa diolah oleh pemkab. Selanjutnya, perlu ada pendekatan supaya tak ada masalah. “Butuh kurang lebih 14 hektare. Disertifikatkan, lalu diberikan kepada provinsi untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tigo menuturkan bahwa lokasi tepatnya berada di Pantai Payangan sebelah barat Teluk Love. Rencananya, akan dibuatkan breakwater terlebih dulu untuk memecah ombak supaya kapal-kapal bisa berlayar.

Lalu, mengapa perlu dibangun pelabuhan perikanan? Dia menjelaskan, dermaga yang sebelumnya dibangun di sekitar Pantai Payangan sudah tidak bisa difungsikan karena dinilai berbahaya dan kerap memakan korban. Selain itu, banyak nelayan yang lebih memilih berangkat dari Pantai Papuma. Padahal, risikonya juga sama berbahaya seperti di Pantai Payangan. “Dari wisata juga merusak pemandangan,” tegasnya.

Pembangunan pelabuhan ikan itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pesisir pantai. Utamanya yang bertahan hidup dengan mencari nafkah dari menjual potensi laut. Tigo memaparkan bahwa struktur bangunan dan pembiayaan menyusul. “Yang terpenting tanah dulu,” paparnya. Bakal digarap secepatnya setelah sertifikasi rampung. Jadi, pemda mengurus lahan, provinsi pembangunan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sekitar 14 hektare lahan di sekitar Pantai Payangan dan Watu Ulo, Dusun Sidomulyo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, bakal digarap sebagai pelabuhan perikanan. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Perikanan Jember Tigo Dewanto setelah menjalani rapat tertutup bersama Bupati Jember Hendy Siswanto bersama jajarannya di Pemkab Jember, kemarin (23/3).

Dia mengungkapkan bahwa gagasan tersebut akan dilakukan kajian-kajian lebih dulu. Menurut Tigo, yang paling mendesak dan harus diurus lebih dulu adalah sertifikasi lahan. Mengingat banyak lahan negara di sekitar bibir pantai yang masih dihuni oleh masyarakat. Nantinya pemkab bakal melakukan pendekatan-pendekatan supaya tak ada gejolak di kemudian hari.

Meski begitu, perlu ada kajian karena banyak tanah negara yang dipakai masyarakat. Dengan begitu, bisa diolah oleh pemkab. Selanjutnya, perlu ada pendekatan supaya tak ada masalah. “Butuh kurang lebih 14 hektare. Disertifikatkan, lalu diberikan kepada provinsi untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Tigo menuturkan bahwa lokasi tepatnya berada di Pantai Payangan sebelah barat Teluk Love. Rencananya, akan dibuatkan breakwater terlebih dulu untuk memecah ombak supaya kapal-kapal bisa berlayar.

Lalu, mengapa perlu dibangun pelabuhan perikanan? Dia menjelaskan, dermaga yang sebelumnya dibangun di sekitar Pantai Payangan sudah tidak bisa difungsikan karena dinilai berbahaya dan kerap memakan korban. Selain itu, banyak nelayan yang lebih memilih berangkat dari Pantai Papuma. Padahal, risikonya juga sama berbahaya seperti di Pantai Payangan. “Dari wisata juga merusak pemandangan,” tegasnya.

Pembangunan pelabuhan ikan itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pesisir pantai. Utamanya yang bertahan hidup dengan mencari nafkah dari menjual potensi laut. Tigo memaparkan bahwa struktur bangunan dan pembiayaan menyusul. “Yang terpenting tanah dulu,” paparnya. Bakal digarap secepatnya setelah sertifikasi rampung. Jadi, pemda mengurus lahan, provinsi pembangunan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sekitar 14 hektare lahan di sekitar Pantai Payangan dan Watu Ulo, Dusun Sidomulyo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, bakal digarap sebagai pelabuhan perikanan. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Perikanan Jember Tigo Dewanto setelah menjalani rapat tertutup bersama Bupati Jember Hendy Siswanto bersama jajarannya di Pemkab Jember, kemarin (23/3).

Dia mengungkapkan bahwa gagasan tersebut akan dilakukan kajian-kajian lebih dulu. Menurut Tigo, yang paling mendesak dan harus diurus lebih dulu adalah sertifikasi lahan. Mengingat banyak lahan negara di sekitar bibir pantai yang masih dihuni oleh masyarakat. Nantinya pemkab bakal melakukan pendekatan-pendekatan supaya tak ada gejolak di kemudian hari.

Meski begitu, perlu ada kajian karena banyak tanah negara yang dipakai masyarakat. Dengan begitu, bisa diolah oleh pemkab. Selanjutnya, perlu ada pendekatan supaya tak ada masalah. “Butuh kurang lebih 14 hektare. Disertifikatkan, lalu diberikan kepada provinsi untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Tigo menuturkan bahwa lokasi tepatnya berada di Pantai Payangan sebelah barat Teluk Love. Rencananya, akan dibuatkan breakwater terlebih dulu untuk memecah ombak supaya kapal-kapal bisa berlayar.

Lalu, mengapa perlu dibangun pelabuhan perikanan? Dia menjelaskan, dermaga yang sebelumnya dibangun di sekitar Pantai Payangan sudah tidak bisa difungsikan karena dinilai berbahaya dan kerap memakan korban. Selain itu, banyak nelayan yang lebih memilih berangkat dari Pantai Papuma. Padahal, risikonya juga sama berbahaya seperti di Pantai Payangan. “Dari wisata juga merusak pemandangan,” tegasnya.

Pembangunan pelabuhan ikan itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pesisir pantai. Utamanya yang bertahan hidup dengan mencari nafkah dari menjual potensi laut. Tigo memaparkan bahwa struktur bangunan dan pembiayaan menyusul. “Yang terpenting tanah dulu,” paparnya. Bakal digarap secepatnya setelah sertifikasi rampung. Jadi, pemda mengurus lahan, provinsi pembangunan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca