alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Masih ada Aspal Lebih Rusak di Pedesaan Jember

Jalan Kawanrejo-Lengkong Makin Parah

Mobile_AP_Rectangle 1

LENGKONG, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sebenarnya telah mulai melakukan perbaikan jalan di beberapa titik. Tak hanya kawasan kota, tapi juga perdesaan. Namun, belum ada skala prioritas, sehingga masih banyak jalan-jalan utama yang dilalui masyarakat pinggiran belum tersentuh perbaikan. Padahal, kerusakan jalan tersebut cukup parah. Kondisi ini rentan menimbulkan kecelakaan.

Kerusakan jalan yang ada di Desa Tempurejo di Kecamatan Tempurejo, serta Desa Kawangrejo dan Desa Lengkong di Kecamatan Mumbulsari, misalnya. Jalan di kawasan desa dua kecamatan ini justru semakin parah karena lama tidak dilakukan pengaspalan. Bahkan, jalan yang sebelumnya masih bisa dilewati dengan nyaman, kini sudah tidak bisa lagi. Bahkan, warga sampai berinisiatif menambal secara mandiri menggunakan semen.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kerusakan bukan hanya di bagian tengah, tetapi sampai ke pinggir dan bahu jalan. Apalagi, beberapa pekan lalu Jember diguyur hujan yang cukup deras sehingga lubang jalan yang awalnya kecil menjadi semakin lebar. Pengguna jalan, khususnya pengendara motor, sampai berebut lewat pinggir untuk menghindari kubangan tersebut. “Enak lewat pinggir saja meski bukan aspal,” kata Suryadi, warga Dusun Angsana, Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebenarnya, jalan yang awalnya banyak kubangan itu sudah sering ditambal oleh warga setempat. Namun, karena musim hujan, semen cor tidak bisa bertahan lama. “Awalnya warga menambal secara mandiri, tapi rusak lagi. Dan sekarang rusaknya makin parah. Bukan hanya di tengah saja, tapi juga ke pinggir. Makanya dibiarkan,” tutur Suryadi.

- Advertisement -

LENGKONG, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sebenarnya telah mulai melakukan perbaikan jalan di beberapa titik. Tak hanya kawasan kota, tapi juga perdesaan. Namun, belum ada skala prioritas, sehingga masih banyak jalan-jalan utama yang dilalui masyarakat pinggiran belum tersentuh perbaikan. Padahal, kerusakan jalan tersebut cukup parah. Kondisi ini rentan menimbulkan kecelakaan.

Kerusakan jalan yang ada di Desa Tempurejo di Kecamatan Tempurejo, serta Desa Kawangrejo dan Desa Lengkong di Kecamatan Mumbulsari, misalnya. Jalan di kawasan desa dua kecamatan ini justru semakin parah karena lama tidak dilakukan pengaspalan. Bahkan, jalan yang sebelumnya masih bisa dilewati dengan nyaman, kini sudah tidak bisa lagi. Bahkan, warga sampai berinisiatif menambal secara mandiri menggunakan semen.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kerusakan bukan hanya di bagian tengah, tetapi sampai ke pinggir dan bahu jalan. Apalagi, beberapa pekan lalu Jember diguyur hujan yang cukup deras sehingga lubang jalan yang awalnya kecil menjadi semakin lebar. Pengguna jalan, khususnya pengendara motor, sampai berebut lewat pinggir untuk menghindari kubangan tersebut. “Enak lewat pinggir saja meski bukan aspal,” kata Suryadi, warga Dusun Angsana, Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari.

Sebenarnya, jalan yang awalnya banyak kubangan itu sudah sering ditambal oleh warga setempat. Namun, karena musim hujan, semen cor tidak bisa bertahan lama. “Awalnya warga menambal secara mandiri, tapi rusak lagi. Dan sekarang rusaknya makin parah. Bukan hanya di tengah saja, tapi juga ke pinggir. Makanya dibiarkan,” tutur Suryadi.

LENGKONG, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sebenarnya telah mulai melakukan perbaikan jalan di beberapa titik. Tak hanya kawasan kota, tapi juga perdesaan. Namun, belum ada skala prioritas, sehingga masih banyak jalan-jalan utama yang dilalui masyarakat pinggiran belum tersentuh perbaikan. Padahal, kerusakan jalan tersebut cukup parah. Kondisi ini rentan menimbulkan kecelakaan.

Kerusakan jalan yang ada di Desa Tempurejo di Kecamatan Tempurejo, serta Desa Kawangrejo dan Desa Lengkong di Kecamatan Mumbulsari, misalnya. Jalan di kawasan desa dua kecamatan ini justru semakin parah karena lama tidak dilakukan pengaspalan. Bahkan, jalan yang sebelumnya masih bisa dilewati dengan nyaman, kini sudah tidak bisa lagi. Bahkan, warga sampai berinisiatif menambal secara mandiri menggunakan semen.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kerusakan bukan hanya di bagian tengah, tetapi sampai ke pinggir dan bahu jalan. Apalagi, beberapa pekan lalu Jember diguyur hujan yang cukup deras sehingga lubang jalan yang awalnya kecil menjadi semakin lebar. Pengguna jalan, khususnya pengendara motor, sampai berebut lewat pinggir untuk menghindari kubangan tersebut. “Enak lewat pinggir saja meski bukan aspal,” kata Suryadi, warga Dusun Angsana, Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari.

Sebenarnya, jalan yang awalnya banyak kubangan itu sudah sering ditambal oleh warga setempat. Namun, karena musim hujan, semen cor tidak bisa bertahan lama. “Awalnya warga menambal secara mandiri, tapi rusak lagi. Dan sekarang rusaknya makin parah. Bukan hanya di tengah saja, tapi juga ke pinggir. Makanya dibiarkan,” tutur Suryadi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/