alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Lagi, Kantor Jadi Klaster

Klaster Kantor Covid-19 di Jember:

Bank Jatim Kencong 10 Pegawai

Kejaksaan Jember 5 Pegawai

BPJS Kesehatan di Jember 4 Pegawai

BPJS Kesehatan di Lumajang 3 Pegawai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerapan protokol kesehatan tentunya harus ditaati oleh seluruh kalangan masyarakat. Baik di lingkungan rumah maupun kerja. Sebab, bukan tidak mungkin seseorang terindikasi Covid-19 dari tempat mana pun.

Kantor pelayanan publik pun tak luput dari paparan Covid-19. Setelah pegawai Kejaksaan Negeri Jember, BPJS Kesehatan Jember pun menyatakan ada karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala BPJS Kesehatan Jember Antokalina Sari Verdana mengakui ada pegawainya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Total ada tujuh pegawai. “Jadi, yang di Jember ada empat pegawai, di Lumajang ada tiga pegawai terkonfirmasi positif,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, ketujuh karyawannya ini sudah melakukan isolasi mandiri dan pemantauan dari puskesmas. “Sudah lakukan isolasi mandiri satu minggu lebih,” tuturnya. Antokalina sendiri tidak mengetahui pegawainya yang terpapar korona tertular dari mana. Apalagi BPJS Kesehatan adalah kantor pelayanan publik.

Bahkan, lanjut dia, tujuh pegawainya tidak menunjukan gejala apa pun. Baru terdeteksi sebagai OTG Covid-19 karena secara rutin BPJS Kesehatan melakukan swab per 14 hari. “Ternyata ada yang positif saat swab,” jelasnya.

Anto menambahkan, sebenarnya BPJS Kesehatan Jember juga telah menerapkan kebijakan WFH kepada karyawannya pada awal pandemi, Maret kemarin. “Kita mengatur sif mereka, secara gantian 50 persen WFH,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerapan protokol kesehatan tentunya harus ditaati oleh seluruh kalangan masyarakat. Baik di lingkungan rumah maupun kerja. Sebab, bukan tidak mungkin seseorang terindikasi Covid-19 dari tempat mana pun.

Kantor pelayanan publik pun tak luput dari paparan Covid-19. Setelah pegawai Kejaksaan Negeri Jember, BPJS Kesehatan Jember pun menyatakan ada karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala BPJS Kesehatan Jember Antokalina Sari Verdana mengakui ada pegawainya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Total ada tujuh pegawai. “Jadi, yang di Jember ada empat pegawai, di Lumajang ada tiga pegawai terkonfirmasi positif,” jelasnya.

Dia menjelaskan, ketujuh karyawannya ini sudah melakukan isolasi mandiri dan pemantauan dari puskesmas. “Sudah lakukan isolasi mandiri satu minggu lebih,” tuturnya. Antokalina sendiri tidak mengetahui pegawainya yang terpapar korona tertular dari mana. Apalagi BPJS Kesehatan adalah kantor pelayanan publik.

Bahkan, lanjut dia, tujuh pegawainya tidak menunjukan gejala apa pun. Baru terdeteksi sebagai OTG Covid-19 karena secara rutin BPJS Kesehatan melakukan swab per 14 hari. “Ternyata ada yang positif saat swab,” jelasnya.

Anto menambahkan, sebenarnya BPJS Kesehatan Jember juga telah menerapkan kebijakan WFH kepada karyawannya pada awal pandemi, Maret kemarin. “Kita mengatur sif mereka, secara gantian 50 persen WFH,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerapan protokol kesehatan tentunya harus ditaati oleh seluruh kalangan masyarakat. Baik di lingkungan rumah maupun kerja. Sebab, bukan tidak mungkin seseorang terindikasi Covid-19 dari tempat mana pun.

Kantor pelayanan publik pun tak luput dari paparan Covid-19. Setelah pegawai Kejaksaan Negeri Jember, BPJS Kesehatan Jember pun menyatakan ada karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala BPJS Kesehatan Jember Antokalina Sari Verdana mengakui ada pegawainya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Total ada tujuh pegawai. “Jadi, yang di Jember ada empat pegawai, di Lumajang ada tiga pegawai terkonfirmasi positif,” jelasnya.

Dia menjelaskan, ketujuh karyawannya ini sudah melakukan isolasi mandiri dan pemantauan dari puskesmas. “Sudah lakukan isolasi mandiri satu minggu lebih,” tuturnya. Antokalina sendiri tidak mengetahui pegawainya yang terpapar korona tertular dari mana. Apalagi BPJS Kesehatan adalah kantor pelayanan publik.

Bahkan, lanjut dia, tujuh pegawainya tidak menunjukan gejala apa pun. Baru terdeteksi sebagai OTG Covid-19 karena secara rutin BPJS Kesehatan melakukan swab per 14 hari. “Ternyata ada yang positif saat swab,” jelasnya.

Anto menambahkan, sebenarnya BPJS Kesehatan Jember juga telah menerapkan kebijakan WFH kepada karyawannya pada awal pandemi, Maret kemarin. “Kita mengatur sif mereka, secara gantian 50 persen WFH,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/