alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Tukang Cukur nyalon kades ditolak oleh panitia

Bawa Uang Rp 1 Juta Untuk Nyalon Kades

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dalam sebulan memang ribet. Banyak persoalan di lapangan muncul ke permukaan. Dalam proses administrasi pendaftaran, tidak semua berjalan mulus. Seperti yang terjadi di Desa Balung Lor Kecamatan Balung.

Sejumlah cakades mempermasalahkan pendaftaran yang diberlakukan panitia. Bahkan diantara cakades, ada yang mundur gegara kebijakan panitia biaya pendaftaran Rp 5 Juta per cakades dianggapnya tidak memiliki payung hukum jelas.

Sementara ketua panitia pilkades Desa Balung Lor, Ali Mahfudi mengatakan, bahasa memungut uang tidak sepenuhnya benar. Dia mejelaskan, sumber pembiayaan pilkades itu, pertama, dari APBD, kedua dari APB-Des, dan ketiga dari sumbangan calon sendiri.
“Nominal Rp 5 juta itu hasil rembukan panitia dan BPD. Dalam kasus calon yang ditolak itu, calon lainnya sudah sepakat semua,” ungkapnya.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dalam sebulan memang ribet. Banyak persoalan di lapangan muncul ke permukaan. Dalam proses administrasi pendaftaran, tidak semua berjalan mulus. Seperti yang terjadi di Desa Balung Lor Kecamatan Balung.

Sejumlah cakades mempermasalahkan pendaftaran yang diberlakukan panitia. Bahkan diantara cakades, ada yang mundur gegara kebijakan panitia biaya pendaftaran Rp 5 Juta per cakades dianggapnya tidak memiliki payung hukum jelas.

Sementara ketua panitia pilkades Desa Balung Lor, Ali Mahfudi mengatakan, bahasa memungut uang tidak sepenuhnya benar. Dia mejelaskan, sumber pembiayaan pilkades itu, pertama, dari APBD, kedua dari APB-Des, dan ketiga dari sumbangan calon sendiri.
“Nominal Rp 5 juta itu hasil rembukan panitia dan BPD. Dalam kasus calon yang ditolak itu, calon lainnya sudah sepakat semua,” ungkapnya.

RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dalam sebulan memang ribet. Banyak persoalan di lapangan muncul ke permukaan. Dalam proses administrasi pendaftaran, tidak semua berjalan mulus. Seperti yang terjadi di Desa Balung Lor Kecamatan Balung.

Sejumlah cakades mempermasalahkan pendaftaran yang diberlakukan panitia. Bahkan diantara cakades, ada yang mundur gegara kebijakan panitia biaya pendaftaran Rp 5 Juta per cakades dianggapnya tidak memiliki payung hukum jelas.

Sementara ketua panitia pilkades Desa Balung Lor, Ali Mahfudi mengatakan, bahasa memungut uang tidak sepenuhnya benar. Dia mejelaskan, sumber pembiayaan pilkades itu, pertama, dari APBD, kedua dari APB-Des, dan ketiga dari sumbangan calon sendiri.
“Nominal Rp 5 juta itu hasil rembukan panitia dan BPD. Dalam kasus calon yang ditolak itu, calon lainnya sudah sepakat semua,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/