alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pentingnya Pengaturan untuk Jasa Angkutan

Letak keadilannya di mana? Selama ini angkutan konvensional seperti lin dan bus memiliki jalur yang dibatasi. Sementara itu, jalur yang telah diatur justru diserobot oleh jasa angkutan daring yang rutenya “bebas”.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di tengah kecanggihan zaman, beragam mode transportasi modern banyak ditawarkan. Baik yang konvensional maupun yang daring. Kemudahan yang ditawarkan itu rupanya harus dibayar mahal, karena ada semacam ketidakadilan pengaturan. Lin dan bus jalurnya dibatasi, namun taksi online terkesan bebas dari pintu ke pintu tanpa jalur yang diatur. Dua hal mendasar itu tentu menjadi kerugian buat lin dan bus.

BACA JUGA: Uang Hasil Korupsi Digunakan Investasi Online

Dalam data Dishub Jember, ada sekitar 222 armada angkot kuning, sementara yang beroperasi hanya 100 unit. Kendati Pemkab Jember sempat merilis Angkot Sultan untuk menyemarakkan Porprov Jatim VII di Jember, namun baru 2 unit yang terealisasi dari 10 unit yang direncanakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keberpihakan pemerintah terhadap angkutan ini juga diatur dalam Perbup Jember Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyesuaian Trayek dalam Wilayah Kota. Namun, aturan ini masih jauh panggang dari api. Angkot legendaris itu terancam menyisakan riwayat yang bakal menjadi cerita untuk anak cucu kelak.

Polemik lin dan angkutan daring ini pun berbuntut panjang di lapangan. Angkutan konvensional dan daring saling berebut penumpang. Tak jarang sopir taksi daring menaikkan penumpang di depan Terminal Tawang Alun, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji.

Adanya angkutan daring rupanya belum menemukan sistem yang tepat di lapangan. Mereka disinyalir masih kerap menyerobot rute penumpang angkutan kota legendaris tersebut dan melintasi jalanan rute lin dengan bebas. Ditambah angkutan daring tersebut mangkal cukup dekat dengan titik operasional lin kuning.

Koordinator sopir lin Terminal Tawang Alun, Anton Pramono, menyesalkan kebiasaan tersebut. Dia menyebut, angkutan daring masih menaikkan penumpang di depan terminal. “Setiap hari mereka menaikkan penumpang di terminal. Padahal sudah ada aturannya sendiri,” katanya. Hampir semua rute lin juga disikat oleh angkutan daring.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di tengah kecanggihan zaman, beragam mode transportasi modern banyak ditawarkan. Baik yang konvensional maupun yang daring. Kemudahan yang ditawarkan itu rupanya harus dibayar mahal, karena ada semacam ketidakadilan pengaturan. Lin dan bus jalurnya dibatasi, namun taksi online terkesan bebas dari pintu ke pintu tanpa jalur yang diatur. Dua hal mendasar itu tentu menjadi kerugian buat lin dan bus.

BACA JUGA: Uang Hasil Korupsi Digunakan Investasi Online

Dalam data Dishub Jember, ada sekitar 222 armada angkot kuning, sementara yang beroperasi hanya 100 unit. Kendati Pemkab Jember sempat merilis Angkot Sultan untuk menyemarakkan Porprov Jatim VII di Jember, namun baru 2 unit yang terealisasi dari 10 unit yang direncanakan.

Keberpihakan pemerintah terhadap angkutan ini juga diatur dalam Perbup Jember Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyesuaian Trayek dalam Wilayah Kota. Namun, aturan ini masih jauh panggang dari api. Angkot legendaris itu terancam menyisakan riwayat yang bakal menjadi cerita untuk anak cucu kelak.

Polemik lin dan angkutan daring ini pun berbuntut panjang di lapangan. Angkutan konvensional dan daring saling berebut penumpang. Tak jarang sopir taksi daring menaikkan penumpang di depan Terminal Tawang Alun, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji.

Adanya angkutan daring rupanya belum menemukan sistem yang tepat di lapangan. Mereka disinyalir masih kerap menyerobot rute penumpang angkutan kota legendaris tersebut dan melintasi jalanan rute lin dengan bebas. Ditambah angkutan daring tersebut mangkal cukup dekat dengan titik operasional lin kuning.

Koordinator sopir lin Terminal Tawang Alun, Anton Pramono, menyesalkan kebiasaan tersebut. Dia menyebut, angkutan daring masih menaikkan penumpang di depan terminal. “Setiap hari mereka menaikkan penumpang di terminal. Padahal sudah ada aturannya sendiri,” katanya. Hampir semua rute lin juga disikat oleh angkutan daring.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di tengah kecanggihan zaman, beragam mode transportasi modern banyak ditawarkan. Baik yang konvensional maupun yang daring. Kemudahan yang ditawarkan itu rupanya harus dibayar mahal, karena ada semacam ketidakadilan pengaturan. Lin dan bus jalurnya dibatasi, namun taksi online terkesan bebas dari pintu ke pintu tanpa jalur yang diatur. Dua hal mendasar itu tentu menjadi kerugian buat lin dan bus.

BACA JUGA: Uang Hasil Korupsi Digunakan Investasi Online

Dalam data Dishub Jember, ada sekitar 222 armada angkot kuning, sementara yang beroperasi hanya 100 unit. Kendati Pemkab Jember sempat merilis Angkot Sultan untuk menyemarakkan Porprov Jatim VII di Jember, namun baru 2 unit yang terealisasi dari 10 unit yang direncanakan.

Keberpihakan pemerintah terhadap angkutan ini juga diatur dalam Perbup Jember Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyesuaian Trayek dalam Wilayah Kota. Namun, aturan ini masih jauh panggang dari api. Angkot legendaris itu terancam menyisakan riwayat yang bakal menjadi cerita untuk anak cucu kelak.

Polemik lin dan angkutan daring ini pun berbuntut panjang di lapangan. Angkutan konvensional dan daring saling berebut penumpang. Tak jarang sopir taksi daring menaikkan penumpang di depan Terminal Tawang Alun, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji.

Adanya angkutan daring rupanya belum menemukan sistem yang tepat di lapangan. Mereka disinyalir masih kerap menyerobot rute penumpang angkutan kota legendaris tersebut dan melintasi jalanan rute lin dengan bebas. Ditambah angkutan daring tersebut mangkal cukup dekat dengan titik operasional lin kuning.

Koordinator sopir lin Terminal Tawang Alun, Anton Pramono, menyesalkan kebiasaan tersebut. Dia menyebut, angkutan daring masih menaikkan penumpang di depan terminal. “Setiap hari mereka menaikkan penumpang di terminal. Padahal sudah ada aturannya sendiri,” katanya. Hampir semua rute lin juga disikat oleh angkutan daring.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/