alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Penderita ISPA Berpotensi Meningkat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi Covid-19 menjadikan tenaga kesehatan benar-benar kewalahan. Pasalnya tak hanya penderita yang terkonfirmasi positif, mereka juga banyak menerima pasien dengan beragam keluhan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Jember pada tujuh rumah sakit di wilayah Tapal Kuda menunjukkan, 44,8 pesen dari 810 anak menderita ISPA. Disusul dengan penyakit diare dan kejang akibat demam.

Dosen dan peneliti dari Fakultas Keperawatan Unej, Ira Rahmawati menerangkan, jumlah ini akan terus meningkat di masa pandemi. “Fakta ini perlu diwaspadai mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, penyakit yang juga menyerang sistem pernapasan manusia,” ungkap Ira pada webinar nasional keperawatan bertema Optimalisasi Perawatan Anak dalam Tantangan Normal Baru Pandemi Covid-19 Berwawasan Agronursing di Era 4.0.

Mobile_AP_Rectangle 2

Masih menurut Ira, perlu penelitian lanjutan mengapa ISPA mendominasi penyakit pada anak di wilayah Besuki Raya yang merupakan wilayah agraris. Penyakit lain yang banyak diderita anak di antaranya penyakit akibat keracunan dan penyakit khas daerah tropis seperti tipes dan demam berdarah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi Covid-19 menjadikan tenaga kesehatan benar-benar kewalahan. Pasalnya tak hanya penderita yang terkonfirmasi positif, mereka juga banyak menerima pasien dengan beragam keluhan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Jember pada tujuh rumah sakit di wilayah Tapal Kuda menunjukkan, 44,8 pesen dari 810 anak menderita ISPA. Disusul dengan penyakit diare dan kejang akibat demam.

Dosen dan peneliti dari Fakultas Keperawatan Unej, Ira Rahmawati menerangkan, jumlah ini akan terus meningkat di masa pandemi. “Fakta ini perlu diwaspadai mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, penyakit yang juga menyerang sistem pernapasan manusia,” ungkap Ira pada webinar nasional keperawatan bertema Optimalisasi Perawatan Anak dalam Tantangan Normal Baru Pandemi Covid-19 Berwawasan Agronursing di Era 4.0.

Masih menurut Ira, perlu penelitian lanjutan mengapa ISPA mendominasi penyakit pada anak di wilayah Besuki Raya yang merupakan wilayah agraris. Penyakit lain yang banyak diderita anak di antaranya penyakit akibat keracunan dan penyakit khas daerah tropis seperti tipes dan demam berdarah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi Covid-19 menjadikan tenaga kesehatan benar-benar kewalahan. Pasalnya tak hanya penderita yang terkonfirmasi positif, mereka juga banyak menerima pasien dengan beragam keluhan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Jember pada tujuh rumah sakit di wilayah Tapal Kuda menunjukkan, 44,8 pesen dari 810 anak menderita ISPA. Disusul dengan penyakit diare dan kejang akibat demam.

Dosen dan peneliti dari Fakultas Keperawatan Unej, Ira Rahmawati menerangkan, jumlah ini akan terus meningkat di masa pandemi. “Fakta ini perlu diwaspadai mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, penyakit yang juga menyerang sistem pernapasan manusia,” ungkap Ira pada webinar nasional keperawatan bertema Optimalisasi Perawatan Anak dalam Tantangan Normal Baru Pandemi Covid-19 Berwawasan Agronursing di Era 4.0.

Masih menurut Ira, perlu penelitian lanjutan mengapa ISPA mendominasi penyakit pada anak di wilayah Besuki Raya yang merupakan wilayah agraris. Penyakit lain yang banyak diderita anak di antaranya penyakit akibat keracunan dan penyakit khas daerah tropis seperti tipes dan demam berdarah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/