alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Sudah Bisa Ditebak, Nasib Bangunan Sekolah Pinggiran di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kerusakan sekolah di Jember masih banyak. Tak hanya sekolah di perkotaan. Namun, juga sekolah-sekolah yang ada di pinggiran. Salah satunya adalah SDN Sidomulyo 03 Jember. Sejak dua tahun belakangan, sekolah ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan, dua ruang kelas yang rusak itu berbahaya jika ditempati belajar.

Kepala SDN Sidomulyo 03 Jember Sujadi mengatakan, kondisi dua ruangan itu mengerikan. Kondisi lantai sudah amblas. Bahkan retakannya makin hari kian melebar. Tidak hanya di satu titik, tapi ada beberapa titik. Letaknya yang berada di dataran tinggi membuat posisi bangunan mudah amblas. Lantai yang amblas tidak hanya terjadi di ruang kelas, namun juga di teras.

Tak hanya itu, dinding-dinding kelas SDN Sidomulyo 03 Jember pun mulai retak di setiap ruangannya. Karenanya, jika ditempati belajar cukup mengkhawatirkan. Beruntung, selama dua tahun ini kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah ini berlangsung secara daring. Karena itu, tidak ada aktivitas pembelajaran di sekolah. “Kusen juga sudah hancur. Terlihat sudah sangat miring,” ungkap Sujadi, kemarin (22/12).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan anjuran dan solusi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Yakni dengan mengisi data kondisi ruang kelas atau ruangan yang rusak. Agar sekolahnya bisa menerima dana alokasi khusus (DAK) untuk perbaikan sekolah. Namun, hingga saat ini warta tentang bantuan tersebut belum juga terdengar. “Kalau kerusakan ringan kami bisa mengalokasikan BOS (bantuan operasional sekolah, Red). Dan selama ini, kami sudah mengisi data untuk DAK,” jelasnya.

Lain desa, lain kota. Kondisi kerusakan yang perlu segera mendapat renovasi adalah SDN Jember Lor 05. Sekolah yang berada di belakang Pasar Kreongan ini diapit oleh gedung Asrama Persid yang lama tak terpakai. Sehingga membuat posisi sekolah riskan dengan dampak cuaca. Jika hujan mengguyur deras, dinding pagar sekolah yang menjadi pembatas dengan gedung tak mampu menahan air hujan. Sebab, terlalu banyak menerima kiriman sampah. Selain itu, air dari pasar yang lokasinya lebih tinggi juga menghantam bangunan itu. Imbasnya, tembok pembatas itu roboh hingga mengenai dinding sekolah. Kondisi ini perlu segera ada pembenahan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kerusakan sekolah di Jember masih banyak. Tak hanya sekolah di perkotaan. Namun, juga sekolah-sekolah yang ada di pinggiran. Salah satunya adalah SDN Sidomulyo 03 Jember. Sejak dua tahun belakangan, sekolah ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan, dua ruang kelas yang rusak itu berbahaya jika ditempati belajar.

Kepala SDN Sidomulyo 03 Jember Sujadi mengatakan, kondisi dua ruangan itu mengerikan. Kondisi lantai sudah amblas. Bahkan retakannya makin hari kian melebar. Tidak hanya di satu titik, tapi ada beberapa titik. Letaknya yang berada di dataran tinggi membuat posisi bangunan mudah amblas. Lantai yang amblas tidak hanya terjadi di ruang kelas, namun juga di teras.

Tak hanya itu, dinding-dinding kelas SDN Sidomulyo 03 Jember pun mulai retak di setiap ruangannya. Karenanya, jika ditempati belajar cukup mengkhawatirkan. Beruntung, selama dua tahun ini kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah ini berlangsung secara daring. Karena itu, tidak ada aktivitas pembelajaran di sekolah. “Kusen juga sudah hancur. Terlihat sudah sangat miring,” ungkap Sujadi, kemarin (22/12).

Dia menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan anjuran dan solusi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Yakni dengan mengisi data kondisi ruang kelas atau ruangan yang rusak. Agar sekolahnya bisa menerima dana alokasi khusus (DAK) untuk perbaikan sekolah. Namun, hingga saat ini warta tentang bantuan tersebut belum juga terdengar. “Kalau kerusakan ringan kami bisa mengalokasikan BOS (bantuan operasional sekolah, Red). Dan selama ini, kami sudah mengisi data untuk DAK,” jelasnya.

Lain desa, lain kota. Kondisi kerusakan yang perlu segera mendapat renovasi adalah SDN Jember Lor 05. Sekolah yang berada di belakang Pasar Kreongan ini diapit oleh gedung Asrama Persid yang lama tak terpakai. Sehingga membuat posisi sekolah riskan dengan dampak cuaca. Jika hujan mengguyur deras, dinding pagar sekolah yang menjadi pembatas dengan gedung tak mampu menahan air hujan. Sebab, terlalu banyak menerima kiriman sampah. Selain itu, air dari pasar yang lokasinya lebih tinggi juga menghantam bangunan itu. Imbasnya, tembok pembatas itu roboh hingga mengenai dinding sekolah. Kondisi ini perlu segera ada pembenahan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kerusakan sekolah di Jember masih banyak. Tak hanya sekolah di perkotaan. Namun, juga sekolah-sekolah yang ada di pinggiran. Salah satunya adalah SDN Sidomulyo 03 Jember. Sejak dua tahun belakangan, sekolah ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan, dua ruang kelas yang rusak itu berbahaya jika ditempati belajar.

Kepala SDN Sidomulyo 03 Jember Sujadi mengatakan, kondisi dua ruangan itu mengerikan. Kondisi lantai sudah amblas. Bahkan retakannya makin hari kian melebar. Tidak hanya di satu titik, tapi ada beberapa titik. Letaknya yang berada di dataran tinggi membuat posisi bangunan mudah amblas. Lantai yang amblas tidak hanya terjadi di ruang kelas, namun juga di teras.

Tak hanya itu, dinding-dinding kelas SDN Sidomulyo 03 Jember pun mulai retak di setiap ruangannya. Karenanya, jika ditempati belajar cukup mengkhawatirkan. Beruntung, selama dua tahun ini kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah ini berlangsung secara daring. Karena itu, tidak ada aktivitas pembelajaran di sekolah. “Kusen juga sudah hancur. Terlihat sudah sangat miring,” ungkap Sujadi, kemarin (22/12).

Dia menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan anjuran dan solusi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Yakni dengan mengisi data kondisi ruang kelas atau ruangan yang rusak. Agar sekolahnya bisa menerima dana alokasi khusus (DAK) untuk perbaikan sekolah. Namun, hingga saat ini warta tentang bantuan tersebut belum juga terdengar. “Kalau kerusakan ringan kami bisa mengalokasikan BOS (bantuan operasional sekolah, Red). Dan selama ini, kami sudah mengisi data untuk DAK,” jelasnya.

Lain desa, lain kota. Kondisi kerusakan yang perlu segera mendapat renovasi adalah SDN Jember Lor 05. Sekolah yang berada di belakang Pasar Kreongan ini diapit oleh gedung Asrama Persid yang lama tak terpakai. Sehingga membuat posisi sekolah riskan dengan dampak cuaca. Jika hujan mengguyur deras, dinding pagar sekolah yang menjadi pembatas dengan gedung tak mampu menahan air hujan. Sebab, terlalu banyak menerima kiriman sampah. Selain itu, air dari pasar yang lokasinya lebih tinggi juga menghantam bangunan itu. Imbasnya, tembok pembatas itu roboh hingga mengenai dinding sekolah. Kondisi ini perlu segera ada pembenahan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/