alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Belum Ada Zebra Cross Pengganti JPO

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Sejak dibongkarnya jembatan penyeberangan orang (PJO) yang menghubungkan Masjid Jami lama dengan yang baru menimbulkan berbagai respons dari masyarakat. Ditambah dengan tidak adanya fasilitas penyeberangan yang disiapkan terlebih dahulu sebagai penggantinya.

Baca Juga : Dinilai Membahayakan, Jembatan Penyeberangan di Masjid Jamik Dihilangkan

Terlihat, jamaah yang telah melaksanakan salat Jumat di Masjid Jami baru bergerombol menyeberang jalan menuju rumah masing-masing. Kebanyakan mereka menuju tempat parkir yang ada di sebarang jalan di depan Masjid Jami yang lama. Kendaraan yang padat dari arah barat membuat pejalan kaki harus berhati-hati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beragam tanggapan muncul mengenai hal tersebut. Ahmad Lutfianto, warga di Jalan Ciliwung, mengatakan, dia hampir tidak pernah melewati JPO yang sebelumnya ada. “Tidak ada jembatan itu jadi tambah panas,” tuturnya, kemarin.

Lain hal, dia menambahkan, tidak adanya fasilitas seperti zebra cross membuatnya iba kepada orang-orang lansia. Menurutnya, bagi yang muda sepertinya tidak terlalu susah. “Bahaya, apalagi untuk yang tua-tua,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Sejak dibongkarnya jembatan penyeberangan orang (PJO) yang menghubungkan Masjid Jami lama dengan yang baru menimbulkan berbagai respons dari masyarakat. Ditambah dengan tidak adanya fasilitas penyeberangan yang disiapkan terlebih dahulu sebagai penggantinya.

Baca Juga : Dinilai Membahayakan, Jembatan Penyeberangan di Masjid Jamik Dihilangkan

Terlihat, jamaah yang telah melaksanakan salat Jumat di Masjid Jami baru bergerombol menyeberang jalan menuju rumah masing-masing. Kebanyakan mereka menuju tempat parkir yang ada di sebarang jalan di depan Masjid Jami yang lama. Kendaraan yang padat dari arah barat membuat pejalan kaki harus berhati-hati.

Beragam tanggapan muncul mengenai hal tersebut. Ahmad Lutfianto, warga di Jalan Ciliwung, mengatakan, dia hampir tidak pernah melewati JPO yang sebelumnya ada. “Tidak ada jembatan itu jadi tambah panas,” tuturnya, kemarin.

Lain hal, dia menambahkan, tidak adanya fasilitas seperti zebra cross membuatnya iba kepada orang-orang lansia. Menurutnya, bagi yang muda sepertinya tidak terlalu susah. “Bahaya, apalagi untuk yang tua-tua,” imbuhnya.

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Sejak dibongkarnya jembatan penyeberangan orang (PJO) yang menghubungkan Masjid Jami lama dengan yang baru menimbulkan berbagai respons dari masyarakat. Ditambah dengan tidak adanya fasilitas penyeberangan yang disiapkan terlebih dahulu sebagai penggantinya.

Baca Juga : Dinilai Membahayakan, Jembatan Penyeberangan di Masjid Jamik Dihilangkan

Terlihat, jamaah yang telah melaksanakan salat Jumat di Masjid Jami baru bergerombol menyeberang jalan menuju rumah masing-masing. Kebanyakan mereka menuju tempat parkir yang ada di sebarang jalan di depan Masjid Jami yang lama. Kendaraan yang padat dari arah barat membuat pejalan kaki harus berhati-hati.

Beragam tanggapan muncul mengenai hal tersebut. Ahmad Lutfianto, warga di Jalan Ciliwung, mengatakan, dia hampir tidak pernah melewati JPO yang sebelumnya ada. “Tidak ada jembatan itu jadi tambah panas,” tuturnya, kemarin.

Lain hal, dia menambahkan, tidak adanya fasilitas seperti zebra cross membuatnya iba kepada orang-orang lansia. Menurutnya, bagi yang muda sepertinya tidak terlalu susah. “Bahaya, apalagi untuk yang tua-tua,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/