alexametrics
32.1 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Rela Jadi Penjahit Keliling Agar Anak Lanjut Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

MADIUN, RADARJEMBER.ID- Siang itu udara di Kota Madiun cukup panas dan hal itu tidak dihiraukan oleh Badrun tukang jahit keliling asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.Entah kenapa Badrun memilih Madiun sebagai tempat untuk mengais rezeki, ini dilakukan demi buah hati di kampung dan kini mereka telah duduk dibangku sekolah lanjutan atas (SMA).

Bermodalkan mesin jahit tua dan becak setiap hari ia terbiasa menempuh jarak tidak kurang dari 50 KM, tentu di saat usia Badrun menginjak kepala lima itu tenaga mulai berkurang karena itu ia mengayuhl becak perlahan-lahan. Sambil berteriak lantang menawarkan jasa menjahit, terkadang teriakan itu didengar orang lain dan menghentikan langkah Badrus.

“Beginilah setiap hari pekerjaan saya mancal becak membawa mesin jahit, terkadang dan terkadang tidak ada orang menjahitkan baju.Namun itu tidak membuat saya berhenti jadi tukang jahit, di kampung anak butuh biaya pendidikan dan istri meninggal dunia. Jadi di Madiun saya kos sendiri, terkadang kalau ada rezeki pulang kampung menengok anak,” ungkap Badrun.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria tersebut juga memaparkan, ia setiap minggu rutin mengirimkan uang antara Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu ke kampung untuk keperluan anak di kampung. Agar bisa menjangkau lebih jauh lagi menawarkan jasa jahitan, Badrun memiliki impian untuk membeli sepeda motor dan kini ia rajin menabung.(*)

 

- Advertisement -

MADIUN, RADARJEMBER.ID- Siang itu udara di Kota Madiun cukup panas dan hal itu tidak dihiraukan oleh Badrun tukang jahit keliling asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.Entah kenapa Badrun memilih Madiun sebagai tempat untuk mengais rezeki, ini dilakukan demi buah hati di kampung dan kini mereka telah duduk dibangku sekolah lanjutan atas (SMA).

Bermodalkan mesin jahit tua dan becak setiap hari ia terbiasa menempuh jarak tidak kurang dari 50 KM, tentu di saat usia Badrun menginjak kepala lima itu tenaga mulai berkurang karena itu ia mengayuhl becak perlahan-lahan. Sambil berteriak lantang menawarkan jasa menjahit, terkadang teriakan itu didengar orang lain dan menghentikan langkah Badrus.

“Beginilah setiap hari pekerjaan saya mancal becak membawa mesin jahit, terkadang dan terkadang tidak ada orang menjahitkan baju.Namun itu tidak membuat saya berhenti jadi tukang jahit, di kampung anak butuh biaya pendidikan dan istri meninggal dunia. Jadi di Madiun saya kos sendiri, terkadang kalau ada rezeki pulang kampung menengok anak,” ungkap Badrun.

Pria tersebut juga memaparkan, ia setiap minggu rutin mengirimkan uang antara Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu ke kampung untuk keperluan anak di kampung. Agar bisa menjangkau lebih jauh lagi menawarkan jasa jahitan, Badrun memiliki impian untuk membeli sepeda motor dan kini ia rajin menabung.(*)

 

MADIUN, RADARJEMBER.ID- Siang itu udara di Kota Madiun cukup panas dan hal itu tidak dihiraukan oleh Badrun tukang jahit keliling asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.Entah kenapa Badrun memilih Madiun sebagai tempat untuk mengais rezeki, ini dilakukan demi buah hati di kampung dan kini mereka telah duduk dibangku sekolah lanjutan atas (SMA).

Bermodalkan mesin jahit tua dan becak setiap hari ia terbiasa menempuh jarak tidak kurang dari 50 KM, tentu di saat usia Badrun menginjak kepala lima itu tenaga mulai berkurang karena itu ia mengayuhl becak perlahan-lahan. Sambil berteriak lantang menawarkan jasa menjahit, terkadang teriakan itu didengar orang lain dan menghentikan langkah Badrus.

“Beginilah setiap hari pekerjaan saya mancal becak membawa mesin jahit, terkadang dan terkadang tidak ada orang menjahitkan baju.Namun itu tidak membuat saya berhenti jadi tukang jahit, di kampung anak butuh biaya pendidikan dan istri meninggal dunia. Jadi di Madiun saya kos sendiri, terkadang kalau ada rezeki pulang kampung menengok anak,” ungkap Badrun.

Pria tersebut juga memaparkan, ia setiap minggu rutin mengirimkan uang antara Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu ke kampung untuk keperluan anak di kampung. Agar bisa menjangkau lebih jauh lagi menawarkan jasa jahitan, Badrun memiliki impian untuk membeli sepeda motor dan kini ia rajin menabung.(*)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/