alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Lepas 12 Kijang demi Konservasi Hutan

Mobile_AP_Rectangle 1

TEMPUREJO, Radar Jember – Ada 12 kijang yang dilepasliarkan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jember. Ya, hewan bertanduk yang terdiri atas 2 pejantan dan 10 betina itu dilepas agar dapat hidup bebas. Juga menyempurnakan ekosistem di Taman Nasional (TN) Meru Betiri.

Saat pelepasan yang dilakukan Selasa (22/2) kemarin, orang nomor satu di Jember itu didampingi oleh Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, Dandim 0824 Letkol Inf Batara C. Pangaribuan, Anggota DPRD Jember Fraksi NasDem David Handoko Seto, serta camat dan kades setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Bupati Hendy, kijang tersebut memang habitat aslinya di TN Meru Betiri. Keberadaannya di Jember harus terus dilestarikan agar bisa diketahui juga oleh generasi selanjutnya. Selain itu, kijang di TN Meru Betiri ini juga berfungsi sebagai pakan alami bagi hewan karnivora dalam siklus rantai makanan.

“Tentunya Pemkab Jember mendukung langkah dan kolaborasi dengan KSDA yang saling memberikan manfaat, karena juga ada warga kami tinggal di sini,” ungkapnya.

Baginya, pelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah daerah. Namun, sudah menjadi sesuatu yang darurat harus ditangani oleh semua pihak. Termasuk warga sekitar yang hidup di lingkungan itu sendiri.

- Advertisement -

TEMPUREJO, Radar Jember – Ada 12 kijang yang dilepasliarkan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jember. Ya, hewan bertanduk yang terdiri atas 2 pejantan dan 10 betina itu dilepas agar dapat hidup bebas. Juga menyempurnakan ekosistem di Taman Nasional (TN) Meru Betiri.

Saat pelepasan yang dilakukan Selasa (22/2) kemarin, orang nomor satu di Jember itu didampingi oleh Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, Dandim 0824 Letkol Inf Batara C. Pangaribuan, Anggota DPRD Jember Fraksi NasDem David Handoko Seto, serta camat dan kades setempat.

Menurut Bupati Hendy, kijang tersebut memang habitat aslinya di TN Meru Betiri. Keberadaannya di Jember harus terus dilestarikan agar bisa diketahui juga oleh generasi selanjutnya. Selain itu, kijang di TN Meru Betiri ini juga berfungsi sebagai pakan alami bagi hewan karnivora dalam siklus rantai makanan.

“Tentunya Pemkab Jember mendukung langkah dan kolaborasi dengan KSDA yang saling memberikan manfaat, karena juga ada warga kami tinggal di sini,” ungkapnya.

Baginya, pelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah daerah. Namun, sudah menjadi sesuatu yang darurat harus ditangani oleh semua pihak. Termasuk warga sekitar yang hidup di lingkungan itu sendiri.

TEMPUREJO, Radar Jember – Ada 12 kijang yang dilepasliarkan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jember. Ya, hewan bertanduk yang terdiri atas 2 pejantan dan 10 betina itu dilepas agar dapat hidup bebas. Juga menyempurnakan ekosistem di Taman Nasional (TN) Meru Betiri.

Saat pelepasan yang dilakukan Selasa (22/2) kemarin, orang nomor satu di Jember itu didampingi oleh Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, Dandim 0824 Letkol Inf Batara C. Pangaribuan, Anggota DPRD Jember Fraksi NasDem David Handoko Seto, serta camat dan kades setempat.

Menurut Bupati Hendy, kijang tersebut memang habitat aslinya di TN Meru Betiri. Keberadaannya di Jember harus terus dilestarikan agar bisa diketahui juga oleh generasi selanjutnya. Selain itu, kijang di TN Meru Betiri ini juga berfungsi sebagai pakan alami bagi hewan karnivora dalam siklus rantai makanan.

“Tentunya Pemkab Jember mendukung langkah dan kolaborasi dengan KSDA yang saling memberikan manfaat, karena juga ada warga kami tinggal di sini,” ungkapnya.

Baginya, pelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah daerah. Namun, sudah menjadi sesuatu yang darurat harus ditangani oleh semua pihak. Termasuk warga sekitar yang hidup di lingkungan itu sendiri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/