alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Jual Saja Barang Ini, Ambil Peluang dari Barang Sepele

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – POLA pikir sebagian orang terkadang menganggap remeh barang-barang yang tidak penting di sekitarnya. Padahal, barang yang biasanya dianggap sepele justru berharga bagi orang lain.

Agung Kurniawan, warga Jalan Teratai, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, membaca peluang bisnis di balik barang-barang yang selama ini dipandang sebelah mata itu. Dia meyakini, barang sepele akan tetap punya pangsa pasar asalkan mengetahui cara menjualnya dengan tepat.

Dia mencontohkan, salah satunya adalah jam dinding. Jam dinding memang tergolong murah dan tak begitu dilirik oleh orang. Namun, di tangan Agung, jam lawas itu bisa memiliki nilai tambah karena dilengkapi dengan cerita asalnya. Dia mengoleksi berbagai jenis jam dinding di rumahnya. “Jam bekas kalau dilihat bagi yang tidak tertarik, pasti seperti tidak ada gunanya. Tetapi, jam bekas yang unik-unik pasti ada peminatnya. Di situ ada kesempatan dan peluang,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti di Kabupaten Jember saat ini, sepeda yang cukup ramai adalah model fixie, sepeda tua, model sport, dan beberapa jenis lain. Dan hampir tidak ada yang suka sepeda model BMX. “Di situ saya ambil peluang untuk mengoleksi dan menjual sepeda BMX. Banyak orang menilai BMX karena tidak musim, sangat murah. Tetapi, bagi sebagian orang yang suka BMX sangat berharga,” ulasnya.

Agung menyebutkan, era sekarang sudah serba canggih. Model penawaran barang pun tidak terbatas di satu tempat saja. Apabila jam dinding atau sepeda BMX di Jember murah, bisa jadi cukup mahal di kabupaten/kota sekitar. Hal itulah yang membuatnya mengoleksi barang-barang yang dinilai sepele, karena di baliknya ternyata mempunyai harga yang lumayan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – POLA pikir sebagian orang terkadang menganggap remeh barang-barang yang tidak penting di sekitarnya. Padahal, barang yang biasanya dianggap sepele justru berharga bagi orang lain.

Agung Kurniawan, warga Jalan Teratai, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, membaca peluang bisnis di balik barang-barang yang selama ini dipandang sebelah mata itu. Dia meyakini, barang sepele akan tetap punya pangsa pasar asalkan mengetahui cara menjualnya dengan tepat.

Dia mencontohkan, salah satunya adalah jam dinding. Jam dinding memang tergolong murah dan tak begitu dilirik oleh orang. Namun, di tangan Agung, jam lawas itu bisa memiliki nilai tambah karena dilengkapi dengan cerita asalnya. Dia mengoleksi berbagai jenis jam dinding di rumahnya. “Jam bekas kalau dilihat bagi yang tidak tertarik, pasti seperti tidak ada gunanya. Tetapi, jam bekas yang unik-unik pasti ada peminatnya. Di situ ada kesempatan dan peluang,” tuturnya.

Seperti di Kabupaten Jember saat ini, sepeda yang cukup ramai adalah model fixie, sepeda tua, model sport, dan beberapa jenis lain. Dan hampir tidak ada yang suka sepeda model BMX. “Di situ saya ambil peluang untuk mengoleksi dan menjual sepeda BMX. Banyak orang menilai BMX karena tidak musim, sangat murah. Tetapi, bagi sebagian orang yang suka BMX sangat berharga,” ulasnya.

Agung menyebutkan, era sekarang sudah serba canggih. Model penawaran barang pun tidak terbatas di satu tempat saja. Apabila jam dinding atau sepeda BMX di Jember murah, bisa jadi cukup mahal di kabupaten/kota sekitar. Hal itulah yang membuatnya mengoleksi barang-barang yang dinilai sepele, karena di baliknya ternyata mempunyai harga yang lumayan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – POLA pikir sebagian orang terkadang menganggap remeh barang-barang yang tidak penting di sekitarnya. Padahal, barang yang biasanya dianggap sepele justru berharga bagi orang lain.

Agung Kurniawan, warga Jalan Teratai, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, membaca peluang bisnis di balik barang-barang yang selama ini dipandang sebelah mata itu. Dia meyakini, barang sepele akan tetap punya pangsa pasar asalkan mengetahui cara menjualnya dengan tepat.

Dia mencontohkan, salah satunya adalah jam dinding. Jam dinding memang tergolong murah dan tak begitu dilirik oleh orang. Namun, di tangan Agung, jam lawas itu bisa memiliki nilai tambah karena dilengkapi dengan cerita asalnya. Dia mengoleksi berbagai jenis jam dinding di rumahnya. “Jam bekas kalau dilihat bagi yang tidak tertarik, pasti seperti tidak ada gunanya. Tetapi, jam bekas yang unik-unik pasti ada peminatnya. Di situ ada kesempatan dan peluang,” tuturnya.

Seperti di Kabupaten Jember saat ini, sepeda yang cukup ramai adalah model fixie, sepeda tua, model sport, dan beberapa jenis lain. Dan hampir tidak ada yang suka sepeda model BMX. “Di situ saya ambil peluang untuk mengoleksi dan menjual sepeda BMX. Banyak orang menilai BMX karena tidak musim, sangat murah. Tetapi, bagi sebagian orang yang suka BMX sangat berharga,” ulasnya.

Agung menyebutkan, era sekarang sudah serba canggih. Model penawaran barang pun tidak terbatas di satu tempat saja. Apabila jam dinding atau sepeda BMX di Jember murah, bisa jadi cukup mahal di kabupaten/kota sekitar. Hal itulah yang membuatnya mengoleksi barang-barang yang dinilai sepele, karena di baliknya ternyata mempunyai harga yang lumayan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/