alexametrics
26.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Lho, kok Sudah Ada RUP?

APBD Belum Sah, Dewan Laporkan ULP

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Jember sepertinya semakin di depan. Betapa tidak, lembaga ini telah mengumumkan adanya pekerjaan dengan nilai yang sangat fantastis, mencapai triliunan rupiah, kepada khalayak umum. Padahal sumber dananya yakni Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Jember tahun 2020 hingga kini masih belum disahkan.

Pengumuman adanya pekerjaan berupa pengadaan barang dan konstruksi tersebut, dimuat secara resmi di laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Fenomena yang demikian pun membuat banyak orang heran karena Rencana Umum Pengadaan (RUP) sudah dirilis, meski APBD-nya belum tuntas.

Penelusuran wartawan Jawa Pos Radar Jember mengungkapkan, beberapa program OPD untuk 2020 telah masuk dalam pengumuman seperti termuat dalam laman SIRUP. Seperti adanya pekerjaan di dinas kesehatan berupa pengadaan alat kedokteran radiologi RSD dr Soebandi senilai Rp 7,8 miliar dan pekerjaan konstruksi gedung Cancer Center senilai Rp 44,4 miliar. Selain itu, di disperindag juga dirilis pekerjaan konstruksi rehabilitasi Pasar Patrang senilai Rp 1 miliar, serta pekerjaan konstruksi rehabilitasi saluran senilai Rp 4,8 miliar di DPUBMSDA, dan masih ada pekerjaan-pekerjaan lainnya. Namun demikian, belum semua dinas masuk di dalam SIRUP tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk mengonfirmasi benar tidaknya pengumuman pekerjaan yang nilainya sudah mencapai triliunan rupiah tersebut, Jawa Pos Radar Jember menghubungi Kepala Bagian Pembangunan Mochamad Kosim. Namun, yang bersangkutan belum merespons hingga berita ini ditulis. Pria yang juga menjadi Ketua Tim Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Jember tersebut juga tidak merespons pesan singkat yang dikirim Jawa Pos Radar Jember, kemarin lusa (22/1).

Di sisi lain, saat mendatangi panitia angket di DPRD Jember, Senin lalu, Bupati Jember dr Faida MMR menyebut, APBD Jember belum selesai alias belum disahkan. “Kita pakai Perkada,” ucapnya. Wakil Bupati Abdul Muqit Arief yang sempat dikonfirmasi juga tak berkenan menjawab permasalahan APBD Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Jember sepertinya semakin di depan. Betapa tidak, lembaga ini telah mengumumkan adanya pekerjaan dengan nilai yang sangat fantastis, mencapai triliunan rupiah, kepada khalayak umum. Padahal sumber dananya yakni Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Jember tahun 2020 hingga kini masih belum disahkan.

Pengumuman adanya pekerjaan berupa pengadaan barang dan konstruksi tersebut, dimuat secara resmi di laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Fenomena yang demikian pun membuat banyak orang heran karena Rencana Umum Pengadaan (RUP) sudah dirilis, meski APBD-nya belum tuntas.

Penelusuran wartawan Jawa Pos Radar Jember mengungkapkan, beberapa program OPD untuk 2020 telah masuk dalam pengumuman seperti termuat dalam laman SIRUP. Seperti adanya pekerjaan di dinas kesehatan berupa pengadaan alat kedokteran radiologi RSD dr Soebandi senilai Rp 7,8 miliar dan pekerjaan konstruksi gedung Cancer Center senilai Rp 44,4 miliar. Selain itu, di disperindag juga dirilis pekerjaan konstruksi rehabilitasi Pasar Patrang senilai Rp 1 miliar, serta pekerjaan konstruksi rehabilitasi saluran senilai Rp 4,8 miliar di DPUBMSDA, dan masih ada pekerjaan-pekerjaan lainnya. Namun demikian, belum semua dinas masuk di dalam SIRUP tersebut.

Untuk mengonfirmasi benar tidaknya pengumuman pekerjaan yang nilainya sudah mencapai triliunan rupiah tersebut, Jawa Pos Radar Jember menghubungi Kepala Bagian Pembangunan Mochamad Kosim. Namun, yang bersangkutan belum merespons hingga berita ini ditulis. Pria yang juga menjadi Ketua Tim Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Jember tersebut juga tidak merespons pesan singkat yang dikirim Jawa Pos Radar Jember, kemarin lusa (22/1).

Di sisi lain, saat mendatangi panitia angket di DPRD Jember, Senin lalu, Bupati Jember dr Faida MMR menyebut, APBD Jember belum selesai alias belum disahkan. “Kita pakai Perkada,” ucapnya. Wakil Bupati Abdul Muqit Arief yang sempat dikonfirmasi juga tak berkenan menjawab permasalahan APBD Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Jember sepertinya semakin di depan. Betapa tidak, lembaga ini telah mengumumkan adanya pekerjaan dengan nilai yang sangat fantastis, mencapai triliunan rupiah, kepada khalayak umum. Padahal sumber dananya yakni Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Jember tahun 2020 hingga kini masih belum disahkan.

Pengumuman adanya pekerjaan berupa pengadaan barang dan konstruksi tersebut, dimuat secara resmi di laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Fenomena yang demikian pun membuat banyak orang heran karena Rencana Umum Pengadaan (RUP) sudah dirilis, meski APBD-nya belum tuntas.

Penelusuran wartawan Jawa Pos Radar Jember mengungkapkan, beberapa program OPD untuk 2020 telah masuk dalam pengumuman seperti termuat dalam laman SIRUP. Seperti adanya pekerjaan di dinas kesehatan berupa pengadaan alat kedokteran radiologi RSD dr Soebandi senilai Rp 7,8 miliar dan pekerjaan konstruksi gedung Cancer Center senilai Rp 44,4 miliar. Selain itu, di disperindag juga dirilis pekerjaan konstruksi rehabilitasi Pasar Patrang senilai Rp 1 miliar, serta pekerjaan konstruksi rehabilitasi saluran senilai Rp 4,8 miliar di DPUBMSDA, dan masih ada pekerjaan-pekerjaan lainnya. Namun demikian, belum semua dinas masuk di dalam SIRUP tersebut.

Untuk mengonfirmasi benar tidaknya pengumuman pekerjaan yang nilainya sudah mencapai triliunan rupiah tersebut, Jawa Pos Radar Jember menghubungi Kepala Bagian Pembangunan Mochamad Kosim. Namun, yang bersangkutan belum merespons hingga berita ini ditulis. Pria yang juga menjadi Ketua Tim Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Jember tersebut juga tidak merespons pesan singkat yang dikirim Jawa Pos Radar Jember, kemarin lusa (22/1).

Di sisi lain, saat mendatangi panitia angket di DPRD Jember, Senin lalu, Bupati Jember dr Faida MMR menyebut, APBD Jember belum selesai alias belum disahkan. “Kita pakai Perkada,” ucapnya. Wakil Bupati Abdul Muqit Arief yang sempat dikonfirmasi juga tak berkenan menjawab permasalahan APBD Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/