alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Islamic Social Finance dalam Menjawab Tantangan Ekonomi Indonesia

Potensial, Tapi Belum Optimal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Berkembangnya Islamic Sosial Finance seperti zakat, wakaf dan lainnya harus betul-betul diperuntukkan, sesuai dengan maqashidus syari’ah (tujuan syariat) dan kemaslahatan hidup umat manusia. Jangan sampai ditasharufkan pada kegiatan kegiatan yang bertentangan. Hal ini sangat penting demi pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua BAZNAS Jember, KH Misbahus Salam dalam agenda talk show virtual bertajuk Nudge to Give More Islamic Social Finance: Answer to The Indonesia Economic Challenge yang digelar Bank Indonesia Jember bersama RADARJEMBER.ID, Rabu (23/9).

Menurut dia, potensi ZIS di Jember terus mengalami peningkatan. Pada 2011 misalnya, jika dirata-rata, tiap tahun sebesar Rp 1,5 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tiap tahun sebesar 47,5 persen. Sedangkan jumlah muzakki yang membayar dana ZIS rata-rata mengalami pertumbuhan 28,2 persen tiap tahunnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam Islam, Allah SWT memberi rezeki pada seseorang berbeda-beda. Ada yang sangat kaya, sedang, dan miskin. Namun, lanjut dia, pada dasarnya Islam tidak melarang kepemilikan harta pribadi sampai berapapun atau batas apapun. Hanya saja dalam waktu bersamaan, Islam mewajibkan harta yang sudah mencapai batas (nisab) secara agama untuk dikeluarkan zakatnya.

“Ini bedanya Islam dengan sistem sosialis, yang tak memperbolehkan menimbun harta secara pribadi tanpa batas. Sekaligus berbeda dengan sistem kapitalis yang memperbolehkan menimbun kekayaan tak ada batasnya,” paparnya dalam webinar yang diikuti ratusan peserta via Zoom cloud meeting ini.

- Advertisement -

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Berkembangnya Islamic Sosial Finance seperti zakat, wakaf dan lainnya harus betul-betul diperuntukkan, sesuai dengan maqashidus syari’ah (tujuan syariat) dan kemaslahatan hidup umat manusia. Jangan sampai ditasharufkan pada kegiatan kegiatan yang bertentangan. Hal ini sangat penting demi pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua BAZNAS Jember, KH Misbahus Salam dalam agenda talk show virtual bertajuk Nudge to Give More Islamic Social Finance: Answer to The Indonesia Economic Challenge yang digelar Bank Indonesia Jember bersama RADARJEMBER.ID, Rabu (23/9).

Menurut dia, potensi ZIS di Jember terus mengalami peningkatan. Pada 2011 misalnya, jika dirata-rata, tiap tahun sebesar Rp 1,5 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tiap tahun sebesar 47,5 persen. Sedangkan jumlah muzakki yang membayar dana ZIS rata-rata mengalami pertumbuhan 28,2 persen tiap tahunnya.

Dalam Islam, Allah SWT memberi rezeki pada seseorang berbeda-beda. Ada yang sangat kaya, sedang, dan miskin. Namun, lanjut dia, pada dasarnya Islam tidak melarang kepemilikan harta pribadi sampai berapapun atau batas apapun. Hanya saja dalam waktu bersamaan, Islam mewajibkan harta yang sudah mencapai batas (nisab) secara agama untuk dikeluarkan zakatnya.

“Ini bedanya Islam dengan sistem sosialis, yang tak memperbolehkan menimbun harta secara pribadi tanpa batas. Sekaligus berbeda dengan sistem kapitalis yang memperbolehkan menimbun kekayaan tak ada batasnya,” paparnya dalam webinar yang diikuti ratusan peserta via Zoom cloud meeting ini.

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Berkembangnya Islamic Sosial Finance seperti zakat, wakaf dan lainnya harus betul-betul diperuntukkan, sesuai dengan maqashidus syari’ah (tujuan syariat) dan kemaslahatan hidup umat manusia. Jangan sampai ditasharufkan pada kegiatan kegiatan yang bertentangan. Hal ini sangat penting demi pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua BAZNAS Jember, KH Misbahus Salam dalam agenda talk show virtual bertajuk Nudge to Give More Islamic Social Finance: Answer to The Indonesia Economic Challenge yang digelar Bank Indonesia Jember bersama RADARJEMBER.ID, Rabu (23/9).

Menurut dia, potensi ZIS di Jember terus mengalami peningkatan. Pada 2011 misalnya, jika dirata-rata, tiap tahun sebesar Rp 1,5 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tiap tahun sebesar 47,5 persen. Sedangkan jumlah muzakki yang membayar dana ZIS rata-rata mengalami pertumbuhan 28,2 persen tiap tahunnya.

Dalam Islam, Allah SWT memberi rezeki pada seseorang berbeda-beda. Ada yang sangat kaya, sedang, dan miskin. Namun, lanjut dia, pada dasarnya Islam tidak melarang kepemilikan harta pribadi sampai berapapun atau batas apapun. Hanya saja dalam waktu bersamaan, Islam mewajibkan harta yang sudah mencapai batas (nisab) secara agama untuk dikeluarkan zakatnya.

“Ini bedanya Islam dengan sistem sosialis, yang tak memperbolehkan menimbun harta secara pribadi tanpa batas. Sekaligus berbeda dengan sistem kapitalis yang memperbolehkan menimbun kekayaan tak ada batasnya,” paparnya dalam webinar yang diikuti ratusan peserta via Zoom cloud meeting ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/