alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Jengkel Tidak Ditemui Dewan

Bentrokan Warnai Demo Tolak Omnibus Law

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Gelombang perlawanan mahasiswa terhadap pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja terus berlangsung. Kemarin (22/10), ratusan massa kembali melakukan demonstrasi di gedung dewan. Tuntutan mereka masih sama, yakni menolak Omnibus Law Cipta Kerja. Massa yang mengikuti demo berasal dari elemen mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil di Jember.

Demonstrasi yang berlangsung sejak pukul 15.00 itu gagal bertemu dengan anggota dewan. Tak ada satu pun wakil rakyat yang turun menemui massa dan mendengarkan aspirasi mereka. “Kami akan tetap di sini sampai tuntutan kami mendapat respons,” teriak Mahmudan, koordinator aksi.

Tak hanya menolak omnibus law, demonstrasi itu juga menggugat aparat keamanan yang dituding menghilangkan dua peserta aksi. Sebelum berangkat menuju gedung parlemen, dua peserta aksi raib. Menurut Ahmad Baijuri, salah seorang demonstran, hingga sore kemarin dua mahasiswa yang menghilang saat hendak berunjuk rasa ini belum ditemukan. “Kami masih mencari kejelasan informasinya. Sebab, sebelum berangkat tadi ada dua mahasiswa yang dikabarkan hilang. Kami masih menyelidiki,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat aksi, para perwakilan kelompok silih berganti menyampaikan orasinya melalui pelantang suara dari mobil komando. Rupanya, pekikan demonstran tak menggerakkan hati anggota dewan. Tak ada satu pun yang keluar dan menemui mereka. “Kami sudah menyurati dewan. Selebihnya, kami akan tetap menunggu,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Gelombang perlawanan mahasiswa terhadap pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja terus berlangsung. Kemarin (22/10), ratusan massa kembali melakukan demonstrasi di gedung dewan. Tuntutan mereka masih sama, yakni menolak Omnibus Law Cipta Kerja. Massa yang mengikuti demo berasal dari elemen mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil di Jember.

Demonstrasi yang berlangsung sejak pukul 15.00 itu gagal bertemu dengan anggota dewan. Tak ada satu pun wakil rakyat yang turun menemui massa dan mendengarkan aspirasi mereka. “Kami akan tetap di sini sampai tuntutan kami mendapat respons,” teriak Mahmudan, koordinator aksi.

Tak hanya menolak omnibus law, demonstrasi itu juga menggugat aparat keamanan yang dituding menghilangkan dua peserta aksi. Sebelum berangkat menuju gedung parlemen, dua peserta aksi raib. Menurut Ahmad Baijuri, salah seorang demonstran, hingga sore kemarin dua mahasiswa yang menghilang saat hendak berunjuk rasa ini belum ditemukan. “Kami masih mencari kejelasan informasinya. Sebab, sebelum berangkat tadi ada dua mahasiswa yang dikabarkan hilang. Kami masih menyelidiki,” ungkapnya.

Saat aksi, para perwakilan kelompok silih berganti menyampaikan orasinya melalui pelantang suara dari mobil komando. Rupanya, pekikan demonstran tak menggerakkan hati anggota dewan. Tak ada satu pun yang keluar dan menemui mereka. “Kami sudah menyurati dewan. Selebihnya, kami akan tetap menunggu,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Gelombang perlawanan mahasiswa terhadap pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja terus berlangsung. Kemarin (22/10), ratusan massa kembali melakukan demonstrasi di gedung dewan. Tuntutan mereka masih sama, yakni menolak Omnibus Law Cipta Kerja. Massa yang mengikuti demo berasal dari elemen mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil di Jember.

Demonstrasi yang berlangsung sejak pukul 15.00 itu gagal bertemu dengan anggota dewan. Tak ada satu pun wakil rakyat yang turun menemui massa dan mendengarkan aspirasi mereka. “Kami akan tetap di sini sampai tuntutan kami mendapat respons,” teriak Mahmudan, koordinator aksi.

Tak hanya menolak omnibus law, demonstrasi itu juga menggugat aparat keamanan yang dituding menghilangkan dua peserta aksi. Sebelum berangkat menuju gedung parlemen, dua peserta aksi raib. Menurut Ahmad Baijuri, salah seorang demonstran, hingga sore kemarin dua mahasiswa yang menghilang saat hendak berunjuk rasa ini belum ditemukan. “Kami masih mencari kejelasan informasinya. Sebab, sebelum berangkat tadi ada dua mahasiswa yang dikabarkan hilang. Kami masih menyelidiki,” ungkapnya.

Saat aksi, para perwakilan kelompok silih berganti menyampaikan orasinya melalui pelantang suara dari mobil komando. Rupanya, pekikan demonstran tak menggerakkan hati anggota dewan. Tak ada satu pun yang keluar dan menemui mereka. “Kami sudah menyurati dewan. Selebihnya, kami akan tetap menunggu,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/