alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Gebrakan Jember Smart City dari Pemkab

Menuju Smart City hingga Satu Data

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Jember Smart City merupakan salah satu program di pemerintahan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman. Guna memaksimalkan hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember melakukan bimbingan teknis bagi para operator Smart City di aula Pusdiklat, kecamatan Kaliwates, kemarin (22/9) siang.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari hingga hari ini (23/9) bertujuan untuk mempersiapkan operator yang akan bertugas mengisi dan meng-update aplikasi presensi Smart City di setiap OPD. “Hari ini (kemarin, Red) pesertanya adalah operator di masing-masing OPD. Besok (hari ini, Red) operator kecamatan dan kelurahan,” papar Bobby kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bobby menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk pengelolaan satu data sehingga ada satu aplikasi yang terintegrasi dan bisa dikontrol secara langsung oleh pimpinan. Dengan presensi mobile, misalnya. “Baru empat bulan berjalan, tentunya banyak kendala,” paparnya. Inilah fungsi bimtek, termasuk diskusi tentang bagaimana mengatasi kendala-kendala itu.

Belum lagi, Bobby menerangkan bahwa pihaknya masih terkendala dengan adanya blank spot. Khususnya sekolah di daerah yang tak terjangkau internet. “Hal seperti ini yang perlu dibahas terkait dengan presensi mobile bersama tim BKPSDM dan tim Diskominfo,” imbuhnya.

Namun, yang tak kalah penting adalah kendala terkait jaringan. “Itu yang kami carikan solusi, karena presensi ini bersifat momentum. Kalau kelewat, sudah tidak bisa,” ujarnya. Solusinya, dengan meminta keterangan pimpinan terkait permasalahan itu. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya bakal terus memantau hal tersebut bersama operator kabupaten. Sambil lalu, memaksimalkan penggunaan jaringan internet di setiap titik.

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Jember Smart City merupakan salah satu program di pemerintahan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman. Guna memaksimalkan hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember melakukan bimbingan teknis bagi para operator Smart City di aula Pusdiklat, kecamatan Kaliwates, kemarin (22/9) siang.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari hingga hari ini (23/9) bertujuan untuk mempersiapkan operator yang akan bertugas mengisi dan meng-update aplikasi presensi Smart City di setiap OPD. “Hari ini (kemarin, Red) pesertanya adalah operator di masing-masing OPD. Besok (hari ini, Red) operator kecamatan dan kelurahan,” papar Bobby kepada Jawa Pos Radar Jember.

Bobby menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk pengelolaan satu data sehingga ada satu aplikasi yang terintegrasi dan bisa dikontrol secara langsung oleh pimpinan. Dengan presensi mobile, misalnya. “Baru empat bulan berjalan, tentunya banyak kendala,” paparnya. Inilah fungsi bimtek, termasuk diskusi tentang bagaimana mengatasi kendala-kendala itu.

Belum lagi, Bobby menerangkan bahwa pihaknya masih terkendala dengan adanya blank spot. Khususnya sekolah di daerah yang tak terjangkau internet. “Hal seperti ini yang perlu dibahas terkait dengan presensi mobile bersama tim BKPSDM dan tim Diskominfo,” imbuhnya.

Namun, yang tak kalah penting adalah kendala terkait jaringan. “Itu yang kami carikan solusi, karena presensi ini bersifat momentum. Kalau kelewat, sudah tidak bisa,” ujarnya. Solusinya, dengan meminta keterangan pimpinan terkait permasalahan itu. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya bakal terus memantau hal tersebut bersama operator kabupaten. Sambil lalu, memaksimalkan penggunaan jaringan internet di setiap titik.

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Jember Smart City merupakan salah satu program di pemerintahan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman. Guna memaksimalkan hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember melakukan bimbingan teknis bagi para operator Smart City di aula Pusdiklat, kecamatan Kaliwates, kemarin (22/9) siang.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari hingga hari ini (23/9) bertujuan untuk mempersiapkan operator yang akan bertugas mengisi dan meng-update aplikasi presensi Smart City di setiap OPD. “Hari ini (kemarin, Red) pesertanya adalah operator di masing-masing OPD. Besok (hari ini, Red) operator kecamatan dan kelurahan,” papar Bobby kepada Jawa Pos Radar Jember.

Bobby menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk pengelolaan satu data sehingga ada satu aplikasi yang terintegrasi dan bisa dikontrol secara langsung oleh pimpinan. Dengan presensi mobile, misalnya. “Baru empat bulan berjalan, tentunya banyak kendala,” paparnya. Inilah fungsi bimtek, termasuk diskusi tentang bagaimana mengatasi kendala-kendala itu.

Belum lagi, Bobby menerangkan bahwa pihaknya masih terkendala dengan adanya blank spot. Khususnya sekolah di daerah yang tak terjangkau internet. “Hal seperti ini yang perlu dibahas terkait dengan presensi mobile bersama tim BKPSDM dan tim Diskominfo,” imbuhnya.

Namun, yang tak kalah penting adalah kendala terkait jaringan. “Itu yang kami carikan solusi, karena presensi ini bersifat momentum. Kalau kelewat, sudah tidak bisa,” ujarnya. Solusinya, dengan meminta keterangan pimpinan terkait permasalahan itu. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya bakal terus memantau hal tersebut bersama operator kabupaten. Sambil lalu, memaksimalkan penggunaan jaringan internet di setiap titik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/