alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tetap Dapat Uang meski Diam di Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saat virus korona merebak bukan berarti tidak mendapatkan pendapatan. Hal itu dibuktikan oleh Tutik Dwi Rahayu, warga Dusun Krajan Wetan, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan. Ibu satu anak ini tetap beraktivitas di rumah membuat wayang kulit.

Baginya, diam di rumah tanpa menyibukkan diri sangatlah tidak enak. Karena itu, dirinya bersama Kusdu, suaminya, tetap meneruskan bisnis membuat wayang kulit seperti biasa. “Walau ada korona, saya tetap membuat wayang kulit. Setiap hari saya dan suami di rumah mengerjakan pesanan wayang kulit,” terangnya.

Walau begitu, dirinya tidak menampik jika pesanan wayang kulit berangsur menurun, sebagai dampak dari persebaran virus mematikan tersebut. Tetapi, bukan berarti tidak ada sama sekali. Masih ada saja orang datang ke rumah Tutik untuk dibuatkan wayang kulit.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saat virus korona merebak bukan berarti tidak mendapatkan pendapatan. Hal itu dibuktikan oleh Tutik Dwi Rahayu, warga Dusun Krajan Wetan, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan. Ibu satu anak ini tetap beraktivitas di rumah membuat wayang kulit.

Baginya, diam di rumah tanpa menyibukkan diri sangatlah tidak enak. Karena itu, dirinya bersama Kusdu, suaminya, tetap meneruskan bisnis membuat wayang kulit seperti biasa. “Walau ada korona, saya tetap membuat wayang kulit. Setiap hari saya dan suami di rumah mengerjakan pesanan wayang kulit,” terangnya.

Walau begitu, dirinya tidak menampik jika pesanan wayang kulit berangsur menurun, sebagai dampak dari persebaran virus mematikan tersebut. Tetapi, bukan berarti tidak ada sama sekali. Masih ada saja orang datang ke rumah Tutik untuk dibuatkan wayang kulit.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saat virus korona merebak bukan berarti tidak mendapatkan pendapatan. Hal itu dibuktikan oleh Tutik Dwi Rahayu, warga Dusun Krajan Wetan, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan. Ibu satu anak ini tetap beraktivitas di rumah membuat wayang kulit.

Baginya, diam di rumah tanpa menyibukkan diri sangatlah tidak enak. Karena itu, dirinya bersama Kusdu, suaminya, tetap meneruskan bisnis membuat wayang kulit seperti biasa. “Walau ada korona, saya tetap membuat wayang kulit. Setiap hari saya dan suami di rumah mengerjakan pesanan wayang kulit,” terangnya.

Walau begitu, dirinya tidak menampik jika pesanan wayang kulit berangsur menurun, sebagai dampak dari persebaran virus mematikan tersebut. Tetapi, bukan berarti tidak ada sama sekali. Masih ada saja orang datang ke rumah Tutik untuk dibuatkan wayang kulit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/