alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Ranting Ditebang, Tak Lagi Menangis

Polisi Pasang Police Line

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pohon akasia dan pohon kelapa milik Mawardi, 70, warga Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, akhirnya disterilkan dari pengunjung dengan cara dipasang garis polisi atau police line oleh petugas dari Polsek Puger. Polisi sengaja membentangkan garis batas di sekitar pohon menangis tersebut. Pasalnya, pohon yang sempat viral beberapa waktu lalu itu mulai dimanfaatkan warga ke hal-hal berbau mistis.

Tidak sedikit pengunjung yang datang mengiris atau mengambil kulit batang pohon akasia dan pohon kelapa untuk dijadikan jimat. Salah satunya Samsuri yang datang dari Banyuwangi. “Saya sengaja datang untuk mengambil kulit pohon akasia untuk pegangan, sebagai tolak bala,” ujarnya.

Selain mengiris kulit pohon, pengunjung juga memeluk pohon akasia dengan harapan sembuh dari sakit. Seperti yang disampaikan Ernawati, 45, warga Gumukmas. Dia meyakini pohon tersebut bisa menyembuhkan penyakit jantungnya. Tak heran jika Ernawati memeluk pohon akasia tersebut dalam waktu lama. “Saya berharap kesembuhan,” ujar Erna singkat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pohon akasia dan pohon kelapa milik Mawardi, 70, warga Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, akhirnya disterilkan dari pengunjung dengan cara dipasang garis polisi atau police line oleh petugas dari Polsek Puger. Polisi sengaja membentangkan garis batas di sekitar pohon menangis tersebut. Pasalnya, pohon yang sempat viral beberapa waktu lalu itu mulai dimanfaatkan warga ke hal-hal berbau mistis.

Tidak sedikit pengunjung yang datang mengiris atau mengambil kulit batang pohon akasia dan pohon kelapa untuk dijadikan jimat. Salah satunya Samsuri yang datang dari Banyuwangi. “Saya sengaja datang untuk mengambil kulit pohon akasia untuk pegangan, sebagai tolak bala,” ujarnya.

Selain mengiris kulit pohon, pengunjung juga memeluk pohon akasia dengan harapan sembuh dari sakit. Seperti yang disampaikan Ernawati, 45, warga Gumukmas. Dia meyakini pohon tersebut bisa menyembuhkan penyakit jantungnya. Tak heran jika Ernawati memeluk pohon akasia tersebut dalam waktu lama. “Saya berharap kesembuhan,” ujar Erna singkat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pohon akasia dan pohon kelapa milik Mawardi, 70, warga Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, akhirnya disterilkan dari pengunjung dengan cara dipasang garis polisi atau police line oleh petugas dari Polsek Puger. Polisi sengaja membentangkan garis batas di sekitar pohon menangis tersebut. Pasalnya, pohon yang sempat viral beberapa waktu lalu itu mulai dimanfaatkan warga ke hal-hal berbau mistis.

Tidak sedikit pengunjung yang datang mengiris atau mengambil kulit batang pohon akasia dan pohon kelapa untuk dijadikan jimat. Salah satunya Samsuri yang datang dari Banyuwangi. “Saya sengaja datang untuk mengambil kulit pohon akasia untuk pegangan, sebagai tolak bala,” ujarnya.

Selain mengiris kulit pohon, pengunjung juga memeluk pohon akasia dengan harapan sembuh dari sakit. Seperti yang disampaikan Ernawati, 45, warga Gumukmas. Dia meyakini pohon tersebut bisa menyembuhkan penyakit jantungnya. Tak heran jika Ernawati memeluk pohon akasia tersebut dalam waktu lama. “Saya berharap kesembuhan,” ujar Erna singkat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/