alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Benarkah Honor Tenaga Kesehatan Jember Tak Sampai Sejuta ?

Mobile_AP_Rectangle 1

DINKES Jember buka suara soal terkuaknya problem kesejahteraan nakes tersebut. Plt Kepala Dinkes dr Lilik Lailiyah menyampaikan, hal itu sesuai dengan status para nakes yang masih magang mandiri. Mulanya, mereka mendaftar sebagai tenaga kesehatan untuk menjajaki pengalaman profesi di bidang kesehatan.

Jika dipadankan, status nakes magang mandiri ini sama dengan posisi guru honorer di lingkup pendidikan. “Itu adalah nakes yang statusnya magang mandiri. Istilahnya seperti itu. Kami sudah laporkan itu. Memang diangkat dari Dinas Kesehatan. Sama dengan guru,” jelas Lilik.

Dia mengungkapkan, idealnya posisi magang mandiri ini sifatnya hanya sementara. Tidak sampai bertahun-tahun lamanya. Namun, antara konsep dan praktiknya berbeda. Banyak nakes berstatus magang mandiri, tapi bekerja bertahun-tahun lamanya. Tetapi, Lilik tak menjelaskan mengenai batasan berapa lama nakes magang mandiri ini bisa bekerja. “Namanya magang mandiri. Masuk mandiri. Kemudian cari pengalaman. Magang mandiri hanya sementara,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah menganjurkan mereka untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Melalui rekrutmen itu, secara resmi nakes magang mandiri bisa mendapatkan haknya sesuai regulasi yang ada. “Ini salah satu upaya. Kami anjurkan untuk mengikuti alurnya, bagaimana menjadi PNS,” tambah Lilik.

Dia menegaskan, melalui program CPNS yang memprioritaskan masyarakat Jember ini, sudah ada sebagian nakes magang mandiri yang lolos. Hanya sebagian, tidak semuanya. “Sudah beberapa yang diterima. Memang tidak diterima semua,” ujarnya.

Kini, pihaknya telah mengomunikasikan solusi dan alternatif untuk memberikan kesejahteraan bagi nakes magang mandiri tersebut. Namun, Lilik enggan membeberkan secara detail opsi yang kini sedang diajukan pada bupati tersebut. “Kami sudah memikirkan itu. Kami sudah laporkan ke bupati. Tunggu saja,” pungkas Lilik.

Reporter : Dwi Siswanto/Radar Jember dan Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer :

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

 

- Advertisement -

DINKES Jember buka suara soal terkuaknya problem kesejahteraan nakes tersebut. Plt Kepala Dinkes dr Lilik Lailiyah menyampaikan, hal itu sesuai dengan status para nakes yang masih magang mandiri. Mulanya, mereka mendaftar sebagai tenaga kesehatan untuk menjajaki pengalaman profesi di bidang kesehatan.

Jika dipadankan, status nakes magang mandiri ini sama dengan posisi guru honorer di lingkup pendidikan. “Itu adalah nakes yang statusnya magang mandiri. Istilahnya seperti itu. Kami sudah laporkan itu. Memang diangkat dari Dinas Kesehatan. Sama dengan guru,” jelas Lilik.

Dia mengungkapkan, idealnya posisi magang mandiri ini sifatnya hanya sementara. Tidak sampai bertahun-tahun lamanya. Namun, antara konsep dan praktiknya berbeda. Banyak nakes berstatus magang mandiri, tapi bekerja bertahun-tahun lamanya. Tetapi, Lilik tak menjelaskan mengenai batasan berapa lama nakes magang mandiri ini bisa bekerja. “Namanya magang mandiri. Masuk mandiri. Kemudian cari pengalaman. Magang mandiri hanya sementara,” ucapnya.

Untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah menganjurkan mereka untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Melalui rekrutmen itu, secara resmi nakes magang mandiri bisa mendapatkan haknya sesuai regulasi yang ada. “Ini salah satu upaya. Kami anjurkan untuk mengikuti alurnya, bagaimana menjadi PNS,” tambah Lilik.

Dia menegaskan, melalui program CPNS yang memprioritaskan masyarakat Jember ini, sudah ada sebagian nakes magang mandiri yang lolos. Hanya sebagian, tidak semuanya. “Sudah beberapa yang diterima. Memang tidak diterima semua,” ujarnya.

Kini, pihaknya telah mengomunikasikan solusi dan alternatif untuk memberikan kesejahteraan bagi nakes magang mandiri tersebut. Namun, Lilik enggan membeberkan secara detail opsi yang kini sedang diajukan pada bupati tersebut. “Kami sudah memikirkan itu. Kami sudah laporkan ke bupati. Tunggu saja,” pungkas Lilik.

Reporter : Dwi Siswanto/Radar Jember dan Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer :

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

 

DINKES Jember buka suara soal terkuaknya problem kesejahteraan nakes tersebut. Plt Kepala Dinkes dr Lilik Lailiyah menyampaikan, hal itu sesuai dengan status para nakes yang masih magang mandiri. Mulanya, mereka mendaftar sebagai tenaga kesehatan untuk menjajaki pengalaman profesi di bidang kesehatan.

Jika dipadankan, status nakes magang mandiri ini sama dengan posisi guru honorer di lingkup pendidikan. “Itu adalah nakes yang statusnya magang mandiri. Istilahnya seperti itu. Kami sudah laporkan itu. Memang diangkat dari Dinas Kesehatan. Sama dengan guru,” jelas Lilik.

Dia mengungkapkan, idealnya posisi magang mandiri ini sifatnya hanya sementara. Tidak sampai bertahun-tahun lamanya. Namun, antara konsep dan praktiknya berbeda. Banyak nakes berstatus magang mandiri, tapi bekerja bertahun-tahun lamanya. Tetapi, Lilik tak menjelaskan mengenai batasan berapa lama nakes magang mandiri ini bisa bekerja. “Namanya magang mandiri. Masuk mandiri. Kemudian cari pengalaman. Magang mandiri hanya sementara,” ucapnya.

Untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah menganjurkan mereka untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Melalui rekrutmen itu, secara resmi nakes magang mandiri bisa mendapatkan haknya sesuai regulasi yang ada. “Ini salah satu upaya. Kami anjurkan untuk mengikuti alurnya, bagaimana menjadi PNS,” tambah Lilik.

Dia menegaskan, melalui program CPNS yang memprioritaskan masyarakat Jember ini, sudah ada sebagian nakes magang mandiri yang lolos. Hanya sebagian, tidak semuanya. “Sudah beberapa yang diterima. Memang tidak diterima semua,” ujarnya.

Kini, pihaknya telah mengomunikasikan solusi dan alternatif untuk memberikan kesejahteraan bagi nakes magang mandiri tersebut. Namun, Lilik enggan membeberkan secara detail opsi yang kini sedang diajukan pada bupati tersebut. “Kami sudah memikirkan itu. Kami sudah laporkan ke bupati. Tunggu saja,” pungkas Lilik.

Reporter : Dwi Siswanto/Radar Jember dan Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer :

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/