alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Tujuh Pemuda Perkosa Gadis Belia

Tiga Pelaku Tertangkap, Empat Buron

Mobile_AP_Rectangle 1

Ahmad Rinto mengatakan, sebelum melakukan penangkapan terhadap pelaku pemerkosaan, ibu korban melapor ke polsek. Setelah dilakukan visum terhadap korban di RSD dr Soebandi, ternyata hasilnya menyebutkan korban sudah hamil satu bulan. “Selanjutnya, hari kedua setelah korban diantar ibunya melapor, kami melakukan penangkapan,” terangnya.

Kepada penyidik, ketiga pelaku mengaku telah memerkosa gadis remaja yang saat ini duduk di bangku SMK kelas 1 tersebut. “Awalnya memang sempat ada yang tidak mengakui telah melakukan pemerkosaan, tetapi setelah dipertemukan dengan korban, akhirnya mengaku,” kata Rinto.

Menurutnya, ketujuh pelaku ini melakukan pemerkosaan secara bergantian. Waktu dan tempatnya juga berbeda. Pertama, kejahatan seksual itu dilakukan di kawasan persawahan oleh empat pemuda. Para pelaku pertama inilah yang hingga kini belum tertangkap dan masih buron. Mereka adalah AS (24), ER (25), HL (23), dan DY. Semuanya merupakan warga Jenggawah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara, peristiwa kedua terjadi di rumah Bahul. Ada tiga orang yang melakukan pemerkosaan. Kepada petugas, Bahul mengaku, saat itu dia menjemput korban menggunakan sepeda motor. Setelah dibawa ke rumah, Bahul keluar dan datanglah Lutfi. Di dalam rumah sudah ada minuman jenis arak yang disiapkan untuk korban.

Menurut dia, awalnya hanya Lutfi yang ada di rumah itu. Setelah korban dicekoki miras, datanglah ER yang kini masih buron. “Saya baru datang setelah keduanya berada di rumah. Dan saat itu saya juga ikut memerkosa korban ketika dalam kondisi tidak sadar,” kata Bahul kepada petugas.

Setelah selesai memerkosa korban bergantian, pagi hari sekitar pukul 04.00, korban diantar ke rumahnya. Saat itu, kondisinya masih setengah sadar. Hal yang sama juga diakui Lutfi. Saat melakukan kejahatan itu, dirinya dalam keadaan sadar dan tidak mabuk. “Hanya korban saja yang teler karena sudah dicekoki arak,” ujarnya.

Kini, ketiga pelaku telah menjalani pemeriksaan di Polsek Jenggawah. Mereka terancam hukuman hingga belasan tahun penjara. Sedangkan empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas. “Untuk ketiga tersangka, kami jerat dengan Pasal 81 dan 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkas Rinto.

- Advertisement -

Ahmad Rinto mengatakan, sebelum melakukan penangkapan terhadap pelaku pemerkosaan, ibu korban melapor ke polsek. Setelah dilakukan visum terhadap korban di RSD dr Soebandi, ternyata hasilnya menyebutkan korban sudah hamil satu bulan. “Selanjutnya, hari kedua setelah korban diantar ibunya melapor, kami melakukan penangkapan,” terangnya.

Kepada penyidik, ketiga pelaku mengaku telah memerkosa gadis remaja yang saat ini duduk di bangku SMK kelas 1 tersebut. “Awalnya memang sempat ada yang tidak mengakui telah melakukan pemerkosaan, tetapi setelah dipertemukan dengan korban, akhirnya mengaku,” kata Rinto.

Menurutnya, ketujuh pelaku ini melakukan pemerkosaan secara bergantian. Waktu dan tempatnya juga berbeda. Pertama, kejahatan seksual itu dilakukan di kawasan persawahan oleh empat pemuda. Para pelaku pertama inilah yang hingga kini belum tertangkap dan masih buron. Mereka adalah AS (24), ER (25), HL (23), dan DY. Semuanya merupakan warga Jenggawah.

Sementara, peristiwa kedua terjadi di rumah Bahul. Ada tiga orang yang melakukan pemerkosaan. Kepada petugas, Bahul mengaku, saat itu dia menjemput korban menggunakan sepeda motor. Setelah dibawa ke rumah, Bahul keluar dan datanglah Lutfi. Di dalam rumah sudah ada minuman jenis arak yang disiapkan untuk korban.

Menurut dia, awalnya hanya Lutfi yang ada di rumah itu. Setelah korban dicekoki miras, datanglah ER yang kini masih buron. “Saya baru datang setelah keduanya berada di rumah. Dan saat itu saya juga ikut memerkosa korban ketika dalam kondisi tidak sadar,” kata Bahul kepada petugas.

Setelah selesai memerkosa korban bergantian, pagi hari sekitar pukul 04.00, korban diantar ke rumahnya. Saat itu, kondisinya masih setengah sadar. Hal yang sama juga diakui Lutfi. Saat melakukan kejahatan itu, dirinya dalam keadaan sadar dan tidak mabuk. “Hanya korban saja yang teler karena sudah dicekoki arak,” ujarnya.

Kini, ketiga pelaku telah menjalani pemeriksaan di Polsek Jenggawah. Mereka terancam hukuman hingga belasan tahun penjara. Sedangkan empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas. “Untuk ketiga tersangka, kami jerat dengan Pasal 81 dan 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkas Rinto.

Ahmad Rinto mengatakan, sebelum melakukan penangkapan terhadap pelaku pemerkosaan, ibu korban melapor ke polsek. Setelah dilakukan visum terhadap korban di RSD dr Soebandi, ternyata hasilnya menyebutkan korban sudah hamil satu bulan. “Selanjutnya, hari kedua setelah korban diantar ibunya melapor, kami melakukan penangkapan,” terangnya.

Kepada penyidik, ketiga pelaku mengaku telah memerkosa gadis remaja yang saat ini duduk di bangku SMK kelas 1 tersebut. “Awalnya memang sempat ada yang tidak mengakui telah melakukan pemerkosaan, tetapi setelah dipertemukan dengan korban, akhirnya mengaku,” kata Rinto.

Menurutnya, ketujuh pelaku ini melakukan pemerkosaan secara bergantian. Waktu dan tempatnya juga berbeda. Pertama, kejahatan seksual itu dilakukan di kawasan persawahan oleh empat pemuda. Para pelaku pertama inilah yang hingga kini belum tertangkap dan masih buron. Mereka adalah AS (24), ER (25), HL (23), dan DY. Semuanya merupakan warga Jenggawah.

Sementara, peristiwa kedua terjadi di rumah Bahul. Ada tiga orang yang melakukan pemerkosaan. Kepada petugas, Bahul mengaku, saat itu dia menjemput korban menggunakan sepeda motor. Setelah dibawa ke rumah, Bahul keluar dan datanglah Lutfi. Di dalam rumah sudah ada minuman jenis arak yang disiapkan untuk korban.

Menurut dia, awalnya hanya Lutfi yang ada di rumah itu. Setelah korban dicekoki miras, datanglah ER yang kini masih buron. “Saya baru datang setelah keduanya berada di rumah. Dan saat itu saya juga ikut memerkosa korban ketika dalam kondisi tidak sadar,” kata Bahul kepada petugas.

Setelah selesai memerkosa korban bergantian, pagi hari sekitar pukul 04.00, korban diantar ke rumahnya. Saat itu, kondisinya masih setengah sadar. Hal yang sama juga diakui Lutfi. Saat melakukan kejahatan itu, dirinya dalam keadaan sadar dan tidak mabuk. “Hanya korban saja yang teler karena sudah dicekoki arak,” ujarnya.

Kini, ketiga pelaku telah menjalani pemeriksaan di Polsek Jenggawah. Mereka terancam hukuman hingga belasan tahun penjara. Sedangkan empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas. “Untuk ketiga tersangka, kami jerat dengan Pasal 81 dan 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkas Rinto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/