alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Fenomana “Pohon Kroak” Bahayakan Pengendara di Jember

Pohon Keropos, Potong Sebelum Tumbang

Mobile_AP_Rectangle 1

MANGLI, RADARJEMBER.ID – Pengendara bermotor harus berhati-hati ketika melintas di Jalan Brawijaya, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Pasalnya, di depan diler mobil Korea atau di dekat pintu masuk Perumahan Griya Mangli, terdapat pohon keropos yang tingginya sekitar 10 meter.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pohon itu dalam kondisi mati dan tidak satu helai daun pun yang menempel di ranting pohon tersebut. Pada batang pohon terlihat tumbuhan parasit menempel. Sementara, ranting pohon telah melampaui bentangan kabel listrik.

Menurut Helmi Novian, pemilik cucian motor dan mobil tepat di samping pohon itu, pohon itu telah berusia puluhan tahun. Sekitar dua tahun terakhir pohon itu kroak alias berlubang. “Dulu orang sering kali membakar sampah di dekat pohon ini. Mungkin karena terlalu sering, pohonnya mati,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria asal Desa Krebet, Kecamatan Gumukmas, itu menegaskan, ketika hujan lebat disertai angin kencang, dia cukup khawatir. Apalagi, posisi pohon dekat dengan bangunan cucian motornya. “Mau ditebang tidak boleh, karena menebang pohon di pinggir jalan itu tidak bisa sembarangan. Terpaksa dibiarkan dan berdoa agar tidak roboh,” katanya.

Sementara itu, Ani Permatasari, istri Helmi, berharap pohon itu segera dipotong pihak terkait. Apalagi tidak lama lagi memasuki musim hujan. Jika tidak ditebang, dikhawatirkan pohon itu akan tumbang. “Lebih cepat dirobohkan lebih baik. Tidak usah menunggu ada korban baru ditebang. Tahun kemarin saat musim hujan, pohon ini bergoyang-goyang,” ucap Ani sambil momong anaknya.

- Advertisement -

MANGLI, RADARJEMBER.ID – Pengendara bermotor harus berhati-hati ketika melintas di Jalan Brawijaya, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Pasalnya, di depan diler mobil Korea atau di dekat pintu masuk Perumahan Griya Mangli, terdapat pohon keropos yang tingginya sekitar 10 meter.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pohon itu dalam kondisi mati dan tidak satu helai daun pun yang menempel di ranting pohon tersebut. Pada batang pohon terlihat tumbuhan parasit menempel. Sementara, ranting pohon telah melampaui bentangan kabel listrik.

Menurut Helmi Novian, pemilik cucian motor dan mobil tepat di samping pohon itu, pohon itu telah berusia puluhan tahun. Sekitar dua tahun terakhir pohon itu kroak alias berlubang. “Dulu orang sering kali membakar sampah di dekat pohon ini. Mungkin karena terlalu sering, pohonnya mati,” ungkapnya.

Pria asal Desa Krebet, Kecamatan Gumukmas, itu menegaskan, ketika hujan lebat disertai angin kencang, dia cukup khawatir. Apalagi, posisi pohon dekat dengan bangunan cucian motornya. “Mau ditebang tidak boleh, karena menebang pohon di pinggir jalan itu tidak bisa sembarangan. Terpaksa dibiarkan dan berdoa agar tidak roboh,” katanya.

Sementara itu, Ani Permatasari, istri Helmi, berharap pohon itu segera dipotong pihak terkait. Apalagi tidak lama lagi memasuki musim hujan. Jika tidak ditebang, dikhawatirkan pohon itu akan tumbang. “Lebih cepat dirobohkan lebih baik. Tidak usah menunggu ada korban baru ditebang. Tahun kemarin saat musim hujan, pohon ini bergoyang-goyang,” ucap Ani sambil momong anaknya.

MANGLI, RADARJEMBER.ID – Pengendara bermotor harus berhati-hati ketika melintas di Jalan Brawijaya, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Pasalnya, di depan diler mobil Korea atau di dekat pintu masuk Perumahan Griya Mangli, terdapat pohon keropos yang tingginya sekitar 10 meter.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pohon itu dalam kondisi mati dan tidak satu helai daun pun yang menempel di ranting pohon tersebut. Pada batang pohon terlihat tumbuhan parasit menempel. Sementara, ranting pohon telah melampaui bentangan kabel listrik.

Menurut Helmi Novian, pemilik cucian motor dan mobil tepat di samping pohon itu, pohon itu telah berusia puluhan tahun. Sekitar dua tahun terakhir pohon itu kroak alias berlubang. “Dulu orang sering kali membakar sampah di dekat pohon ini. Mungkin karena terlalu sering, pohonnya mati,” ungkapnya.

Pria asal Desa Krebet, Kecamatan Gumukmas, itu menegaskan, ketika hujan lebat disertai angin kencang, dia cukup khawatir. Apalagi, posisi pohon dekat dengan bangunan cucian motornya. “Mau ditebang tidak boleh, karena menebang pohon di pinggir jalan itu tidak bisa sembarangan. Terpaksa dibiarkan dan berdoa agar tidak roboh,” katanya.

Sementara itu, Ani Permatasari, istri Helmi, berharap pohon itu segera dipotong pihak terkait. Apalagi tidak lama lagi memasuki musim hujan. Jika tidak ditebang, dikhawatirkan pohon itu akan tumbang. “Lebih cepat dirobohkan lebih baik. Tidak usah menunggu ada korban baru ditebang. Tahun kemarin saat musim hujan, pohon ini bergoyang-goyang,” ucap Ani sambil momong anaknya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/