22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Layanannya Sultan, Fotografer Profesional Disiapkan

Memang, umrah itu ibadah. Bukan ngelencer apalagi sibuk mejeng. Tapi, bukan lantas kita tak boleh mencari yang nyaman dengan fasilitas plus. Tentu agar ibadahnya makin fokus. Kenangan yang dibawa pun maksimal. Persada sangat memperhatikan itu.

Mobile_AP_Rectangle 1

MADINAH, RADARJEMBER.ID – “Lho, kok diantar sendiri,’’ celetuk saya. Sore itu saya benar-benar kaget. Mbak Urfia, owner Persada Indonesia Jember, sudah di depan pintu pagar rumah saya. Turun dari mobil membawakan koper dibantu salah satu stafnya. Total ada sepuluh koper. Lima besar, lima kecil. Semua mendarat sampai depan pintu rumah. Saya sedikit tergopoh. Sungkan.

BACA JUGA : Izin Usaha Pertambangan Gunung Sadeng Jember Diobral

Saya sempat protes, mengapa harus repot sampai diantar langsung oleh Si Bos. Mbak Urfia enteng saja menjawab. Kata dia, memang begitulah selama ini dia lakukan. Koper beserta perlengkapan langsung diantar ke rumah. Tak jarang, dia antar sendiri. Sebelum ke rumah saya, dia mengatakan jika sudah mampir ke salah satu jemaah umrah yang akan berangkat sehari setelah saya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Urusan koper dan tas bawaan memang sepele. Namun, jika tak disiapkan sesuai kebutuhan, bisa malah bikin tak nyaman. Persada rupanya jeli sekali. Selain koper besar, disiapkan koper kecil. Koper ini dibawa ke kabin pesawat diisi perlengkapan urgent maupun darurat mengantisipasi koper besar terlambat sampai ke kamar hotel. Masih ada lagi tas ransel kecil yang bisa dijinjing untuk dokumen, HP, kamera, dan pernak-pernik penting lainnya. Untuk nyelipkan sandal, tas ini juga masih lapang. Kantongnya banyak bersekat-sekat.

Ada lagi tas mirip goodie bag, tapi ukurannya lumayan besar, kokoh, dan ada ritsleting penutup. Tas inilah yang lumayan membantu saat kita hendak membawa pakaian ihram di sela-sela kegiatan city tour. Biasanya memang sepulang city tour ini travel menyediakan kesempatan untuk umrah dengan mengambil miqat yang tak jauh dari Masjidil Haram. Miqat adalah titik awal kita hendak melakukan umrah. Dari tempat itu kita harus mengenakan pakaian ihram dan segala aturan serta larangan saat menjalankan umrah berlaku. Di miqat itu pula kita merapalkan niat setelah sebelumnya salat sunah ihram. Jika terpaksa koper harus “beranak” saking banyaknya oleh-oleh untuk dibawa pulang, tas ini juga bisa jadi solusi. Bisa nggembung dan muat lumayan banyak.

- Advertisement -

MADINAH, RADARJEMBER.ID – “Lho, kok diantar sendiri,’’ celetuk saya. Sore itu saya benar-benar kaget. Mbak Urfia, owner Persada Indonesia Jember, sudah di depan pintu pagar rumah saya. Turun dari mobil membawakan koper dibantu salah satu stafnya. Total ada sepuluh koper. Lima besar, lima kecil. Semua mendarat sampai depan pintu rumah. Saya sedikit tergopoh. Sungkan.

BACA JUGA : Izin Usaha Pertambangan Gunung Sadeng Jember Diobral

Saya sempat protes, mengapa harus repot sampai diantar langsung oleh Si Bos. Mbak Urfia enteng saja menjawab. Kata dia, memang begitulah selama ini dia lakukan. Koper beserta perlengkapan langsung diantar ke rumah. Tak jarang, dia antar sendiri. Sebelum ke rumah saya, dia mengatakan jika sudah mampir ke salah satu jemaah umrah yang akan berangkat sehari setelah saya.

Urusan koper dan tas bawaan memang sepele. Namun, jika tak disiapkan sesuai kebutuhan, bisa malah bikin tak nyaman. Persada rupanya jeli sekali. Selain koper besar, disiapkan koper kecil. Koper ini dibawa ke kabin pesawat diisi perlengkapan urgent maupun darurat mengantisipasi koper besar terlambat sampai ke kamar hotel. Masih ada lagi tas ransel kecil yang bisa dijinjing untuk dokumen, HP, kamera, dan pernak-pernik penting lainnya. Untuk nyelipkan sandal, tas ini juga masih lapang. Kantongnya banyak bersekat-sekat.

Ada lagi tas mirip goodie bag, tapi ukurannya lumayan besar, kokoh, dan ada ritsleting penutup. Tas inilah yang lumayan membantu saat kita hendak membawa pakaian ihram di sela-sela kegiatan city tour. Biasanya memang sepulang city tour ini travel menyediakan kesempatan untuk umrah dengan mengambil miqat yang tak jauh dari Masjidil Haram. Miqat adalah titik awal kita hendak melakukan umrah. Dari tempat itu kita harus mengenakan pakaian ihram dan segala aturan serta larangan saat menjalankan umrah berlaku. Di miqat itu pula kita merapalkan niat setelah sebelumnya salat sunah ihram. Jika terpaksa koper harus “beranak” saking banyaknya oleh-oleh untuk dibawa pulang, tas ini juga bisa jadi solusi. Bisa nggembung dan muat lumayan banyak.

MADINAH, RADARJEMBER.ID – “Lho, kok diantar sendiri,’’ celetuk saya. Sore itu saya benar-benar kaget. Mbak Urfia, owner Persada Indonesia Jember, sudah di depan pintu pagar rumah saya. Turun dari mobil membawakan koper dibantu salah satu stafnya. Total ada sepuluh koper. Lima besar, lima kecil. Semua mendarat sampai depan pintu rumah. Saya sedikit tergopoh. Sungkan.

BACA JUGA : Izin Usaha Pertambangan Gunung Sadeng Jember Diobral

Saya sempat protes, mengapa harus repot sampai diantar langsung oleh Si Bos. Mbak Urfia enteng saja menjawab. Kata dia, memang begitulah selama ini dia lakukan. Koper beserta perlengkapan langsung diantar ke rumah. Tak jarang, dia antar sendiri. Sebelum ke rumah saya, dia mengatakan jika sudah mampir ke salah satu jemaah umrah yang akan berangkat sehari setelah saya.

Urusan koper dan tas bawaan memang sepele. Namun, jika tak disiapkan sesuai kebutuhan, bisa malah bikin tak nyaman. Persada rupanya jeli sekali. Selain koper besar, disiapkan koper kecil. Koper ini dibawa ke kabin pesawat diisi perlengkapan urgent maupun darurat mengantisipasi koper besar terlambat sampai ke kamar hotel. Masih ada lagi tas ransel kecil yang bisa dijinjing untuk dokumen, HP, kamera, dan pernak-pernik penting lainnya. Untuk nyelipkan sandal, tas ini juga masih lapang. Kantongnya banyak bersekat-sekat.

Ada lagi tas mirip goodie bag, tapi ukurannya lumayan besar, kokoh, dan ada ritsleting penutup. Tas inilah yang lumayan membantu saat kita hendak membawa pakaian ihram di sela-sela kegiatan city tour. Biasanya memang sepulang city tour ini travel menyediakan kesempatan untuk umrah dengan mengambil miqat yang tak jauh dari Masjidil Haram. Miqat adalah titik awal kita hendak melakukan umrah. Dari tempat itu kita harus mengenakan pakaian ihram dan segala aturan serta larangan saat menjalankan umrah berlaku. Di miqat itu pula kita merapalkan niat setelah sebelumnya salat sunah ihram. Jika terpaksa koper harus “beranak” saking banyaknya oleh-oleh untuk dibawa pulang, tas ini juga bisa jadi solusi. Bisa nggembung dan muat lumayan banyak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca