alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelaku

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pemerkosaan pada remaja 15 tahun di Jenggawah sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Modus-modus yang beragam seperti dicekoki minuman keras juga sudah sering ditemui. Hal itu kian menunjukkan bahwa proses hukum dalam menindak tegas para pelaku pemerkosaan, nyatanya belum bisa membuat mereka jera. Akhirnya, peristiwa yang sama terjadi lagi.

Direktur Lembaga Gerakan Peduli Perempuan (LGPP) Jember Sri Sulistiyani mengatakan, dua hal penting dalam mengadvokasi bentuk kekerasan seksual yang menimpa perempuan adalah menindak para pelaku seadil-adilnya. Juga perlindungan hukum sebaik-baiknya dalam melindungi korban. “Korban dan keluarganya kadang sulit terbuka. Tapi proses hukum harus tetap berjalan. Pelaku ditindak tegas, namun perlindungan hak-hak korban juga wajib terpenuhi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (22/10).

Sebagai lembaga yang memberikan bantuan hukum, Sulis menilai, ada beberapa hal dalam mengadvokasi dan memberikan pendampingan terhadap korban kasus pemerkosaan. Pertama, perlu dilakukan pengumpulan informasi, siapa korbannya, kondisi dan keadaan fisik maupun psikisnya, kronologi peristiwanya, dan lain-lain.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pemerkosaan pada remaja 15 tahun di Jenggawah sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Modus-modus yang beragam seperti dicekoki minuman keras juga sudah sering ditemui. Hal itu kian menunjukkan bahwa proses hukum dalam menindak tegas para pelaku pemerkosaan, nyatanya belum bisa membuat mereka jera. Akhirnya, peristiwa yang sama terjadi lagi.

Direktur Lembaga Gerakan Peduli Perempuan (LGPP) Jember Sri Sulistiyani mengatakan, dua hal penting dalam mengadvokasi bentuk kekerasan seksual yang menimpa perempuan adalah menindak para pelaku seadil-adilnya. Juga perlindungan hukum sebaik-baiknya dalam melindungi korban. “Korban dan keluarganya kadang sulit terbuka. Tapi proses hukum harus tetap berjalan. Pelaku ditindak tegas, namun perlindungan hak-hak korban juga wajib terpenuhi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (22/10).

Sebagai lembaga yang memberikan bantuan hukum, Sulis menilai, ada beberapa hal dalam mengadvokasi dan memberikan pendampingan terhadap korban kasus pemerkosaan. Pertama, perlu dilakukan pengumpulan informasi, siapa korbannya, kondisi dan keadaan fisik maupun psikisnya, kronologi peristiwanya, dan lain-lain.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pemerkosaan pada remaja 15 tahun di Jenggawah sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Modus-modus yang beragam seperti dicekoki minuman keras juga sudah sering ditemui. Hal itu kian menunjukkan bahwa proses hukum dalam menindak tegas para pelaku pemerkosaan, nyatanya belum bisa membuat mereka jera. Akhirnya, peristiwa yang sama terjadi lagi.

Direktur Lembaga Gerakan Peduli Perempuan (LGPP) Jember Sri Sulistiyani mengatakan, dua hal penting dalam mengadvokasi bentuk kekerasan seksual yang menimpa perempuan adalah menindak para pelaku seadil-adilnya. Juga perlindungan hukum sebaik-baiknya dalam melindungi korban. “Korban dan keluarganya kadang sulit terbuka. Tapi proses hukum harus tetap berjalan. Pelaku ditindak tegas, namun perlindungan hak-hak korban juga wajib terpenuhi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (22/10).

Sebagai lembaga yang memberikan bantuan hukum, Sulis menilai, ada beberapa hal dalam mengadvokasi dan memberikan pendampingan terhadap korban kasus pemerkosaan. Pertama, perlu dilakukan pengumpulan informasi, siapa korbannya, kondisi dan keadaan fisik maupun psikisnya, kronologi peristiwanya, dan lain-lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/