alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Tujuh Pemuda Perkosa Gadis Belia

Tiga Pelaku Tertangkap, Empat Buron

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Anak-anak masih rentan menjadi korban pemerkosaan. Sebab, hingga kini kejahatan yang merendahkan martabat dan nilai-nilai kemanusiaan itu masih saja terjadi. Agar pelaku jera, aparat penegak hukum diminta menggunakan pendekatan berbeda dalam menangani pelaku kejahatan seksual. Semisal dengan menjatuhkan hukuman maksimal.

Kasus terbaru dialami Mawar, 15, (bukan nama sebenarnya). Gadis belia asal Kecamatan Jenggawah itu menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh tujuh pemuda. Korban diperkosa secara bergantian di dua lokasi berbeda. Tindakan pemuda berandalan itu juga tergolong sadistis. Sebab, sebelum memerkosa, pelaku mencekoki korban dengan minuman keras. Para pelaku melancarkan aksi jahatnya ketika korban dalam keadaan teler.

Sebenarnya, kasus pemerkosaan itu terjadi hampir dua bulan lalu, sekitar awal September. Selanjutnya, korban kembali diperkosa pada akhir September. Namun, keluarga korban baru melaporkannya ke Polsek Jenggawah dua hari lalu, Rabu (21/10), setelah merasa ada yang tidak beres dari gelagat korban. “Seusai menerima laporan, kami segera melakukan visum ke RSD dr Soebandi. Kemudian, kami mengejar para pelaku,” terang Aiptu Ahmad Rinto, Kanit Reskrim Polsek Jenggawah, kemarin (22/10).

Mobile_AP_Rectangle 2

Berbekal laporan dan bukti yang telah dikantongi, polisi menyisir satu per satu pelaku. Namun, dari tujuh pemerkosa, hanya tiga yang tertangkap. Empat lainnya kabur dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi. Tiga pelaku yang tertangkap masing-masing adalah Bahul (21), Taufiq (23), dan Lutfi (30). Ketiganya merupakan warga Kecamatan Jenggawah.

Jawa Pos Radar Jember mengikuti proses penangkapan itu. Bahul dan Taufiq ditangkap di rumah temannya di Dusun Kebonsadeng, Desa Kemuningsari Kidul, Jenggawah. Saat ditangkap, keduanya tengah asyik bermain game di ponsel. Mereka tak mengira jika kedatangan petugas akan membekuk mereka.

Penangkapan ini cukup dramatis. Setelah tahu mereka akan ditangkap, satu pelaku berusaha kabur lewat dapur. Beruntung, petugas cekatan, dan berhasil mencegat sebelum pelaku berhasil meloloskan diri. “Dari informasi dua tersangka ini, kami kemudian menjemput pelaku ketiga,” ucap Rinto.

Polisi terus bergerak menuju lokasi pelaku berikutnya. Menurut keterangan Bahul dan Taufiq, temannya yang bernama Lutfi itu sedang bekerja sebagai kuli bangunan di kawasan Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung. Tanpa menunggu lama, polisi bergerak ke sasaran. “Kami berhasil menangkap pelaku ketiga. Ini sesuai informasi yang kami terima,” ujar Rinto.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Anak-anak masih rentan menjadi korban pemerkosaan. Sebab, hingga kini kejahatan yang merendahkan martabat dan nilai-nilai kemanusiaan itu masih saja terjadi. Agar pelaku jera, aparat penegak hukum diminta menggunakan pendekatan berbeda dalam menangani pelaku kejahatan seksual. Semisal dengan menjatuhkan hukuman maksimal.

Kasus terbaru dialami Mawar, 15, (bukan nama sebenarnya). Gadis belia asal Kecamatan Jenggawah itu menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh tujuh pemuda. Korban diperkosa secara bergantian di dua lokasi berbeda. Tindakan pemuda berandalan itu juga tergolong sadistis. Sebab, sebelum memerkosa, pelaku mencekoki korban dengan minuman keras. Para pelaku melancarkan aksi jahatnya ketika korban dalam keadaan teler.

Sebenarnya, kasus pemerkosaan itu terjadi hampir dua bulan lalu, sekitar awal September. Selanjutnya, korban kembali diperkosa pada akhir September. Namun, keluarga korban baru melaporkannya ke Polsek Jenggawah dua hari lalu, Rabu (21/10), setelah merasa ada yang tidak beres dari gelagat korban. “Seusai menerima laporan, kami segera melakukan visum ke RSD dr Soebandi. Kemudian, kami mengejar para pelaku,” terang Aiptu Ahmad Rinto, Kanit Reskrim Polsek Jenggawah, kemarin (22/10).

Berbekal laporan dan bukti yang telah dikantongi, polisi menyisir satu per satu pelaku. Namun, dari tujuh pemerkosa, hanya tiga yang tertangkap. Empat lainnya kabur dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi. Tiga pelaku yang tertangkap masing-masing adalah Bahul (21), Taufiq (23), dan Lutfi (30). Ketiganya merupakan warga Kecamatan Jenggawah.

Jawa Pos Radar Jember mengikuti proses penangkapan itu. Bahul dan Taufiq ditangkap di rumah temannya di Dusun Kebonsadeng, Desa Kemuningsari Kidul, Jenggawah. Saat ditangkap, keduanya tengah asyik bermain game di ponsel. Mereka tak mengira jika kedatangan petugas akan membekuk mereka.

Penangkapan ini cukup dramatis. Setelah tahu mereka akan ditangkap, satu pelaku berusaha kabur lewat dapur. Beruntung, petugas cekatan, dan berhasil mencegat sebelum pelaku berhasil meloloskan diri. “Dari informasi dua tersangka ini, kami kemudian menjemput pelaku ketiga,” ucap Rinto.

Polisi terus bergerak menuju lokasi pelaku berikutnya. Menurut keterangan Bahul dan Taufiq, temannya yang bernama Lutfi itu sedang bekerja sebagai kuli bangunan di kawasan Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung. Tanpa menunggu lama, polisi bergerak ke sasaran. “Kami berhasil menangkap pelaku ketiga. Ini sesuai informasi yang kami terima,” ujar Rinto.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Anak-anak masih rentan menjadi korban pemerkosaan. Sebab, hingga kini kejahatan yang merendahkan martabat dan nilai-nilai kemanusiaan itu masih saja terjadi. Agar pelaku jera, aparat penegak hukum diminta menggunakan pendekatan berbeda dalam menangani pelaku kejahatan seksual. Semisal dengan menjatuhkan hukuman maksimal.

Kasus terbaru dialami Mawar, 15, (bukan nama sebenarnya). Gadis belia asal Kecamatan Jenggawah itu menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh tujuh pemuda. Korban diperkosa secara bergantian di dua lokasi berbeda. Tindakan pemuda berandalan itu juga tergolong sadistis. Sebab, sebelum memerkosa, pelaku mencekoki korban dengan minuman keras. Para pelaku melancarkan aksi jahatnya ketika korban dalam keadaan teler.

Sebenarnya, kasus pemerkosaan itu terjadi hampir dua bulan lalu, sekitar awal September. Selanjutnya, korban kembali diperkosa pada akhir September. Namun, keluarga korban baru melaporkannya ke Polsek Jenggawah dua hari lalu, Rabu (21/10), setelah merasa ada yang tidak beres dari gelagat korban. “Seusai menerima laporan, kami segera melakukan visum ke RSD dr Soebandi. Kemudian, kami mengejar para pelaku,” terang Aiptu Ahmad Rinto, Kanit Reskrim Polsek Jenggawah, kemarin (22/10).

Berbekal laporan dan bukti yang telah dikantongi, polisi menyisir satu per satu pelaku. Namun, dari tujuh pemerkosa, hanya tiga yang tertangkap. Empat lainnya kabur dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi. Tiga pelaku yang tertangkap masing-masing adalah Bahul (21), Taufiq (23), dan Lutfi (30). Ketiganya merupakan warga Kecamatan Jenggawah.

Jawa Pos Radar Jember mengikuti proses penangkapan itu. Bahul dan Taufiq ditangkap di rumah temannya di Dusun Kebonsadeng, Desa Kemuningsari Kidul, Jenggawah. Saat ditangkap, keduanya tengah asyik bermain game di ponsel. Mereka tak mengira jika kedatangan petugas akan membekuk mereka.

Penangkapan ini cukup dramatis. Setelah tahu mereka akan ditangkap, satu pelaku berusaha kabur lewat dapur. Beruntung, petugas cekatan, dan berhasil mencegat sebelum pelaku berhasil meloloskan diri. “Dari informasi dua tersangka ini, kami kemudian menjemput pelaku ketiga,” ucap Rinto.

Polisi terus bergerak menuju lokasi pelaku berikutnya. Menurut keterangan Bahul dan Taufiq, temannya yang bernama Lutfi itu sedang bekerja sebagai kuli bangunan di kawasan Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung. Tanpa menunggu lama, polisi bergerak ke sasaran. “Kami berhasil menangkap pelaku ketiga. Ini sesuai informasi yang kami terima,” ujar Rinto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/