alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Menangis Dengar Politisi Pecat Bupati

Aparat Jaga Ketat Aksi di DPRD

Mobile_AP_Rectangle 1

Aksi yang digelar sejak sekitar pukul 10.00 tersebut terus berlangsung hingga paripurna HMP yang digelar dewan berlangsung. Lamanya waktu aksi membuat massa harus menjalankan salat zuhur berjamaah di jalan depan DPRD. Begitu selesai, mereka kembali menyuarakan aspirasinya.

Beberapa orasi yang dijadikan materi yakni adanya proyek-proyek mangkrak di Jember. Mereka mengibaratkanseperti Hambalang. Megaproyek Pasar Manggisan mangkrak gara-gara dikorupsi, Kantor Kecamatan Jenggawah ambruk karena dinilai direncanakan orang yang tidak berkompeten, dan proyek lain yang dinilai tidak bermanfaat tetapi menelan biaya besar. “Besi warna-warni di Jembatan Semanggi Rp 4 miliar lebih, manfaatnya apa?” cetus salah seorang orator.

Massa yang ada di jalanan tak berhenti orasi seiring berjalannya HMP. Bahkan, pada saat aksi berlangsung, kepolisian sempat menyemprotkan cairan disinfektan. Warga pun sempat terkejut karena pengalaman aksi sebelum-sebelumnya tak pernah dilakukan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah HMP selesai, sejumlah anggota dewan, termasuk pimpinan partai dan sejumlah anggota DPRD provinsi yang menyaksikan HMP, langsung menyapa massa. Di hadapan mereka, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan, DPRD Jember telah menyatakan pendapat, yakni memecat Bupati Faida dari jabatannya sebagai Jember. “Secara politis, DPRD telah memecat sebagai bupati. HMP telah memutuskan pemakzulan. Kami minta doanya, karena ini masih perlu diuji di MA,” papar Itqon.

Mendengar keputusan HMP memakzulkan Bupati Faida, beberapa massa terlihat ada yang menangis. Bahkan, Ahmad Halim yang baru selesai memimpin jalannya HMP juga sempat menangis. Anggota dewan dan massa selanjutnya membubarkan diri dari jalan depan DPRD. Selama bubar, mereka dijaga ketat aparat kepolisian.

 

 

- Advertisement -

Aksi yang digelar sejak sekitar pukul 10.00 tersebut terus berlangsung hingga paripurna HMP yang digelar dewan berlangsung. Lamanya waktu aksi membuat massa harus menjalankan salat zuhur berjamaah di jalan depan DPRD. Begitu selesai, mereka kembali menyuarakan aspirasinya.

Beberapa orasi yang dijadikan materi yakni adanya proyek-proyek mangkrak di Jember. Mereka mengibaratkanseperti Hambalang. Megaproyek Pasar Manggisan mangkrak gara-gara dikorupsi, Kantor Kecamatan Jenggawah ambruk karena dinilai direncanakan orang yang tidak berkompeten, dan proyek lain yang dinilai tidak bermanfaat tetapi menelan biaya besar. “Besi warna-warni di Jembatan Semanggi Rp 4 miliar lebih, manfaatnya apa?” cetus salah seorang orator.

Massa yang ada di jalanan tak berhenti orasi seiring berjalannya HMP. Bahkan, pada saat aksi berlangsung, kepolisian sempat menyemprotkan cairan disinfektan. Warga pun sempat terkejut karena pengalaman aksi sebelum-sebelumnya tak pernah dilakukan.

Setelah HMP selesai, sejumlah anggota dewan, termasuk pimpinan partai dan sejumlah anggota DPRD provinsi yang menyaksikan HMP, langsung menyapa massa. Di hadapan mereka, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan, DPRD Jember telah menyatakan pendapat, yakni memecat Bupati Faida dari jabatannya sebagai Jember. “Secara politis, DPRD telah memecat sebagai bupati. HMP telah memutuskan pemakzulan. Kami minta doanya, karena ini masih perlu diuji di MA,” papar Itqon.

Mendengar keputusan HMP memakzulkan Bupati Faida, beberapa massa terlihat ada yang menangis. Bahkan, Ahmad Halim yang baru selesai memimpin jalannya HMP juga sempat menangis. Anggota dewan dan massa selanjutnya membubarkan diri dari jalan depan DPRD. Selama bubar, mereka dijaga ketat aparat kepolisian.

 

 

Aksi yang digelar sejak sekitar pukul 10.00 tersebut terus berlangsung hingga paripurna HMP yang digelar dewan berlangsung. Lamanya waktu aksi membuat massa harus menjalankan salat zuhur berjamaah di jalan depan DPRD. Begitu selesai, mereka kembali menyuarakan aspirasinya.

Beberapa orasi yang dijadikan materi yakni adanya proyek-proyek mangkrak di Jember. Mereka mengibaratkanseperti Hambalang. Megaproyek Pasar Manggisan mangkrak gara-gara dikorupsi, Kantor Kecamatan Jenggawah ambruk karena dinilai direncanakan orang yang tidak berkompeten, dan proyek lain yang dinilai tidak bermanfaat tetapi menelan biaya besar. “Besi warna-warni di Jembatan Semanggi Rp 4 miliar lebih, manfaatnya apa?” cetus salah seorang orator.

Massa yang ada di jalanan tak berhenti orasi seiring berjalannya HMP. Bahkan, pada saat aksi berlangsung, kepolisian sempat menyemprotkan cairan disinfektan. Warga pun sempat terkejut karena pengalaman aksi sebelum-sebelumnya tak pernah dilakukan.

Setelah HMP selesai, sejumlah anggota dewan, termasuk pimpinan partai dan sejumlah anggota DPRD provinsi yang menyaksikan HMP, langsung menyapa massa. Di hadapan mereka, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan, DPRD Jember telah menyatakan pendapat, yakni memecat Bupati Faida dari jabatannya sebagai Jember. “Secara politis, DPRD telah memecat sebagai bupati. HMP telah memutuskan pemakzulan. Kami minta doanya, karena ini masih perlu diuji di MA,” papar Itqon.

Mendengar keputusan HMP memakzulkan Bupati Faida, beberapa massa terlihat ada yang menangis. Bahkan, Ahmad Halim yang baru selesai memimpin jalannya HMP juga sempat menangis. Anggota dewan dan massa selanjutnya membubarkan diri dari jalan depan DPRD. Selama bubar, mereka dijaga ketat aparat kepolisian.

 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/