alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Kumpulkan Donasi, Santuni Duafa, hingga Blusukan Bagikan Sembako

Bencana kerap menumbuhkan rasa kemanusiaan. Termasuk pada masa pandemi korona seperti sekarang. Ini juga yang melatari relawan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Jember. Mereka seolah tak betah tinggal di rumah dan memutuskan kembali turun ke lapangan melakukan aksi sosial.

Mobile_AP_Rectangle 1

Tak berhenti di situ, semakin siang para relawan juga membagikan paket sembako ke kampung-kampung. Mereka menyebar. Ada yang blusukan ke rumah-rumah warga, ada pula yang menyisir ke jalan raya. Seperti Jalan Gajah Mada, Sultan Agung, A Yani, hingga Trunojoyo.

Tukang becak yang bersantai di bawah pohon menunggu penumpang mereka dekati untuk menyerahkan bingkisan sembako. Pedagang kerupuk yang menyeberang di jembatan penyeberangan orang (JPO) juga tak luput dari aksi mereka. Selain sembako, relawan juga membagikan masker kepada penerima. “Sebenarnya kami juga khawatir dengan wabah ini. Karena penularannya begitu mudah dan cepat. Makanya, kami selalu menerapkan protokol keselamatan saat melakukan aksi sosial,” jelas Imam.

Menurut Imam, sembako yang dibagikan itu berasal dari sumbangan donatur. Selain donatur tetap, mereka juga bergerilya menggalang dana dari para dermawan. Sementara itu, masker berasal dari anggota IPSM yang mempunyai kemampuan menjahit dan memproduksi masker secara mandiri. “Masker kain dari anggota IPSM sendiri. Karena mereka ada yang bisa menjahit. Sedangkan dana bersumber dari pihak ketiga atau donatur,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai pekerja sosial, Imam mengaku tak susah untuk menemukan kaum duafa. Selain berdasarkan data yang telah dimiliki sebelumnya, melalui jejaring yang ada mereka juga melakukan penyisiran secara mandiri. Langkah ini sebagai antisipasi, kalau ada warga yang benar-benar membutuhkan tapi tak tercatat dalam data. “Jadi door to door. Juga ke warga yang bekerja di pinggir jalan. Karena mereka rawan tak terdata,” ucapnya.

Khusus di masa pandemi ini, Imam mengungkapkan, para relawan tak hanya mendistribusikan sembako dan masker. Namun, mereka juga memberikan edukasi agar para penerima menjaga kesehatan. Termasuk membiasakan memakai masker dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. “Sekarang kerjanya jadi dobel,” pungkasnya, sembari bercanda.

- Advertisement -

Tak berhenti di situ, semakin siang para relawan juga membagikan paket sembako ke kampung-kampung. Mereka menyebar. Ada yang blusukan ke rumah-rumah warga, ada pula yang menyisir ke jalan raya. Seperti Jalan Gajah Mada, Sultan Agung, A Yani, hingga Trunojoyo.

Tukang becak yang bersantai di bawah pohon menunggu penumpang mereka dekati untuk menyerahkan bingkisan sembako. Pedagang kerupuk yang menyeberang di jembatan penyeberangan orang (JPO) juga tak luput dari aksi mereka. Selain sembako, relawan juga membagikan masker kepada penerima. “Sebenarnya kami juga khawatir dengan wabah ini. Karena penularannya begitu mudah dan cepat. Makanya, kami selalu menerapkan protokol keselamatan saat melakukan aksi sosial,” jelas Imam.

Menurut Imam, sembako yang dibagikan itu berasal dari sumbangan donatur. Selain donatur tetap, mereka juga bergerilya menggalang dana dari para dermawan. Sementara itu, masker berasal dari anggota IPSM yang mempunyai kemampuan menjahit dan memproduksi masker secara mandiri. “Masker kain dari anggota IPSM sendiri. Karena mereka ada yang bisa menjahit. Sedangkan dana bersumber dari pihak ketiga atau donatur,” jelasnya.

Sebagai pekerja sosial, Imam mengaku tak susah untuk menemukan kaum duafa. Selain berdasarkan data yang telah dimiliki sebelumnya, melalui jejaring yang ada mereka juga melakukan penyisiran secara mandiri. Langkah ini sebagai antisipasi, kalau ada warga yang benar-benar membutuhkan tapi tak tercatat dalam data. “Jadi door to door. Juga ke warga yang bekerja di pinggir jalan. Karena mereka rawan tak terdata,” ucapnya.

Khusus di masa pandemi ini, Imam mengungkapkan, para relawan tak hanya mendistribusikan sembako dan masker. Namun, mereka juga memberikan edukasi agar para penerima menjaga kesehatan. Termasuk membiasakan memakai masker dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. “Sekarang kerjanya jadi dobel,” pungkasnya, sembari bercanda.

Tak berhenti di situ, semakin siang para relawan juga membagikan paket sembako ke kampung-kampung. Mereka menyebar. Ada yang blusukan ke rumah-rumah warga, ada pula yang menyisir ke jalan raya. Seperti Jalan Gajah Mada, Sultan Agung, A Yani, hingga Trunojoyo.

Tukang becak yang bersantai di bawah pohon menunggu penumpang mereka dekati untuk menyerahkan bingkisan sembako. Pedagang kerupuk yang menyeberang di jembatan penyeberangan orang (JPO) juga tak luput dari aksi mereka. Selain sembako, relawan juga membagikan masker kepada penerima. “Sebenarnya kami juga khawatir dengan wabah ini. Karena penularannya begitu mudah dan cepat. Makanya, kami selalu menerapkan protokol keselamatan saat melakukan aksi sosial,” jelas Imam.

Menurut Imam, sembako yang dibagikan itu berasal dari sumbangan donatur. Selain donatur tetap, mereka juga bergerilya menggalang dana dari para dermawan. Sementara itu, masker berasal dari anggota IPSM yang mempunyai kemampuan menjahit dan memproduksi masker secara mandiri. “Masker kain dari anggota IPSM sendiri. Karena mereka ada yang bisa menjahit. Sedangkan dana bersumber dari pihak ketiga atau donatur,” jelasnya.

Sebagai pekerja sosial, Imam mengaku tak susah untuk menemukan kaum duafa. Selain berdasarkan data yang telah dimiliki sebelumnya, melalui jejaring yang ada mereka juga melakukan penyisiran secara mandiri. Langkah ini sebagai antisipasi, kalau ada warga yang benar-benar membutuhkan tapi tak tercatat dalam data. “Jadi door to door. Juga ke warga yang bekerja di pinggir jalan. Karena mereka rawan tak terdata,” ucapnya.

Khusus di masa pandemi ini, Imam mengungkapkan, para relawan tak hanya mendistribusikan sembako dan masker. Namun, mereka juga memberikan edukasi agar para penerima menjaga kesehatan. Termasuk membiasakan memakai masker dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. “Sekarang kerjanya jadi dobel,” pungkasnya, sembari bercanda.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/