alexametrics
23.8 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Pasca di Tegur, Penyaluran Bantuan di Jember Masih Terdistribusi Separuh

Warga Miskin Terus Bertambah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi, dampak kemiskinan hampir dirasakan oleh kabupaten dan kota di berbagai daerah. Tak terkecuali Jember. Bahkan dalam setahun belakangan, angkanya cenderung naik. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, dari jumlah penduduk Jember yang tercatat sekitar 2.536.729 jiwa, pada 2020 persentase kemiskinannya mencapai 10,09 persen. Angka itu naik sekitar 0,84 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 9,25 persen.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember Widi Prasetyo mengatakan, pandemi memang berdampak terhadap peningkatan angka kemiskinan di berbagai daerah. Termasuk di Jember. “Angka kemiskinan meningkat hampir di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk Jember,” terang Widi kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (21/9).

Kendati ada peningkatan, pihaknya mengaku upaya mengurai kemiskinan itu terus diupayakan. Salah satunya melalui program penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai. Dalam program penyaluran bantuan itu juga ditemukan ada peningkatan angka kemiskinan yang terlihat pada jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang melonjak. Totalnya mencapai 112 ribu KPM.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, angka penerima bantuan itu merupakan warga atau masyarakat yang didominasi terdampak pandemi. “Kalau melihat data penerima bantuan, ada sekitar 100 ribuan KK (kepala keluarga, Red). Dari total itu bantuan baru menyasar 50 ribuan KK,” tambah Widi.

Sementara untuk sisanya, lanjut dia, masih menantikan proses hasil pendataan lanjutan yang saat ini masih dilakukan. Tahapannya masih dalam proses penghimpunan data dari unsur paling bawah, yakni desa. “Kalau data berikutnya itu sudah turun, maka penyaluran bantuan tahap lanjut bisa dilakukan lagi,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi, dampak kemiskinan hampir dirasakan oleh kabupaten dan kota di berbagai daerah. Tak terkecuali Jember. Bahkan dalam setahun belakangan, angkanya cenderung naik. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, dari jumlah penduduk Jember yang tercatat sekitar 2.536.729 jiwa, pada 2020 persentase kemiskinannya mencapai 10,09 persen. Angka itu naik sekitar 0,84 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 9,25 persen.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember Widi Prasetyo mengatakan, pandemi memang berdampak terhadap peningkatan angka kemiskinan di berbagai daerah. Termasuk di Jember. “Angka kemiskinan meningkat hampir di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk Jember,” terang Widi kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (21/9).

Kendati ada peningkatan, pihaknya mengaku upaya mengurai kemiskinan itu terus diupayakan. Salah satunya melalui program penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai. Dalam program penyaluran bantuan itu juga ditemukan ada peningkatan angka kemiskinan yang terlihat pada jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang melonjak. Totalnya mencapai 112 ribu KPM.

Menurutnya, angka penerima bantuan itu merupakan warga atau masyarakat yang didominasi terdampak pandemi. “Kalau melihat data penerima bantuan, ada sekitar 100 ribuan KK (kepala keluarga, Red). Dari total itu bantuan baru menyasar 50 ribuan KK,” tambah Widi.

Sementara untuk sisanya, lanjut dia, masih menantikan proses hasil pendataan lanjutan yang saat ini masih dilakukan. Tahapannya masih dalam proses penghimpunan data dari unsur paling bawah, yakni desa. “Kalau data berikutnya itu sudah turun, maka penyaluran bantuan tahap lanjut bisa dilakukan lagi,” ujarnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi, dampak kemiskinan hampir dirasakan oleh kabupaten dan kota di berbagai daerah. Tak terkecuali Jember. Bahkan dalam setahun belakangan, angkanya cenderung naik. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, dari jumlah penduduk Jember yang tercatat sekitar 2.536.729 jiwa, pada 2020 persentase kemiskinannya mencapai 10,09 persen. Angka itu naik sekitar 0,84 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 9,25 persen.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember Widi Prasetyo mengatakan, pandemi memang berdampak terhadap peningkatan angka kemiskinan di berbagai daerah. Termasuk di Jember. “Angka kemiskinan meningkat hampir di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk Jember,” terang Widi kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (21/9).

Kendati ada peningkatan, pihaknya mengaku upaya mengurai kemiskinan itu terus diupayakan. Salah satunya melalui program penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai. Dalam program penyaluran bantuan itu juga ditemukan ada peningkatan angka kemiskinan yang terlihat pada jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang melonjak. Totalnya mencapai 112 ribu KPM.

Menurutnya, angka penerima bantuan itu merupakan warga atau masyarakat yang didominasi terdampak pandemi. “Kalau melihat data penerima bantuan, ada sekitar 100 ribuan KK (kepala keluarga, Red). Dari total itu bantuan baru menyasar 50 ribuan KK,” tambah Widi.

Sementara untuk sisanya, lanjut dia, masih menantikan proses hasil pendataan lanjutan yang saat ini masih dilakukan. Tahapannya masih dalam proses penghimpunan data dari unsur paling bawah, yakni desa. “Kalau data berikutnya itu sudah turun, maka penyaluran bantuan tahap lanjut bisa dilakukan lagi,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/