alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Ditinggal Pemiliknya, Rumah Kian Berbahaya

Mobile_AP_Rectangle 1

KEMIRI, Radar Jember – Sudah sebulan ini rumah milik Erwanto, wara Dusun Bunot, Desa Kemiri, Kecamatan Panti, ditinggal pergi. Ini dilakukan setelah rumah satu-satunya rusak parah akibat fondasinya ambrol dan plengsengan sungai tergerus banjir bandang, Kamis (20/1) lalu. Kondisi rumah itu pun hingga saat ini dikosongkan.

Erwanto mengaku, sebulan terakhir ini dia dan keluarganya menempati rumah orang tuanya yang tidak jauh dari lokasi. Hal itu dilakukan karena kondisi rumahnya memprihatinkan. “Ya terpaksa rumah dikosongkan, semua barang-barang dalam rumahnya dipindah ke rumah,” kata Pak Holip, orang tuanya.

Letak rumah ini tepat berada di pinggir Sungai Dinoyo yang pernah diterjang banjir bandang pada tahun 2006 silam. Rumah itu pun kembali terancam setelah banjir bandang sebulan lalu merusak fondasi rumah dan plengsengan sungai. “Apalagi temboknya banyak retaknya, ya terpaksa dikosongkan dan menempati rumah,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lantaran rumah itu kondisinya membahayakan, Erwanto sebetulnya ingin untuk memperbaikinya. Namun, apa daya, dia dan keluarganya belum cukup uang untuk membenahi rumah yang berada di tebing sungai Dinoyo. “Fondasi rusak, plengsengan juga rusak,” jelasnya.

- Advertisement -

KEMIRI, Radar Jember – Sudah sebulan ini rumah milik Erwanto, wara Dusun Bunot, Desa Kemiri, Kecamatan Panti, ditinggal pergi. Ini dilakukan setelah rumah satu-satunya rusak parah akibat fondasinya ambrol dan plengsengan sungai tergerus banjir bandang, Kamis (20/1) lalu. Kondisi rumah itu pun hingga saat ini dikosongkan.

Erwanto mengaku, sebulan terakhir ini dia dan keluarganya menempati rumah orang tuanya yang tidak jauh dari lokasi. Hal itu dilakukan karena kondisi rumahnya memprihatinkan. “Ya terpaksa rumah dikosongkan, semua barang-barang dalam rumahnya dipindah ke rumah,” kata Pak Holip, orang tuanya.

Letak rumah ini tepat berada di pinggir Sungai Dinoyo yang pernah diterjang banjir bandang pada tahun 2006 silam. Rumah itu pun kembali terancam setelah banjir bandang sebulan lalu merusak fondasi rumah dan plengsengan sungai. “Apalagi temboknya banyak retaknya, ya terpaksa dikosongkan dan menempati rumah,” imbuhnya.

Lantaran rumah itu kondisinya membahayakan, Erwanto sebetulnya ingin untuk memperbaikinya. Namun, apa daya, dia dan keluarganya belum cukup uang untuk membenahi rumah yang berada di tebing sungai Dinoyo. “Fondasi rusak, plengsengan juga rusak,” jelasnya.

KEMIRI, Radar Jember – Sudah sebulan ini rumah milik Erwanto, wara Dusun Bunot, Desa Kemiri, Kecamatan Panti, ditinggal pergi. Ini dilakukan setelah rumah satu-satunya rusak parah akibat fondasinya ambrol dan plengsengan sungai tergerus banjir bandang, Kamis (20/1) lalu. Kondisi rumah itu pun hingga saat ini dikosongkan.

Erwanto mengaku, sebulan terakhir ini dia dan keluarganya menempati rumah orang tuanya yang tidak jauh dari lokasi. Hal itu dilakukan karena kondisi rumahnya memprihatinkan. “Ya terpaksa rumah dikosongkan, semua barang-barang dalam rumahnya dipindah ke rumah,” kata Pak Holip, orang tuanya.

Letak rumah ini tepat berada di pinggir Sungai Dinoyo yang pernah diterjang banjir bandang pada tahun 2006 silam. Rumah itu pun kembali terancam setelah banjir bandang sebulan lalu merusak fondasi rumah dan plengsengan sungai. “Apalagi temboknya banyak retaknya, ya terpaksa dikosongkan dan menempati rumah,” imbuhnya.

Lantaran rumah itu kondisinya membahayakan, Erwanto sebetulnya ingin untuk memperbaikinya. Namun, apa daya, dia dan keluarganya belum cukup uang untuk membenahi rumah yang berada di tebing sungai Dinoyo. “Fondasi rusak, plengsengan juga rusak,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/