alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Usung Misi Sosial, Berharap Tak Ada Lagi Diskriminasi 

Berkiprah di kehidupan sosial bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seperti Komunitas Ikatan Mahasiswa Peduli Difabel dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) asal IAIN Jember itu. Di sela kesibukan tugas, mereka masih sempatkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengetahuannya.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MENJADI mahasiswa identik dengan aneka kesibukan. Terlebih, yang kuliah sambil aktif di berbagai organisasi. Waktu mereka seolah habis demi agenda dan agenda. Namun tak sedikit dari mereka yang masih bisa meluangkan waktu untuk berbagi dengan sesama.

Dengan berbekal kemauan dan niat yang tulus, mereka menyisihkan waktu bahkan uang jajan kuliah untuk membantu sesama itu. Seperti yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Pedui Difabel dan Anak Berkebutuhan Khusus (Ikmapeda).

Komunitas sosial yang digandrungi oleh Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember itu memang cukup inspiratif. Meskipun baru terbentuk, mereka sudah kerap aktif di berbagai kegiatan dan agenda sosial peduli difabel dan ABK.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ainun Norma Aida, Ketua sekaligus Koordinator Ikmapeda menuturkan, lahirnya komunitas itu terbilang cukup unik. Saat menempuh perkuliahan Pengantar Bimbingan Konseling Islam di semester III ini mengaku mendapat inspirasi dari sebuah tayangan video.

“Tayangan itu menampilkan kisah anak ABK dan difabel. Dan seorang pemandu bahasa isyarat,” katanya. Menurutnya, tayangan video itu sempat membuatnya trenyuh. Pasalnya, ia melihat kehidupan difabel dan ABK kerap merasa kurang diperhatikan dan sering dipandang sebelah mata.

Usai perkuliahan tersebut, ia mulai tergerak untuk mendalami dunia difabel dan ABK. Dengan mengandalkan belajar otodidak, ia memanfaatkan channel Youtube untuk belajar menguasai bahasa isyarat. Bahkan ia sempat terpikir untuk membuat sebuah gerakan yang diberi nama Squad Sibi (Sistem Bahasa Isyarat Indonesia).

“Sempat tak ada yang respon, lalu ada masukan dari dosen. Tak berselang lama, beberapa teman ada yang mulai gabung dengan sukarela,” ungkapnya.

Tak sekadar belajar mandiri, perempuan yang akrab disapa Ainun itu juga mengajarkan bahasa isyarat kepada teman-teman mahasiswanya. Seiring dengan bertambahnya jumlah keanggotaan, ia mulai mendeklarasikan Squad Sibi menjadi Ikatan Mahasiswa Peduli Difabel dan Anak ABK (Ikampeda) BKI IAIN Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MENJADI mahasiswa identik dengan aneka kesibukan. Terlebih, yang kuliah sambil aktif di berbagai organisasi. Waktu mereka seolah habis demi agenda dan agenda. Namun tak sedikit dari mereka yang masih bisa meluangkan waktu untuk berbagi dengan sesama.

Dengan berbekal kemauan dan niat yang tulus, mereka menyisihkan waktu bahkan uang jajan kuliah untuk membantu sesama itu. Seperti yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Pedui Difabel dan Anak Berkebutuhan Khusus (Ikmapeda).

Komunitas sosial yang digandrungi oleh Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember itu memang cukup inspiratif. Meskipun baru terbentuk, mereka sudah kerap aktif di berbagai kegiatan dan agenda sosial peduli difabel dan ABK.

Ainun Norma Aida, Ketua sekaligus Koordinator Ikmapeda menuturkan, lahirnya komunitas itu terbilang cukup unik. Saat menempuh perkuliahan Pengantar Bimbingan Konseling Islam di semester III ini mengaku mendapat inspirasi dari sebuah tayangan video.

“Tayangan itu menampilkan kisah anak ABK dan difabel. Dan seorang pemandu bahasa isyarat,” katanya. Menurutnya, tayangan video itu sempat membuatnya trenyuh. Pasalnya, ia melihat kehidupan difabel dan ABK kerap merasa kurang diperhatikan dan sering dipandang sebelah mata.

Usai perkuliahan tersebut, ia mulai tergerak untuk mendalami dunia difabel dan ABK. Dengan mengandalkan belajar otodidak, ia memanfaatkan channel Youtube untuk belajar menguasai bahasa isyarat. Bahkan ia sempat terpikir untuk membuat sebuah gerakan yang diberi nama Squad Sibi (Sistem Bahasa Isyarat Indonesia).

“Sempat tak ada yang respon, lalu ada masukan dari dosen. Tak berselang lama, beberapa teman ada yang mulai gabung dengan sukarela,” ungkapnya.

Tak sekadar belajar mandiri, perempuan yang akrab disapa Ainun itu juga mengajarkan bahasa isyarat kepada teman-teman mahasiswanya. Seiring dengan bertambahnya jumlah keanggotaan, ia mulai mendeklarasikan Squad Sibi menjadi Ikatan Mahasiswa Peduli Difabel dan Anak ABK (Ikampeda) BKI IAIN Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MENJADI mahasiswa identik dengan aneka kesibukan. Terlebih, yang kuliah sambil aktif di berbagai organisasi. Waktu mereka seolah habis demi agenda dan agenda. Namun tak sedikit dari mereka yang masih bisa meluangkan waktu untuk berbagi dengan sesama.

Dengan berbekal kemauan dan niat yang tulus, mereka menyisihkan waktu bahkan uang jajan kuliah untuk membantu sesama itu. Seperti yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Pedui Difabel dan Anak Berkebutuhan Khusus (Ikmapeda).

Komunitas sosial yang digandrungi oleh Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember itu memang cukup inspiratif. Meskipun baru terbentuk, mereka sudah kerap aktif di berbagai kegiatan dan agenda sosial peduli difabel dan ABK.

Ainun Norma Aida, Ketua sekaligus Koordinator Ikmapeda menuturkan, lahirnya komunitas itu terbilang cukup unik. Saat menempuh perkuliahan Pengantar Bimbingan Konseling Islam di semester III ini mengaku mendapat inspirasi dari sebuah tayangan video.

“Tayangan itu menampilkan kisah anak ABK dan difabel. Dan seorang pemandu bahasa isyarat,” katanya. Menurutnya, tayangan video itu sempat membuatnya trenyuh. Pasalnya, ia melihat kehidupan difabel dan ABK kerap merasa kurang diperhatikan dan sering dipandang sebelah mata.

Usai perkuliahan tersebut, ia mulai tergerak untuk mendalami dunia difabel dan ABK. Dengan mengandalkan belajar otodidak, ia memanfaatkan channel Youtube untuk belajar menguasai bahasa isyarat. Bahkan ia sempat terpikir untuk membuat sebuah gerakan yang diberi nama Squad Sibi (Sistem Bahasa Isyarat Indonesia).

“Sempat tak ada yang respon, lalu ada masukan dari dosen. Tak berselang lama, beberapa teman ada yang mulai gabung dengan sukarela,” ungkapnya.

Tak sekadar belajar mandiri, perempuan yang akrab disapa Ainun itu juga mengajarkan bahasa isyarat kepada teman-teman mahasiswanya. Seiring dengan bertambahnya jumlah keanggotaan, ia mulai mendeklarasikan Squad Sibi menjadi Ikatan Mahasiswa Peduli Difabel dan Anak ABK (Ikampeda) BKI IAIN Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/