alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Tak Pernah Ikut Lomba, Tiba-Tiba Jadi Juara Mancing

Kejutan di Balik Event Lomba Mancing Wisata

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – RAUT gembira dari wajah Agus Yuhariadi mengalahkan terik matahari, siang kemarin. Ya, pria 56 tahun ini berhasil menyabet juara satu dalam ajang Lomba Mancing Wisata yang digelar Jawa Pos Radar Jember berkolaborasi dengan Dinas Perikanan di Taman Botani Sukorambi, Minggu (23/1).

Ikan gurami seberat 1,82 kilogram yang didapatkan Agus menjadi ikan dengan bobot terberat dari ratusan peserta lainnya. Meski ada satu peserta lain yang mendapatkan ikan dengan bobot yang sama dan menjadi juara kedua. Kesamaan bobot ikan itu pun membuat panitia mengundi untuk menentukan siapa yang menjadi juara pertama.

Sebelumnya, pria asal Kecamatan Sumbersari ini tak pernah mengikuti lomba serupa dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Apalagi sampai menjadi juara. Dia mengaku, ini menjadi pengalaman pertamanya. “Tidak kebayang sama sekali. Soalnya baru ini ikut lomba dan langsung menang,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia juga hanya pemancing biasa yang menyalurkan hobinya di waktu senggang saja. Itu pun secara mandiri dan tidak berkelompok. “Saya tidak ikut komunitas apa-apa,” ucap Agus.

Mengikuti lomba ini, Agus berkata, karena diajak oleh temannya. Tak ada niatan ataupun sengaja mencari informasi tentang pengadaan lomba memancing. Pakan ikan yang ia jadikan umpan dalam mengikuti lomba ini juga sangat sederhana, bahkan seadanya. Dia hanya menggunakan pelet dan jangkrik. Pakan ini memang biasa dia gunakan saat memancing di sungai.

Menurutnya, memancing memang menjadi hobinya sejak bujang. Dulu ia hampir setiap hari memancing. Minimal, sepekan sekali ia meluangkan waktu untuk memancing. Namun, semakin lama tugas dari tempat Agus bekerja semakin menumpuk. Karenanya, ia jarang memiliki waktu senggang untuk menyalurkan hobinya itu. Ditambah lagi pandemi yang hampir dua tahun ini, membuat Agus semakin membatasi waktu untuk pergi keluar rumah. Sejak itulah Agus mulai jarang menyalurkan hobinya tersebut karena berbagai alasan.

Setelah menjadi juara pertama, ia mengaku kembali tergiur untuk menekuni kembali hobi lamanya itu. Bukan hanya karena ingin menjadi juara dalam ajang lomba, namun saat memancing ia kembali merasa mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Terlebih, bagi Agus memancing juga menjadi sarana menguji kesabarannya dalam mendapatkan ikan. “Setelah dapat juara ini kayaknya hobi lama kambuh lagi. Soalnya seru,” sebutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – RAUT gembira dari wajah Agus Yuhariadi mengalahkan terik matahari, siang kemarin. Ya, pria 56 tahun ini berhasil menyabet juara satu dalam ajang Lomba Mancing Wisata yang digelar Jawa Pos Radar Jember berkolaborasi dengan Dinas Perikanan di Taman Botani Sukorambi, Minggu (23/1).

Ikan gurami seberat 1,82 kilogram yang didapatkan Agus menjadi ikan dengan bobot terberat dari ratusan peserta lainnya. Meski ada satu peserta lain yang mendapatkan ikan dengan bobot yang sama dan menjadi juara kedua. Kesamaan bobot ikan itu pun membuat panitia mengundi untuk menentukan siapa yang menjadi juara pertama.

Sebelumnya, pria asal Kecamatan Sumbersari ini tak pernah mengikuti lomba serupa dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Apalagi sampai menjadi juara. Dia mengaku, ini menjadi pengalaman pertamanya. “Tidak kebayang sama sekali. Soalnya baru ini ikut lomba dan langsung menang,” katanya.

Dia juga hanya pemancing biasa yang menyalurkan hobinya di waktu senggang saja. Itu pun secara mandiri dan tidak berkelompok. “Saya tidak ikut komunitas apa-apa,” ucap Agus.

Mengikuti lomba ini, Agus berkata, karena diajak oleh temannya. Tak ada niatan ataupun sengaja mencari informasi tentang pengadaan lomba memancing. Pakan ikan yang ia jadikan umpan dalam mengikuti lomba ini juga sangat sederhana, bahkan seadanya. Dia hanya menggunakan pelet dan jangkrik. Pakan ini memang biasa dia gunakan saat memancing di sungai.

Menurutnya, memancing memang menjadi hobinya sejak bujang. Dulu ia hampir setiap hari memancing. Minimal, sepekan sekali ia meluangkan waktu untuk memancing. Namun, semakin lama tugas dari tempat Agus bekerja semakin menumpuk. Karenanya, ia jarang memiliki waktu senggang untuk menyalurkan hobinya itu. Ditambah lagi pandemi yang hampir dua tahun ini, membuat Agus semakin membatasi waktu untuk pergi keluar rumah. Sejak itulah Agus mulai jarang menyalurkan hobinya tersebut karena berbagai alasan.

Setelah menjadi juara pertama, ia mengaku kembali tergiur untuk menekuni kembali hobi lamanya itu. Bukan hanya karena ingin menjadi juara dalam ajang lomba, namun saat memancing ia kembali merasa mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Terlebih, bagi Agus memancing juga menjadi sarana menguji kesabarannya dalam mendapatkan ikan. “Setelah dapat juara ini kayaknya hobi lama kambuh lagi. Soalnya seru,” sebutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – RAUT gembira dari wajah Agus Yuhariadi mengalahkan terik matahari, siang kemarin. Ya, pria 56 tahun ini berhasil menyabet juara satu dalam ajang Lomba Mancing Wisata yang digelar Jawa Pos Radar Jember berkolaborasi dengan Dinas Perikanan di Taman Botani Sukorambi, Minggu (23/1).

Ikan gurami seberat 1,82 kilogram yang didapatkan Agus menjadi ikan dengan bobot terberat dari ratusan peserta lainnya. Meski ada satu peserta lain yang mendapatkan ikan dengan bobot yang sama dan menjadi juara kedua. Kesamaan bobot ikan itu pun membuat panitia mengundi untuk menentukan siapa yang menjadi juara pertama.

Sebelumnya, pria asal Kecamatan Sumbersari ini tak pernah mengikuti lomba serupa dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Apalagi sampai menjadi juara. Dia mengaku, ini menjadi pengalaman pertamanya. “Tidak kebayang sama sekali. Soalnya baru ini ikut lomba dan langsung menang,” katanya.

Dia juga hanya pemancing biasa yang menyalurkan hobinya di waktu senggang saja. Itu pun secara mandiri dan tidak berkelompok. “Saya tidak ikut komunitas apa-apa,” ucap Agus.

Mengikuti lomba ini, Agus berkata, karena diajak oleh temannya. Tak ada niatan ataupun sengaja mencari informasi tentang pengadaan lomba memancing. Pakan ikan yang ia jadikan umpan dalam mengikuti lomba ini juga sangat sederhana, bahkan seadanya. Dia hanya menggunakan pelet dan jangkrik. Pakan ini memang biasa dia gunakan saat memancing di sungai.

Menurutnya, memancing memang menjadi hobinya sejak bujang. Dulu ia hampir setiap hari memancing. Minimal, sepekan sekali ia meluangkan waktu untuk memancing. Namun, semakin lama tugas dari tempat Agus bekerja semakin menumpuk. Karenanya, ia jarang memiliki waktu senggang untuk menyalurkan hobinya itu. Ditambah lagi pandemi yang hampir dua tahun ini, membuat Agus semakin membatasi waktu untuk pergi keluar rumah. Sejak itulah Agus mulai jarang menyalurkan hobinya tersebut karena berbagai alasan.

Setelah menjadi juara pertama, ia mengaku kembali tergiur untuk menekuni kembali hobi lamanya itu. Bukan hanya karena ingin menjadi juara dalam ajang lomba, namun saat memancing ia kembali merasa mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Terlebih, bagi Agus memancing juga menjadi sarana menguji kesabarannya dalam mendapatkan ikan. “Setelah dapat juara ini kayaknya hobi lama kambuh lagi. Soalnya seru,” sebutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/