alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Keunikan Pencinta Sepeda Tua

Jeruji dan Gir Bikin Puas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepeda kayuh bukan hal baru bagi warga Jember. Komunitas yang terbentuk sudah sedemikian banyak. Tidak hanya di kota, namun juga di desa-desa. Nah, para pencinta sepeda, khususnya yang kuno-kuno, akan merasa sangat bangga ketika sepeda miliknya benar-benar orisinal.

Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Darma Wanita Persatuan SMASGA Bagi Takjil

Kebanggaan itu salah satunya dirasakan Sugiono Yongki Wibowo. Pria yang tinggal di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, itu memiliki sejumlah koleksi sepeda. Setiap bagian pada sepeda tersebut diakui menjadi bagian kebanggaan yang tidak terpisahkan. “Termasuk jeruji dan pelek ban. Kalau orisinal akan membuat bangga pemiliknya. Banyak sepeda kuno, tetapi banyak pula yang sudah tidak orisinal,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keaslian jari-jari dan velg roda sepeda bisa menjadi pertaruhan harga diri. Jika tidak orisinal, maka akan memengaruhi harga sepeda itu sendiri, sekalipun sepedanya bermerek. “Jadi, ada kebanggaan yang tidak bisa dinilai. Saya sebenarnya ikut perkembangan dan ternyata jatuh cinta. Makanya, semua bagian sepeda harus ori,” urainya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepeda kayuh bukan hal baru bagi warga Jember. Komunitas yang terbentuk sudah sedemikian banyak. Tidak hanya di kota, namun juga di desa-desa. Nah, para pencinta sepeda, khususnya yang kuno-kuno, akan merasa sangat bangga ketika sepeda miliknya benar-benar orisinal.

Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Darma Wanita Persatuan SMASGA Bagi Takjil

Kebanggaan itu salah satunya dirasakan Sugiono Yongki Wibowo. Pria yang tinggal di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, itu memiliki sejumlah koleksi sepeda. Setiap bagian pada sepeda tersebut diakui menjadi bagian kebanggaan yang tidak terpisahkan. “Termasuk jeruji dan pelek ban. Kalau orisinal akan membuat bangga pemiliknya. Banyak sepeda kuno, tetapi banyak pula yang sudah tidak orisinal,” ucapnya.

Keaslian jari-jari dan velg roda sepeda bisa menjadi pertaruhan harga diri. Jika tidak orisinal, maka akan memengaruhi harga sepeda itu sendiri, sekalipun sepedanya bermerek. “Jadi, ada kebanggaan yang tidak bisa dinilai. Saya sebenarnya ikut perkembangan dan ternyata jatuh cinta. Makanya, semua bagian sepeda harus ori,” urainya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepeda kayuh bukan hal baru bagi warga Jember. Komunitas yang terbentuk sudah sedemikian banyak. Tidak hanya di kota, namun juga di desa-desa. Nah, para pencinta sepeda, khususnya yang kuno-kuno, akan merasa sangat bangga ketika sepeda miliknya benar-benar orisinal.

Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Darma Wanita Persatuan SMASGA Bagi Takjil

Kebanggaan itu salah satunya dirasakan Sugiono Yongki Wibowo. Pria yang tinggal di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, itu memiliki sejumlah koleksi sepeda. Setiap bagian pada sepeda tersebut diakui menjadi bagian kebanggaan yang tidak terpisahkan. “Termasuk jeruji dan pelek ban. Kalau orisinal akan membuat bangga pemiliknya. Banyak sepeda kuno, tetapi banyak pula yang sudah tidak orisinal,” ucapnya.

Keaslian jari-jari dan velg roda sepeda bisa menjadi pertaruhan harga diri. Jika tidak orisinal, maka akan memengaruhi harga sepeda itu sendiri, sekalipun sepedanya bermerek. “Jadi, ada kebanggaan yang tidak bisa dinilai. Saya sebenarnya ikut perkembangan dan ternyata jatuh cinta. Makanya, semua bagian sepeda harus ori,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/