alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Rute Gumitir Jadi Tantangan Pembalap

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Para pembalap Tour d’Indonesia harus melahap rute yang menantang di etape keempat, (22/8) kemarin. Mereka start dari alun-alun, lalu harus melewati jalur tanjakan Gumitir. Selanjutnya, finis di Paltuding pegunungan Ijen, Banyuwangi.

Etape keempat ini memiliki rute sepanjang 151,8 km dengan jalur yang cukup menantang. Seperti tiga tanjakan di pegunungan Ijen, yakni Paltuding Park. Selain itu, sebelum memasuki kawasan Ijen, para pembalap juga melewati jalur Gumitir. Jalan berkelok serta tanjakan naik turun.

Rute di etape keempat ini menjadi favorit para climber. Seperti yang dikatakan pembalap dalam negeri, Abdul Sholeh, dari tim KFC Cycling. “Trek hari ini tanjakannya cukup menantang. Saya lebih fokuskan ke climber. Untuk selanjutnya, saya juga tetap berambisi leading di depan,” jelas cyclist asal Bandung ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain rintangan di jalur tanjakan, para pembalap juga mewaspadai pergantian cuaca. Sebab, saat start dari Jember pukul 10.00 WIB, cuaca cukup panas. Mereka harus melewati kawasan Gumitir dengan cuaca dingin, lalu memasuki kawasan Ijen yang juga dengan hawa yang dingin. “Saya latihannya di Jogja cuacanya dari dingin ke panas, jadi insyaallah sudah terbiasa,” imbuhnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Para pembalap Tour d’Indonesia harus melahap rute yang menantang di etape keempat, (22/8) kemarin. Mereka start dari alun-alun, lalu harus melewati jalur tanjakan Gumitir. Selanjutnya, finis di Paltuding pegunungan Ijen, Banyuwangi.

Etape keempat ini memiliki rute sepanjang 151,8 km dengan jalur yang cukup menantang. Seperti tiga tanjakan di pegunungan Ijen, yakni Paltuding Park. Selain itu, sebelum memasuki kawasan Ijen, para pembalap juga melewati jalur Gumitir. Jalan berkelok serta tanjakan naik turun.

Rute di etape keempat ini menjadi favorit para climber. Seperti yang dikatakan pembalap dalam negeri, Abdul Sholeh, dari tim KFC Cycling. “Trek hari ini tanjakannya cukup menantang. Saya lebih fokuskan ke climber. Untuk selanjutnya, saya juga tetap berambisi leading di depan,” jelas cyclist asal Bandung ini.

Selain rintangan di jalur tanjakan, para pembalap juga mewaspadai pergantian cuaca. Sebab, saat start dari Jember pukul 10.00 WIB, cuaca cukup panas. Mereka harus melewati kawasan Gumitir dengan cuaca dingin, lalu memasuki kawasan Ijen yang juga dengan hawa yang dingin. “Saya latihannya di Jogja cuacanya dari dingin ke panas, jadi insyaallah sudah terbiasa,” imbuhnya.

RADAR JEMBER.ID – Para pembalap Tour d’Indonesia harus melahap rute yang menantang di etape keempat, (22/8) kemarin. Mereka start dari alun-alun, lalu harus melewati jalur tanjakan Gumitir. Selanjutnya, finis di Paltuding pegunungan Ijen, Banyuwangi.

Etape keempat ini memiliki rute sepanjang 151,8 km dengan jalur yang cukup menantang. Seperti tiga tanjakan di pegunungan Ijen, yakni Paltuding Park. Selain itu, sebelum memasuki kawasan Ijen, para pembalap juga melewati jalur Gumitir. Jalan berkelok serta tanjakan naik turun.

Rute di etape keempat ini menjadi favorit para climber. Seperti yang dikatakan pembalap dalam negeri, Abdul Sholeh, dari tim KFC Cycling. “Trek hari ini tanjakannya cukup menantang. Saya lebih fokuskan ke climber. Untuk selanjutnya, saya juga tetap berambisi leading di depan,” jelas cyclist asal Bandung ini.

Selain rintangan di jalur tanjakan, para pembalap juga mewaspadai pergantian cuaca. Sebab, saat start dari Jember pukul 10.00 WIB, cuaca cukup panas. Mereka harus melewati kawasan Gumitir dengan cuaca dingin, lalu memasuki kawasan Ijen yang juga dengan hawa yang dingin. “Saya latihannya di Jogja cuacanya dari dingin ke panas, jadi insyaallah sudah terbiasa,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/