alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Trotoar Mastrip Berubah Fungsi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi trotoar di jalan Mastrip, Lingkungan Tegalboto Lor, Kecamatan Sumbersari, berubah fungsi. Hampir separuh trotoar berubah fungsi menjadi tempat berjualan bunga. kondisi itu tentu sangat mengganggu para pejalan kaki.

Imbasnya, karena trotoar yang sudah direhabilitasi bagus itu ‘dikuasai’ pedagang bunga, maka pejalan kaki lebih banyak turun ke aspal.

“Kami enggan jalan lewat di trotoar. Apalagi di bagian ujung trotoar juga digunakan untuk menaruh barang seperti pot bunga  dan tumpukan sak yang berisi pupuk kandang,” ujar Betty, warga sekitar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam hati, dia nggerundel dengan kondisi seperti itu. Karena fasilitas umum itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi. ”Seharusnya kalau memang jualan, pedagang minggir ke sisi belakang. Bukan trotoar yang justru digunakan untuk jualan bunga,” keluhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi trotoar di jalan Mastrip, Lingkungan Tegalboto Lor, Kecamatan Sumbersari, berubah fungsi. Hampir separuh trotoar berubah fungsi menjadi tempat berjualan bunga. kondisi itu tentu sangat mengganggu para pejalan kaki.

Imbasnya, karena trotoar yang sudah direhabilitasi bagus itu ‘dikuasai’ pedagang bunga, maka pejalan kaki lebih banyak turun ke aspal.

“Kami enggan jalan lewat di trotoar. Apalagi di bagian ujung trotoar juga digunakan untuk menaruh barang seperti pot bunga  dan tumpukan sak yang berisi pupuk kandang,” ujar Betty, warga sekitar.

Dalam hati, dia nggerundel dengan kondisi seperti itu. Karena fasilitas umum itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi. ”Seharusnya kalau memang jualan, pedagang minggir ke sisi belakang. Bukan trotoar yang justru digunakan untuk jualan bunga,” keluhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi trotoar di jalan Mastrip, Lingkungan Tegalboto Lor, Kecamatan Sumbersari, berubah fungsi. Hampir separuh trotoar berubah fungsi menjadi tempat berjualan bunga. kondisi itu tentu sangat mengganggu para pejalan kaki.

Imbasnya, karena trotoar yang sudah direhabilitasi bagus itu ‘dikuasai’ pedagang bunga, maka pejalan kaki lebih banyak turun ke aspal.

“Kami enggan jalan lewat di trotoar. Apalagi di bagian ujung trotoar juga digunakan untuk menaruh barang seperti pot bunga  dan tumpukan sak yang berisi pupuk kandang,” ujar Betty, warga sekitar.

Dalam hati, dia nggerundel dengan kondisi seperti itu. Karena fasilitas umum itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi. ”Seharusnya kalau memang jualan, pedagang minggir ke sisi belakang. Bukan trotoar yang justru digunakan untuk jualan bunga,” keluhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/