alexametrics
26.5 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Mencuat, Bantuan Madrasah Disunat

Kabarnya, Pemotongan hingga 50 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

JMEBER, RADARJEMBER.ID – Pengawasan bantuan langsung dari pusat ke daerah-daerah sepertinya masih lemah, sehingga rawan diselewengkan. Setelah mencuat kabat potongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Silo pekan lalu, kini muncul kabar pemotongan bantuan dari Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD dan Pontren) Kemenag RI kepada salah satu lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Jember.

Surat Kemenag RI yang ditandatangani Dirjen PD dan Pontren tertanggal 13 Agustus lalu tertulis, bantuan senilai Rp 10 juta itu ditujukan ke lembaga yang ada di salah satu kecamatan di Jember. Saat mencairkan bantuan, penerima diminta menyerahkan syarat administratif khusus. Kemudian, uang itu langsung ditransfer ke rekening pengelola pesantren atau taman pendidikan Quran (TPQ). Namun setelah cair, penerima bantuan diminta setor oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), semacam konsultan atau mitra kerja bentukan Kemenag.

“Terutama yang paling ramai di Wuluhan. Anggarannya dipotong cukup besar. Diminta setor ke FKDT sampai 50 persen. Sebagian besar belum dipotong, tapi sebelumnya sudah di-warning untuk setor,” tulis sumber Jawa Pos Radar Jember. Ia meminta namanya tak disebut karena sempat diancam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jawa Pos Radar Jember menelusuri kebenaran informasi tersebut. Hasilnya, ada screenshot atau tangkapan layar dari sebuah percakapan grup WhatsApp yang meminta agar potongan bantuan dari Kemenag RI itu tidak tersiar ke mana-mana. Selain tangkapan layar percakapan itu, Jawa Pos Radar Jember juga mendapatkan foto surat berkop Kemenag RI tentang pemberitahuan bantuan untuk MDT. Temuan screenshot dan surat Dirjen PD dan Pontren Kemenag RI itu mengindikasikan, ada dana pusat yang disunat ketika sampai ke daerah.

- Advertisement -

JMEBER, RADARJEMBER.ID – Pengawasan bantuan langsung dari pusat ke daerah-daerah sepertinya masih lemah, sehingga rawan diselewengkan. Setelah mencuat kabat potongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Silo pekan lalu, kini muncul kabar pemotongan bantuan dari Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD dan Pontren) Kemenag RI kepada salah satu lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Jember.

Surat Kemenag RI yang ditandatangani Dirjen PD dan Pontren tertanggal 13 Agustus lalu tertulis, bantuan senilai Rp 10 juta itu ditujukan ke lembaga yang ada di salah satu kecamatan di Jember. Saat mencairkan bantuan, penerima diminta menyerahkan syarat administratif khusus. Kemudian, uang itu langsung ditransfer ke rekening pengelola pesantren atau taman pendidikan Quran (TPQ). Namun setelah cair, penerima bantuan diminta setor oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), semacam konsultan atau mitra kerja bentukan Kemenag.

“Terutama yang paling ramai di Wuluhan. Anggarannya dipotong cukup besar. Diminta setor ke FKDT sampai 50 persen. Sebagian besar belum dipotong, tapi sebelumnya sudah di-warning untuk setor,” tulis sumber Jawa Pos Radar Jember. Ia meminta namanya tak disebut karena sempat diancam.

Jawa Pos Radar Jember menelusuri kebenaran informasi tersebut. Hasilnya, ada screenshot atau tangkapan layar dari sebuah percakapan grup WhatsApp yang meminta agar potongan bantuan dari Kemenag RI itu tidak tersiar ke mana-mana. Selain tangkapan layar percakapan itu, Jawa Pos Radar Jember juga mendapatkan foto surat berkop Kemenag RI tentang pemberitahuan bantuan untuk MDT. Temuan screenshot dan surat Dirjen PD dan Pontren Kemenag RI itu mengindikasikan, ada dana pusat yang disunat ketika sampai ke daerah.

JMEBER, RADARJEMBER.ID – Pengawasan bantuan langsung dari pusat ke daerah-daerah sepertinya masih lemah, sehingga rawan diselewengkan. Setelah mencuat kabat potongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Silo pekan lalu, kini muncul kabar pemotongan bantuan dari Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD dan Pontren) Kemenag RI kepada salah satu lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Jember.

Surat Kemenag RI yang ditandatangani Dirjen PD dan Pontren tertanggal 13 Agustus lalu tertulis, bantuan senilai Rp 10 juta itu ditujukan ke lembaga yang ada di salah satu kecamatan di Jember. Saat mencairkan bantuan, penerima diminta menyerahkan syarat administratif khusus. Kemudian, uang itu langsung ditransfer ke rekening pengelola pesantren atau taman pendidikan Quran (TPQ). Namun setelah cair, penerima bantuan diminta setor oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), semacam konsultan atau mitra kerja bentukan Kemenag.

“Terutama yang paling ramai di Wuluhan. Anggarannya dipotong cukup besar. Diminta setor ke FKDT sampai 50 persen. Sebagian besar belum dipotong, tapi sebelumnya sudah di-warning untuk setor,” tulis sumber Jawa Pos Radar Jember. Ia meminta namanya tak disebut karena sempat diancam.

Jawa Pos Radar Jember menelusuri kebenaran informasi tersebut. Hasilnya, ada screenshot atau tangkapan layar dari sebuah percakapan grup WhatsApp yang meminta agar potongan bantuan dari Kemenag RI itu tidak tersiar ke mana-mana. Selain tangkapan layar percakapan itu, Jawa Pos Radar Jember juga mendapatkan foto surat berkop Kemenag RI tentang pemberitahuan bantuan untuk MDT. Temuan screenshot dan surat Dirjen PD dan Pontren Kemenag RI itu mengindikasikan, ada dana pusat yang disunat ketika sampai ke daerah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/